WISATA

Emirates Gelar Travel Rehearsal di Denpasar, Bantu Anak Autisme Lebih Siap Terbang

A. Firdaus
Sabtu 21 Februari 2026 / 18:10
Ringkasnya gini..
  • Program Travel Rehearsal di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai (DPS) diikuti oleh 17 peserta.
  • Pelatihan kesadaran autisme dan kualitas layanan
  • Selain di bandara, Emirates juga mendorong kesadaran akan neurodiversitas.
Jakarta: Emirates, maskapai pertama di dunia yang menjadi Autism Certified Airline, menyelenggarakan program 'Travel Rehearsal' pertamanya di Denpasar minggu ini. Program ini bertujuan untuk menjadikan perjalanan udara lebih mudah diprediksi dan nyaman bagi individu dengan kebutuhan aksesibilitas perjalanan. 

Sebagai bagian dari pendekatan Emirates 'Perjalanan yang Dapat Diakses untuk Semua' (Accessible Travel for All), program Travel Rehearsal pertama kali diluncurkan di hub Emirates di Dubai pada 2024 dengan melibatkan 30 keluarga, sebagai wujud komitmen Emirates dalam menciptakan perjalanan udara yang lebih mudah diakses, inklusif, dan nyaman bagi seluruh penumpang. 

Sejak itu, program ini telah diperluas ke berbagai kota di dunia, termasuk Barcelona, Brisbane, Dubai, Manila, Madrid, Toronto, dan kini Denpasar. Untuk meningkatkan pemahaman mengenai autisme, sensitivitas sensorik, serta mekanisme dukungan yang tepat, lebih dari 30.000 awak kabin dan staf darat Emirates telah mengikuti pelatihan khusus.  

Mewujudkan perjalanan inklusif di Denpasar


Pada 18 Februari 2026, Program Travel Rehearsal di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai (DPS) diikuti oleh 17 peserta, terdiri dari delapan anak dengan autisme beserta para pendamping, termasuk guru dan orang tua. Para peserta mengikuti simulasi terpandu yang mereplikasi seluruh proses perjalanan udara secara menyeluruh. 

Sesi ini dirancang untuk membantu anak-anak neurodiverse mengenal proses perjalanan udara, serta mengurangi kecemasan yang sering muncul akibat lingkungan bandara yang kaya rangsangan sensorik. Para peserta dipandu melalui setiap tahapan perjalanan, mulai dari kedatangan di International Drop Zone, proses check-in, pemeriksaan keamanan, imigrasi, boarding, pengalaman duduk di kabin dan inflight, proses turun dari pesawat, imigrasi kedatangan, pengambilan bagasi, pemeriksaan bea cukai, hingga area penjemputan akhir. 

Dengan mengalami seluruh tahapan ini sebelumnya, anak-anak dan keluarga mereka diharapkan dapat memperoleh rasa percaya diri dan ketenangan sebelum melakukan perjalanan udara yang sesungguhnya.

Majid Al Falasi, Country Manager Emirates Indonesia, mengatakan, tahun lalu, Emirates merupakan maskapai pertama di dunia yang menjadi Autism Certified Airline, yang menegaskan komitmen jangka panjang kami terhadap perjalanan yang dapat diakses oleh semua kalangan. 

"Melalui upaya Emirates Autism Centre dan para mitra, kami bersyukur dapat menghadirkan program Travel Rehearsal ini ke Denpasar serta berperan aktif dalam meningkatkan pengalaman perjalanan bagi orang-orang dengan kebutuhan perjalanan yang mudah diakses," kata Majid.

Ia juga tak lupa menyatakan rasa gembiranya atas berkontribusi dalam inisiatif ini, termasuk PT JAS Airport Services (GHA), PT Angkasa Pura Indonesia, Otoritas Imigrasi, Karantina dan Bea Cukai, Otoritas Bandara Wilayah IV, serta Sekolah Luar Biasa Negeri 2 Denpasar. 

"Pencapaian ini tidak hanya mencerminkan pentingnya Bali sebagai destinasi global, tetapi juga menegaskan komitmen Emirates terhadap perjalanan inklusif di seluruh jaringan penerbangannya," kata Majid.

Selain di bandara, Emirates juga mendorong kesadaran akan neurodiversitas melalui sistem hiburan dalam pesawatnya yang telah meraih berbagai penghargaan, ice. Penumpang Emirates dapat mengakses pilihan film, dokumenter, podcast, dan program televisi terkurasi yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan inklusi di tingkat global.

Pada April 2025, Emirates merilis sebuah video khusus yang menampilkan perjalanan aksesibilitas Emirates serta peluncuran global program Travel Rehearsal. Film ini menggambarkan realitas emosional yang dihadapi penumpang neurodiverse dan menunjukkan bagaimana persiapan terstruktur serta staf terlatih dapat secara signifikan mempermudah pengalaman perjalanan mereka.

Emirates terus memperkuat standar perjalanan yang mudah diakses di seluruh jaringannya. Yang terbaru adalah mendukung pelatihan kesadaran autisme dan kualitas layanan yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai (DPS), yang menyatukan otoritas bandara, tim garda depan, dan mitra maskapai untuk meningkatkan pengalaman perjalanan bagi penumpang dengan kebutuhan khusus.

Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News

(FIR)

MOST SEARCH