FITNESS & HEALTH

Vaksin Baru Check! Biar Satu Rumah Enggak Tumbang Barengan

Aulia Putriningtias
Senin 27 April 2026 / 16:19
Ringkasnya gini..
  • Sobat Medcom, ada info baru nih dari WHO! Sekarang mereka merekomendasikan vaksin influenza trivalent (TIV) buat menggantikan quadrivalent (QIV).
  • Mungkin kamu langsung mikir, "Lho, kok angkanya turun? Apa enggak jadi downgrade tuh?"
  • Tenang dulu, ini bukan soal lemah atau kuat, tapi soal penyesuaian biar lebih tepat sasaran sama virus yang lagi muter sekarang.
Jakarta: Sobat Medcom, ada info baru nih dari WHO! Sekarang mereka merekomendasikan vaksin influenza trivalent (TIV) buat menggantikan quadrivalent (QIV). Mungkin kamu langsung mikir, "Lho, kok angkanya turun? Apa enggak jadi downgrade tuh?" 

Tenang dulu, ini bukan soal lemah atau kuat, tapi soal penyesuaian biar lebih tepat sasaran sama virus yang lagi muter sekarang. Ingat ya, flu itu bukan masalah sepele. 

Data menunjukkan ada sekitar 290.000 sampai 650.000 kematian di dunia karena masalah pernapasan ini, dan Indonesia juga termasuk di dalamnya. Makanya, vaksin influenza itu beneran penting banget buat kita semua biar gak gampang tumbang.
 
Menurut dr. Kanya Ayu, Sp.A selaku dokter spesialis anak, influenza dapat berdampak serius, terutama pada anak. Influenza sendiri berbeda dengan batuk pilek pada umumnya, yang biasanya disebut dengan common cold. Jadi, orang tua perlu mengetahui perbedaannya.

Menurut data, tingkat kejadian influenza pada anak mencapai 20-30 persen, lebih tinggi dibandingkan orang dewasa. Berdasarkan hasil pengolahan data survelans di Puskesmas Jawa Barat tahun 2023, kasus Influenza Like Illness (ILI) paling terjadi di populasi anak 5-15 tahun.

"Anak-anak berkontribusi lebih besar terhadap penyebaran influenza di masyarakat, karena daya tularya yang tinggi dan keberadaan virus influenza di dalam tubuh anak lebih lama dibandingkan orang tua," jelas dr. Kanya pada acara peluncuran vaksin influenza trivalent oleh Kalventis, Kamis lalu.

PT Kalbe Farma Tbk melalui anak usahanya PT Kalventis Sinergi Farma menghadirkan vaksin influenza trivalent atau TIV. Dalam beberapa tahun terakhir, peneliti tidak lagi menemukan sirkulasi virus B/Yamagata. Hal ini mendorong perubahan vaksin dari quadrivalent menjadi trivalent.

Vidi Agiorno selaku Presiden Direktur PT Kalventis Sinergi Farma juga menjelaskan bahwa kehadiran vaksin ini juga sebagai dukungan terhadap Pekan Imunisasi Dunia atau World Immunization Week di tahun ini.


(Menurut dr. Kanya Ayu, Sp.A selaku dokter spesialis anak, influenza dapat berdampak serius, terutama pada anak. Foto: Dok. Medcom.id/Aulia Putriningtias)

"Tema pada tahun ini adalah 'For Every Generation, Vaccines Work', yang mengingatkan kita mengenai manfaat perlindungan vaksin di segala usia demi memperpanjang harapan hidup," tutur Vidi.
 

Mengapa vaksin influenza quadrivalent diarahkan menjadi trivalent?


Prof. Dr. Dr. Soedjatmiko, Sp.A(K), M.Si. selaku Satgas Imunisasi IDAI menjelaskan bahwa lebih dari satu dekade atau 10 tahun, vaksin quadrivalent dikembangkan untuk melindungi flu jenis A dan B. Untuk jenis A yaitu H1N1 dan H3N2. Semetara itu, untuk jenis B adalah Victoria dan Yamagata.

"Sejak tahun 2020, virus B/Yamagata tidak ditemukan lagi di seluruh dunia. Oleh karena itu, pada 2023, WHO menilai bahwa keberadaan komponen virus B/Yamagata dalam vaksin tidak diperlukan lagi," papar Prof. Dr. Dr. Soedjatmiko.

Selain itu, sejumlah studi menunjukkan vaksin influenza trivalent memiliki profil imunogenisitas, efektivitas, dan keamanan yang sebanding dengan quadrivalent. Jadi, meskipun terdengar seperti dikurangkan, tetapi sebenarnya tidak sama sekali; melainkan memilik manfaat yang sebanding atau sama.
 

Apakah vaksin influenza trivalent tetap relevan untuk anak?


Vaksin influenza tidak hanya disarankan pada orang dewasa yang aktif beraktivitas. Namun, anak-anak sebenarnya juga sangat membutuhkan, mengingat kelompok ini adalah salah satu yang rentan untuk terkena virus-virus penyebab influenza.

Mungkin banyak orang tua khawatir terkait peralihan dari quadrivalent menuju trivalent ini untuk anak mereka. Dr. Kanya pun tetap menegaskan bahwa peralihan ini sudah disesuaikan dan direkomendasikan untuk memperkuat perlindungan pada strain yang relevan; tidak ada sama sekali menuju penurunan kualitas.

Vaksin influenza tahunan trivalent ini tetap disarankan untuk dipenuhi mulai dari usia 6 bulan. Vaksin ini nantinya akan berperan sebagai garda terdepan untuk melindugi si kecil, mengurangi kasus kematian dan rawat inap yang disebabkan virus influenza, serta penularan terhadap kelompok rentan.
 
Inilah rangkain waktu pemberian vaksinasi influenza untuk anak bagi orang tua yang masih kebingungan, antara lain:

- Bisa dimulai dari usia 6 bulan.
- Pada umur 6 bulan sampai 8 tahun, lakukan 2 dosis imunisasi pertama vaksin influenza dengan jarak minimal 4 minggu. Kemudian, diulang 1 kali setiap tahunnya.
- Pada umur di atas 9 tahun, imunisasi pertama cukup diberikan 1 dosis dan diulang setiap tahunnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News

(TIN)

MOST SEARCH