KULINER

Victus Restaurant, Surga bagi Pencinta Kuliner Olahan Kambing

A. Firdaus
Selasa 07 Desember 2021 / 17:24
Jakarta: Bagi kamu yang suka dengan kuliner olahan kambing, sudah saat melipir ke Victus Restaurant. Bertempat di Jl. Tebet Barat I, restoran ini menawarkan tak hanya menu biasa olahan kambing, tapi ada yang lebih menarik lagi.

Kehadiran Victus Restaurant seakan memberi jawaban rasa penasaran bagi para pencinta menu olahan kambing, yang seakan jenuh dengan menu yang itu-itu aja. Di restoran ini, kamu akan menemukan olahan daging kambing yang mengedepankan konsep kekinian dan kenikmatan menyantap daging kambing.

"Kami menawarkan sensasi baru dalam menikmati olahan daging kambing yang lebih lembut, tidak terlalu berbau, dan tentunya rasa yang sangat sedap,” ujar Arief Hidajat, salah satu dari tiga pendiri Victus Restaurant. Dua pendiri lainnya adalah; Adji Rukmantara dan Idris bin Muhammad Abu Bakar Alaydrus.

Menurut Arief, alumni ITB angkatan 1981 ini, Victus sendiri berasal dari bahasa Latin yang berarti rezeki. Diharapkan restoran ini membawa banyak rezeki untuk semua orang, tak terkecuali bagi para pengunjung untuk bersilaturahmi. Rezeki yang tak putus juga terkait dengan silaturahmi, bukan?


Tampak depan Victus Restaurant. (Foto: A. Firdaus/Medcom.id)

"Victus menawarkan fasilitas-fasilitas dalam restoran yang menarik, di antaranya: meeting room, VIP room, live music performance, mushalla, dan lain-lain. Kami pastikan penggemar kuliner akan nyaman dan nikmat datang ke Victus,” Arief menegaskan.

Namun bagi yang tidak sempet datang, Victus juga menyediakan Delivery Service Order. Jadi jangan khawatir, dimanapun penggemar kuliner, tetap bisa dilayani.
 

Hasil ternak sendiri


Konsep yang diusung Victus Restaurant adalah menyajikan masakan khas serba kambing. Banyak ragam menu yang disediakan dengan harga terjangkau. Baik yang tradisional, seperti sop, dan sate, hingga menu mancanegara.

Selain itu memiliki menu khusus atau khas Victus, semisal daging kambing telor asin. Tidak terlewatkan pula, nasi kebuli dan nasi mandhi kambing. Kenapa kambing, dan bukan sapi, misalnya?

“Daging kambing memiliki keberkahan, artinya banyak kebaikan pada daging kambing ini. Lagi pula, ada ajaran agar kita memelihara dan memanfaatkan kambing, karena padanya ada keberkahan,” ujar Arief, yang juga mempunyai peternakan Bukit Biak Farm di Sukabumi ini.


Awalnya, pendiri Victus hanya memproduksi Susu Murni Kambing. (Foto: A. Firdaus/Medcom.id)

Selain daging kambing, keberkahan juga ada pada susu dan kulitnya. Susunya bisa diminum serta kulitnya bisa dijadikan bahan kain atau pakaian.

Arief dengan dua koleganya pun bertekad menjadikan Victus Restaurant sebagai sebuah restoran spesialis daging kambing. Selain menyajikan masakan berbahan dasar daging kambing, Victus juga menyajikan menu minuman susu kambing.

“Di restoran ini, susu kambing diolah menjadi aneka minuman kekinian seperti minuman-minuman yang dipadukan dengan gula aren,” jelas Dodit, Head of Chef dari Victus Restaurant.

Berbeda dengan yang lain yang bahan bakunya bergantung pada distributor (daging beku), Victus Restaurant mengandalkan produk sendiri. Baik daging maupun susu, sepenuhnya merupakan hasil peternakan Bukit Biak Farm di Sukabumi, Jawa Barat. Ini memberi jaminan akan kualitas makanan yang terjaga dan selalu dalam kondisi segar.
 

Pioner Menu Susu Kambing


Kondisi fresh. Yup, bagi penyuka susu, ada susu gula aren yang dapat memanjakan para pencinta susu kambing dengan penyajian yang kekinian. Sedangkan bagi para pencinta kopi, ada menu kopi susu gula aren.
Dikarenakan bahan dasar susu kambing yang digunakan pada kedua menu ini berasal dari kandang peternakan sendiri, untuk kualitas dan rasanya tentu saja terjamin.

Satu pembeda yang sekaligus menjadi kelebihan dari susu gula aren Victus Restaurant adalah gulanya yang sedikit, namun bisa menciptakan cita rasa manis setara dengan susu gula aren berbahan dasar susu sapi.


Es Kopi Susu Kambing jadi menu kekinian yang ditawarkan Victus. (Foto: A. Firdaus/Medcom.id)

Rahasianya ada pada bahan dasar susu kambing yang ternyata memiliki cita rasa manis dan creamy bawaan lebih dari susu sapi. Sehingga untuk menciptakan rasa manis yang sama dengan susu gula aren pada umumnya, hanya perlu menambahkan gula sedikit saja. Dari sisi kesehatan, konsumsi gula yang sedikit tentunya sangat baik untuk tubuh.

"Di Jakarta, Victus Restaurant menjadi pionir dari menu susu gula aren dan kopi susu gula aren berbahan dasar susu kambing. Jadi bagi siapapun yang penasaran dan ingin mencobanya, bisa langsung datang ke Victus Restaurant yang berada di Tebet, Jakarta Selatan,” lanjut Dodit.
 

Bebas prengus dalam keempukan daging


Yang menjadi momok dari menu olahan kambing adalah bau prengus. Tapi Victus mencoba melenyapkannya, dengan rempah-rempah yang mereka gunakan.

"Kami tentukan dulu baha-bahan yang digunakan. Kambingnya ini harus seperti apa, sehingga tekstur dari daging yang dimakan, empuk. Jadi awalnya dari bahan-bahan dan rempah yang digunakannya dulu dan proses memasaknya, sehingga tidak bau dan dagingnya empuk," ujar Dodit.

Begitu juga dengan menunya. Jika masakan berbasis Timur Tengah, maka penggunaan bahan dan rempahnya disesuaikan. Begitu juga nusantara, maka yang digunakan bahan-bahan dari nusantara.


Nasi Mandhi Kambing, salah satu menu andalan Victus. (Foto: A. Firdaus/Medcom.id)

"Jika masakan Timur Tengah, maka menggunakan rempah sana. Kalau yang tradisional maka menggunakan rempah asli Indonesia," terang Dodit.

Untuk tekhnik pemasakan, Dodit mengaku mengunakan teknik slow cooking. Tentunya agar meresap dan tidak rusak tekstur dagingnya.

Menariknya, untuk kambing yang digunakan kambing pedaging dan induknya berasal dari luar negeri, yang kemudian diternak di Peternakan owner Victus. Sementara itu untuk penggunaan kambing berusia 8 hingga 10 bulan.

"Penggunaan daging kambing yang berusia 8-10 alasannya agar tidak terlalu tua, jadi kami batasi penggunaannya. Selain itu agar bobot optimalnya tercapai, karena ada proses di kandang untuk penggemukannya berkisar 8-10 bulan, sekaligus mendapatkan tekstur yang empuk," ucap Dodit.

Banyak hiburan


Tidak sekadar restoran, hampir setiap hari, Victus Restaurant akan mengadakan live music untuk menghibur dan menemani para pengujungnya sembari menyantap makanan. “Jadi, tidak perlu takut bosan,” katanya.

Bagi umat muslim juga tidak perlu khawatir mencari tempat untuk beribadah, karena musholla adalah salah satu fasilitas yang juga disediakan Victus Restaurant.

Last but not least, yang biasa dikeluhkan sebagian orang di Jakarta ketika berkunjung ke sebuah restoran adalah tempat parkir yang sempit atau bahkan sama sekali tidak ada. Ketika kamu mengunjungi Victus Restaurant, kamu tidak perlu pusing memikirkan hal tersebut, karena di sana sudah ada tempat parkir yang luas dan nyaman untukmu.

Menu andalan di Victus Restaurant di antaranya:
- Iga Bakar Kambing
- Bakso Kambing Sehati
- Kambing Telor Asin
- Tengkleng Tulang Kambing Rica
- Es Kopi Susu Kambing Gula Aren
- Susu Kambing Murni

Kisaran Harga: Rp20 ribu hingga Rp75 ribu

Alamat dan Kontak
Victus Restaurant
Jalan Tebet Barat I No. 4, Jakarta selatan
Email: info@victus.id
Telepon (+62) 877 2526 1114
(FIR)

MOST SEARCH