Makanan di Pesawat Kok Hambar? Ternyata Ini Alasannya
- Kondisi kabin pesawat bisa bikin makanan terasa berbeda dibanding saat di darat.
- Udara kering dan tekanan kabin ikut memengaruhi penciuman serta persepsi rasa.
- Suara mesin ternyata juga bisa bikin rasa tertentu terasa berbeda.
Jakarta: Pernah nggak, baru buka tray makanan di pesawat udah berharap rasanya bakal enak, tapi begitu dicicipi malah, “Hah, kok hambar?” Padahal kalau dilihat-lihat, menunya nggak kelihatan bermasalah. Ternyata, bukan selalu makanannya yang salah. Kondisi di dalam pesawat memang bisa bikin pengalaman makan jadi beda.
Hal ini dibahas Charles Spence, profesor Experimental Psychology dari University of Oxford, dalam review ilmiah berjudul Tasting in the air: A review. Ia membahas berbagai faktor di dalam pesawat yang bisa memengaruhi cara penumpang mencium aroma dan merasakan makanan.

(Foto: AI Generated)
Bukan lidahmu yang bermasalah
Saat pesawat sudah berada di ketinggian jelajah, kondisi kabin jelas beda dari restoran atau rumah. Tekanan udaranya lebih rendah, dan ternyata hal ini bisa ikut memengaruhi kemampuan kita menangkap aroma serta rasa.
Nah, ini penting karena rasa makanan nggak cuma datang dari lidah. Aroma juga punya peran besar. Jadi, ketika hidung nggak menangkap aroma makanan dengan cara yang sama seperti biasanya, makanan yang sebenarnya punya rasa kuat bisa terasa lebih flat.
Makanya, makanan yang terasa mantap saat dicoba di darat belum tentu punya efek yang sama ketika disantap di atas awan.
Udara kabin bikin rasa ikut berubah
Belum lagi udara di dalam kabin yang cenderung kering. Kondisi ini bisa memengaruhi hidung dan mulut, sehingga pengalaman mencium dan mencicipi makanan ikut berubah.
Spence menjelaskan, kelembapan rendah menjadi salah satu faktor lingkungan yang berhubungan dengan perubahan persepsi makanan selama penerbangan. Jadi, kalau kamu merasa makanan pesawat kurang “nendang”, bisa jadi indera penciumanmu memang lagi nggak bekerja dalam kondisi senormal biasanya.
Dengan kata lain, ayam panggang yang biasa terasa gurih banget di restoran bisa aja terasa lebih biasa ketika dimakan sambil duduk di kursi pesawat.
Suara mesin juga ikut nimbrung
Yang satu ini mungkin paling nggak kepikiran. Selain tekanan udara dan kelembapan, suara mesin pesawat ternyata juga bisa memengaruhi pengalaman makan.
Dalam review tersebut, Spence membahas penelitian yang menunjukkan kebisingan pesawat dapat memengaruhi persepsi rasa. Menariknya, efeknya nggak selalu sama. Suara bising tertentu bisa membuat rasa manis terasa lebih lemah, sementara sensasi umami justru dapat terasa lebih kuat.
Jadi, kalau nanti makanan di pesawat terasa agak hambar, jangan langsung nge-judge chef-nya. Bisa jadi yang ikut “main” bukan cuma resep, tapi juga kondisi kabinnya.
Tekanan udara, udara kering, sampai suara mesin semuanya bisa bikin pengalaman makan di udara terasa beda. Lidahmu nggak halu kok, memang suasananya yang beda.
Desi Indasari
(FIR)