KULINER

Tumpeng Mau Naik Kelas? Kementerian Ekraf Dorong Jadi Aset Global

A. Firdaus
Jumat 20 Februari 2026 / 17:11
Ringkasnya gini..
  • Banyak kuliner Nusantara memiliki potensi sebagai vegan-friendly
  • Gastronomi Indonesia sebagai the new engine of growth sangat potensial.
  • Penguatan IP gastronomi nasional melalui pengembangan Buku Tumpeng Indonesia
Jakarta: Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya mendorong gastronomi Indonesia sebagai Intellectual Property (IP) diwujudkan agar memberikan nilai tambah. Terlebih, kata Menteri Ekraf Teuku Riefky, Kementerian Ekraf memiliki semangat mengembangkan potensi ekraf daerah agar naik kelas.

“Terima kasih atas upaya menggali budaya kita. Di Kementerian Ekonomi Kreatif, kami mendorong agar kekayaan budaya dapat menjadi IP yang bisa dikomersialisasikan dan memberi manfaat luas bagi masyarakat,” ujar Menteri Ekraf Teuku Riefky saat menerima audiensi Indonesia Gastronomy Community (IGC) di Autograph Tower, Jakarta pada Kamis, 19 Februari 2026.

Menurut Menteri Ekraf Teuku Riefky, gastronomi Indonesia sebagai the new engine of growth sangat potensial karena bertumpu pada potensi daerah yang memiliki kekuatan budaya dan diferensiasi tinggi. Salah satunya yaitu tumpeng yang memiliki karakteristik di berbagai wilayah Indonesia dan fondasi kuat untuk dikembangkan sebagai IP gastronomi nasional.

Dengan storytelling yang mendalam, tumpeng tidak hanya relevan sebagai produk budaya, tetapi juga berpotensi menjadi instrumen soft diplomacy Indonesia di tingkat global. Dalam kesempatan tersebut, IGC memaparkan berbagai inisiatif yang telah dijalankan sejak berdiri pada Juni 2020 sebagai komunitas nirlaba pelestari makanan dan minuman Indonesia beserta nilai budaya dan filosofi yang menyertainya.
 
IGC merupakan inisiator pengembangan ekosistem gastronomi Indonesia berbasis riset, kurasi, dan penguatan intellectual property. Komunitas ini berfokus pada penguatan branding gastronomi Indonesia, pengembangan IP kuliner Nusantara, kurasi serta peningkatan nilai tambah UMKM gastronomi, hingga positioning gastronomi sebagai soft power ekonomi nasional.

Ketua Umum IGC periode 2023–2026, Ria Musiawan, menegaskan bahwa hampir enam tahun kiprah IGC menjadi momentum untuk memperluas kolaborasi strategis, khususnya dengan pemerintah, dalam memperkuat ekosistem gastronomi nasional.

“IGC adalah komunitas yang mencintai makanan, minuman, budaya, dan filosofi gastronomi. Kami ingin tumpeng semakin dikenal dan dipahami maknanya sebagai simbol persatuan. Kami berharap hari ini menjadi awal yang baik untuk membangun kolaborasi yang lebih konkret,” ujar Ria.


Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, menerima audiensi Indonesia Gastronomy Community (IGC) di Kantor Kementerian Ekraf, Jakarta, Kamis (19/2/2026). Dok. Kementerian Ekraf.

Ia menambahkan, penguatan IP gastronomi nasional melalui pengembangan Buku Tumpeng Indonesia sebagai National Gastronomy IP menjadi salah satu prioritas. Selain itu, IGC juga mengusulkan penguatan kurasi dan storytelling UMKM kuliner, pengembangan Gastronomy Creative Hub dan model pameran berbasis experience economy, integrasi gastronomi dalam agenda promosi ekonomi kreatif nasional dan global, serta pengembangan model gastronomi berbasis dampak sosial melalui edukasi pangan lokal.

Deputi Bidang Kreativitas Budaya dan Desain Kementerian Ekonomi Kreatif Yuke Sri Rahayu mengapresiasi konsistensi IGC dalam mengangkat kekayaan kuliner berbasis sejarah dan budaya. Yuke menekankan pentingnya penguatan kurasi dan storytelling agar kuliner Indonesia memiliki daya saing global.

Menurutnya, banyak kuliner Nusantara memiliki potensi sebagai vegan-friendly, gluten-free, halal, dan healthy food, yang apabila dinarasikan dengan tepat dapat meningkatkan nilai ekonomi dan omzet pelaku usaha.

“Sebagai tindak lanjut, tradisi pertumpengan dapat menjadi pilot project yang menunjukkan bahwa kekayaan budaya kita memiliki potensi nilai tambah yang besar untuk komersialisasi IP gastronomi nasional," ujar Yuke.

Audiensi ini menandai penguatan sinergi antara pemerintah dan komunitas dalam membangun ekosistem gastronomi berbasis intellectual property, sekaligus mempertegas peran kuliner Nusantara sebagai identitas budaya dan penggerak ekonomi kreatif nasional.

Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News

(FIR)

MOST SEARCH