KULINER
66 Tenant Kuliner Ramaikan Halalicious 2026, dari Kopi hingga Makanan Viral
A. Firdaus
Sabtu 17 Oktober 2026 / 15:23
- Halalicious 2026 menghadirkan 66 tenant kuliner halal di ISEF Jakarta.
- Targetkan 30 Ribu Pengunjung, Buka Peluang UMKM
- Halalicious juga membawa misi edukasi mengenai pentingnya memperhatikan kehalalan makanan dan minuman yang dikonsumsi.
Jakarta: Berburu kuliner halal bisa menjadi salah satu cara seru untuk mengisi waktu di tengah kesibukan. Apalagi, jika beragam makanan populer, sajian khas Nusantara, hingga hidangan mancanegara bisa ditemukan dalam satu tempat.
Pengalaman tersebut ditawarkan Halalicious 2026, zona kuliner dalam rangkaian Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2026 yang berlangsung di Jakarta International Convention Centre (JICC), Senayan, Jakarta, pada 14–18 Oktober 2026.
Sebanyak 66 tenant meramaikan kegiatan ini dengan menghadirkan beragam pilihan kuliner halal. Mulai dari makanan yang tengah populer di media sosial, hidangan khas Indonesia, hingga sajian Jepang dan Timur Tengah, pengunjung dapat menjelajahi berbagai cita rasa dalam satu lokasi.
Ekonom Senior Bank Indonesia Aulia Fitria Y mengatakan, Halalicious menjadi bagian dari agenda tahunan ISEF untuk memperkenalkan gaya hidup halal kepada masyarakat melalui kuliner. Kegiatan ini sekaligus menjadi ruang bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk memperkenalkan produk mereka kepada konsumen.
“Bagi pengunjung, tentu untuk memperkenalkan halal lifestyle dengan berbagai aneka kuliner halal. Bagi UMKM yang bergabung, acara ini menjadi wahana untuk memperkenalkan kuliner mereka yang halal dan thayyib. Sebagian besar juga sudah bersertifikasi halal,” ujar Aulia.
Halalicious 2026 hadir dengan area yang lebih luas dibandingkan penyelenggaraan sebelumnya di Kemayoran. Penambahan ruang ini memungkinkan lebih banyak pelaku usaha bergabung sekaligus memberikan pilihan kuliner yang lebih beragam bagi pengunjung.
Salah satu pengembangan tahun ini adalah Coffee Corner di Hall B. Area tersebut menghadirkan delapan tenant kopi dari UMKM binaan Bank Indonesia yang menawarkan berbagai varian minuman kopi.
Selain kopi, pengunjung juga dapat menemukan makanan yang sedang populer di media sosial. Kehadiran kuliner viral menjadi salah satu daya tarik Halalicious, terutama bagi masyarakat yang ingin mencoba berbagai hidangan tanpa harus mendatangi gerai berbeda.
Menurut Aulia, pemilihan tenant dilakukan dengan mempertimbangkan aspek kehalalan dan karakter produk. Penyelenggara juga mencari kuliner yang memiliki keunikan, termasuk makanan khas Indonesia dan hidangan mancanegara yang telah disesuaikan dengan selera masyarakat.
“Kurasinya tentu yang pertama produknya harus halal dan bersertifikat halal. Kami juga mencari makanan-makanan yang viral, unik, termasuk makanan khas Indonesia. Selain itu, ada makanan dari luar negeri yang sudah disesuaikan dengan selera masyarakat Indonesia,” jelasnya.
Dengan variasi tersebut, Halalicious tidak hanya menawarkan pengalaman mencicipi makanan, tetapi juga memperkenalkan ragam kuliner halal dari berbagai latar budaya.
Penyelenggara menargetkan sekitar 20.000–30.000 pengunjung selama lima hari pelaksanaan Halalicious 2026. Pengunjung ISEF diharapkan turut meramaikan zona kuliner tersebut dan menikmati berbagai sajian yang tersedia.
Bagi UMKM peserta, festival ini juga menjadi kesempatan untuk memperluas jangkauan pasar dan meningkatkan penjualan. Aulia menyebut, pada penyelenggaraan tahun sebelumnya, omzet rata-rata UMKM peserta dapat mencapai Rp30 juta hingga Rp40 juta selama lima hari kegiatan.
Angka tersebut menjadi gambaran potensi transaksi yang bisa diperoleh pelaku usaha melalui partisipasi dalam festival. Namun, capaian penjualan setiap tenant dapat berbeda, bergantung pada produk, harga, dan minat pengunjung.
Di sisi lain, Halalicious juga membawa misi edukasi mengenai pentingnya memperhatikan kehalalan makanan dan minuman yang dikonsumsi. Kehadiran tenant yang telah memiliki sertifikasi halal diharapkan membantu masyarakat mengenal lebih jauh produk yang memenuhi aspek kehalalan.
Aulia berharap kegiatan ini dapat mendorong masyarakat untuk semakin memperhatikan status halal produk sebelum mengonsumsinya, sekaligus memahami bahwa gaya hidup halal tidak hanya berkaitan dengan pilihan makanan, tetapi juga kesadaran terhadap proses dan bahan yang digunakan.
“Saya berharap acara ini bisa terus berlanjut dan memberikan manfaat bagi banyak orang. Masyarakat juga semakin mengenal halal lifestyle, termasuk titik kritis dari setiap makanan, sehingga lebih yakin bahwa yang dikonsumsi adalah makanan halal,” katanya.
Melalui Halalicious 2026, kuliner menjadi salah satu pintu masuk untuk memperkenalkan ekonomi syariah kepada masyarakat yang lebih luas. Selain menjadi tempat berburu makanan, kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat peluang UMKM dan mendorong perkembangan ekosistem kuliner halal di Indonesia.
Halalicious 2026 berlangsung pada 14–18 Oktober 2026, pukul 10.00–18.00 WIB, di Jakarta International Convention Centre (JICC), Senayan, Jakarta, sebagai bagian dari rangkaian Indonesia Sharia Economic Festival 2026.
(FIR)
Pengalaman tersebut ditawarkan Halalicious 2026, zona kuliner dalam rangkaian Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2026 yang berlangsung di Jakarta International Convention Centre (JICC), Senayan, Jakarta, pada 14–18 Oktober 2026.
Sebanyak 66 tenant meramaikan kegiatan ini dengan menghadirkan beragam pilihan kuliner halal. Mulai dari makanan yang tengah populer di media sosial, hidangan khas Indonesia, hingga sajian Jepang dan Timur Tengah, pengunjung dapat menjelajahi berbagai cita rasa dalam satu lokasi.
Ekonom Senior Bank Indonesia Aulia Fitria Y mengatakan, Halalicious menjadi bagian dari agenda tahunan ISEF untuk memperkenalkan gaya hidup halal kepada masyarakat melalui kuliner. Kegiatan ini sekaligus menjadi ruang bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk memperkenalkan produk mereka kepada konsumen.
“Bagi pengunjung, tentu untuk memperkenalkan halal lifestyle dengan berbagai aneka kuliner halal. Bagi UMKM yang bergabung, acara ini menjadi wahana untuk memperkenalkan kuliner mereka yang halal dan thayyib. Sebagian besar juga sudah bersertifikasi halal,” ujar Aulia.
Kuliner Viral hingga Coffee Corner UMKM
Halalicious 2026 hadir dengan area yang lebih luas dibandingkan penyelenggaraan sebelumnya di Kemayoran. Penambahan ruang ini memungkinkan lebih banyak pelaku usaha bergabung sekaligus memberikan pilihan kuliner yang lebih beragam bagi pengunjung.
Salah satu pengembangan tahun ini adalah Coffee Corner di Hall B. Area tersebut menghadirkan delapan tenant kopi dari UMKM binaan Bank Indonesia yang menawarkan berbagai varian minuman kopi.
Makanan legendaris pun tersedia di sini. Dok, Ist
Selain kopi, pengunjung juga dapat menemukan makanan yang sedang populer di media sosial. Kehadiran kuliner viral menjadi salah satu daya tarik Halalicious, terutama bagi masyarakat yang ingin mencoba berbagai hidangan tanpa harus mendatangi gerai berbeda.
Menurut Aulia, pemilihan tenant dilakukan dengan mempertimbangkan aspek kehalalan dan karakter produk. Penyelenggara juga mencari kuliner yang memiliki keunikan, termasuk makanan khas Indonesia dan hidangan mancanegara yang telah disesuaikan dengan selera masyarakat.
“Kurasinya tentu yang pertama produknya harus halal dan bersertifikat halal. Kami juga mencari makanan-makanan yang viral, unik, termasuk makanan khas Indonesia. Selain itu, ada makanan dari luar negeri yang sudah disesuaikan dengan selera masyarakat Indonesia,” jelasnya.
Dengan variasi tersebut, Halalicious tidak hanya menawarkan pengalaman mencicipi makanan, tetapi juga memperkenalkan ragam kuliner halal dari berbagai latar budaya.
Targetkan 30 Ribu Pengunjung, Buka Peluang UMKM
Penyelenggara menargetkan sekitar 20.000–30.000 pengunjung selama lima hari pelaksanaan Halalicious 2026. Pengunjung ISEF diharapkan turut meramaikan zona kuliner tersebut dan menikmati berbagai sajian yang tersedia.
Bagi UMKM peserta, festival ini juga menjadi kesempatan untuk memperluas jangkauan pasar dan meningkatkan penjualan. Aulia menyebut, pada penyelenggaraan tahun sebelumnya, omzet rata-rata UMKM peserta dapat mencapai Rp30 juta hingga Rp40 juta selama lima hari kegiatan.
Angka tersebut menjadi gambaran potensi transaksi yang bisa diperoleh pelaku usaha melalui partisipasi dalam festival. Namun, capaian penjualan setiap tenant dapat berbeda, bergantung pada produk, harga, dan minat pengunjung.
Ekonom Senior Bank Indonesia Aulia Fitria Y. Dok. Ist
Di sisi lain, Halalicious juga membawa misi edukasi mengenai pentingnya memperhatikan kehalalan makanan dan minuman yang dikonsumsi. Kehadiran tenant yang telah memiliki sertifikasi halal diharapkan membantu masyarakat mengenal lebih jauh produk yang memenuhi aspek kehalalan.
Aulia berharap kegiatan ini dapat mendorong masyarakat untuk semakin memperhatikan status halal produk sebelum mengonsumsinya, sekaligus memahami bahwa gaya hidup halal tidak hanya berkaitan dengan pilihan makanan, tetapi juga kesadaran terhadap proses dan bahan yang digunakan.
“Saya berharap acara ini bisa terus berlanjut dan memberikan manfaat bagi banyak orang. Masyarakat juga semakin mengenal halal lifestyle, termasuk titik kritis dari setiap makanan, sehingga lebih yakin bahwa yang dikonsumsi adalah makanan halal,” katanya.
Melalui Halalicious 2026, kuliner menjadi salah satu pintu masuk untuk memperkenalkan ekonomi syariah kepada masyarakat yang lebih luas. Selain menjadi tempat berburu makanan, kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat peluang UMKM dan mendorong perkembangan ekosistem kuliner halal di Indonesia.
Halalicious 2026 berlangsung pada 14–18 Oktober 2026, pukul 10.00–18.00 WIB, di Jakarta International Convention Centre (JICC), Senayan, Jakarta, sebagai bagian dari rangkaian Indonesia Sharia Economic Festival 2026.
(FIR)