KULINER

Donat Qta, Kudapan Manis Produksi Rumahan di Lembata

Arthurio Oktavianus Arthadiputra
Rabu 12 Mei 2021 / 10:00
Lembata: Bila sedang berada di Pulau Lembata dan butuh kudapan teman minum kopi atau teh, coba cari Donat Qta. Cita rasa enak kudapan manis produksi rumahan ini bisa menghinosis indra pengecap untuk terus mencicip lagi.

Semua orang pasti mengenal donat. Kudapan berbentuk bulat dan berlobang di bagian tengah, umum dijumpai mengisi etalase cafe di kota besar hingga etalase kios pelosok desa. Kudapan ini sangat nikmat untuk camilan setiap saat.

Adalah Yuliana Atu dan Ambrosia Peni Lamak yang mengolah Donat Qta dan dipasarkan di wilayah Lewoleba, ibukota kabupaten Lembata. 

Dimulai sejak 12 Juli 2020, usaha camilan produksi rumahan ini makin banyak diminati pelanggannya. “Beberapa bulan di awal masa pandemi covid-19, kita lagi kesulitan mengakses pekerjaan. Ide memulai usaha membuat donat muncul dan dimulai usaha bersama ini,” kata Yuliana Atu.

Donat Qta menjadi brand bisnis atas kesepakatan bersama. Pilihan nama produk usaha itu pun memiliki dua makna. Pertama, merujuk pada dua orang sahabat yang menjalankan usaha bersama. Kedua, bermakna untuk menjangkau semua konsumen.

“Karena, cita rasa donat adalah cita rasa kita bersama, bukan rasa kami,” terangnya. Donat dipilih sebagai produk usaha karena Yuliana Atu dan Ambrosia Peni Lamak pun pencinta kudapan ini. Selain itu, donat merupakan produk makanan olahan yang disukai semua orang.

“Anak-anak sampai orang tua, laki-laki atau perempuan dan semua strata sosial di masyarakat, menyukai kudapan ini,” tambah Ambrosia Peni Lamak.

Menangkap peluang pasar akan usaha kuliner ini, Donat Qta pun meluncur bebas di wilayah Lewoleba. Menurutnya, Donat Qta fokus pada kualitas dan cita rasa donat. Ini yang membuat Donat Qta berbeda dari donat lain yang beredar di sana.


donat
(Varian rasa yang ditawarkan Donat Qta sangat beraneka dan menggugah selera. Foto: Dok. Arthurio Oktavianus)
 

Melawan kendala


Berada di daerah kepulauan yang terbatas akan ketersediaan alat dan bahan pembuatan donat, tak mematahkan semangat dua perempuan tangguh ini. Mencari informasi mesin pengaduk adonan hingga membeli alat secara online, dilakoni dengan tekad yang sudah membulat.

“Pun belum ada toko khusus di Lembata yang menyediakan bahan baku kue yang komplet. Karenanya harus kita beli dari luar Lembata,” tutur Ani, sapaannya.

Terkadang, Ani dan Yuliana Atu menyeberang laut menggunakan kapal kayu ke Larantuka dan Maumere, untuk membeli kekurangan bahan baku pembuatan donat. Seperti bahan taburan untuk toping yang membutuhkan aneka varian rasa.

Donat Qta menawarkan varian rasa dengan toping glaze berupa greentea, tiramisu, taro, vanila, raspberry, cappuccino, cokelat, cokelat meses, cokelat keju, cokelat kacang, cappuccino kacang, aneka varian dusting sugar dan aneka varian crumble. Bila tak suka manis, disediakan pula donat crispy. 
 

Permintaan meningkat


Ani mengaku kondisi pandemi tak berpengaruh terhadap minat pelanggan untuk membeli. Permintaan pesanan Donat Qta bukannya menurun, tetapi bertambah setiap harinya. Bahkan, ada kalanya harus membatasi pesanan karena sudah over kapasitas.

“Saat ini, untuk per hari kita baru mampu memproduksi 180-300 pieces. Ada rencana untuk menambah alat dan tenaga agar bisa memenuhi permintaan pelanggan yang semakin banyak,” katanya.

Produksi Donat Qta dilakukan di rumah yang beralamat di Lamahora Barat, kompleks belakang BRI Wunopito, Lewoleba. Pembeli yang ingin memesan bisa menelepon atau WA di nomor 082247342299, pun bisa melalui Facebook di akun Donat Qta. 


Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News

(TIN)

MOST SEARCH