KULINER
Hallyu: 'Soft Power Diplomasi Budaya' ala Korea Selatan
Yatin Suleha
Minggu 30 Agustus 2026 / 21:34
- Pernah gak sih kamu sadar, akhir-akhir ini rasanya susah banget buat gak nyenggol hal-hal berbau Korea?
- Mulai dari playlist Spotify yang isinya lagu K-Pop mulu, watchlist Netflix yang isinya drama Korea (drakor) nonstop.
- Dalam Wikipedia, pemaparan Korean Wave (Gelombang Korea atau hallyu) merupakan meningkatnya minat global terhadap budaya populer Korea Selatan.
Jakarta: Pernah gak sih kamu sadar, akhir-akhir ini rasanya susah banget buat gak nyenggol hal-hal berbau Korea?
Mulai dari playlist Spotify yang isinya lagu K-Pop mulu, watchlist Netflix yang isinya drama Korea (drakor) nonstop, sampai skincare routine yang botolnya gemesin.
Well, semua fenomena global ini punya satu nama keren: Hallyu atau yang biasa kita kenal sebagai Gelombang Korea!
Dalam Wikipedia, pemaparan Korean Wave (Gelombang Korea atau hallyu) merupakan meningkatnya minat global terhadap budaya populer Korea Selatan yang berkembang pesat sejak tahun 1990-an.
Fenomena ini dipimpin oleh K-pop, K-drama, K-beauty, K-kuliner, dan film, dengan kesuksesan besar seperti BTS, Blackpink, film Parasite, dan serial Squid Game.
Hallyu diakui sebagai bentuk soft power dan aset ekonomi penting bagi Korea Selatan melalui ekspor budaya serta pariwisata.
Setelah krisis keuangan Asia 1997 dan berakhirnya sensor militer, Korea Selatan beralih menjadi eksportir budaya populer utama.
Istilah "Gelombang Korea" pertama kali diciptakan oleh jurnalis Tiongkok pada tahun 1999. Selama tahun 2000-an, hallyu berekspansi ke berbagai belahan dunia, hingga pada tahun 2008, ekspor budaya Korea Selatan untuk pertama kalinya melampaui impor budayanya berkat dukungan media sosial dan pemerintah.
Secara istilah, Hallyu ini dipakai buat ngegambarin sukses besarnya budaya populer asal Korea Selatan yang nembus batas negara dan nyebar ke seluruh penjuru dunia—termasuk Indonesia, tentunya!
Uniknya, gelombang ini bukan cuma soal demam musik doang, guys. Hallyu itu ibarat paket komplit yang ngebawa budaya, gaya hidup, sampai tren digital langsung ke layar handphone kita.
.jpg)
(Gelombang Korea atau Hallyu mendunia lewat budaya populer, dongkrak ekonomi, pariwisata, serta pengaruh global yang kuat. Foto: Ilustrasi/Dok. Generate AI)
Kalau diulik lebih dalam, Hallyu itu punya beberapa "pilar" utama yang bikin kita betah stan seharian:
Musik candu dengan koreografi clean, visual member yang paripurna, dan konsep album yang estetik abis.
Tontonan yang jago banget bikin kita rollercoaster emosi—dari ikutan nangis bombay, ketawa ngakak, sampai salting sendiri gara-gara adegan rom-com.
Standar skincare goals (kayak glass skin) dan style ootd ala idol yang langsung jadi kiblat fashion global.
Siapa yang sering ngiler liat tteokbokki, jajangmyeon, atau mukbang ramyeon di drakor? Kuliner mereka sukses jadi comfort food banyak orang!
Usut punya usut, melejitnya Hallyu ini gak instan, lho. Pemerintah Korsel bener-bener support industri kreatif mereka secara serius dari dulu.
Ditambah lagi, strategi marketing digital mereka jago banget manfaatin media sosial kayak YouTube, TikTok, dan Twitter.
Jadi, konten-konten mereka gampang banget viral dan ngena banget ke jiwa anak muda. Intinya, Hallyu sukses ngebuktiin kalau budaya lokal bisa dikemas dengan cara modern, keren, dan relatable banget sama anak muda global.
Kata:
- halo = annyeonghaseyo (bentuk standar dan sopan yang bisa digunakan kepada siapa saja, orang yang lebih tua, atau orang yang belum terlalu akrab).
- halo = annyeong (bentuk santai atau informal yang hanya boleh dipakai kepada teman sebaya, anak-anak, atau orang yang sudah sangat dekat).
- halo = annyeonghasimnikka (bentuk sangat formal yang biasa dipakai dalam situasi resmi, militer, atau pekerjaan profesional).
(Visit Korea. Video: Dok. YouTube Visit Korea)
(TIN)
Mulai dari playlist Spotify yang isinya lagu K-Pop mulu, watchlist Netflix yang isinya drama Korea (drakor) nonstop, sampai skincare routine yang botolnya gemesin.
Well, semua fenomena global ini punya satu nama keren: Hallyu atau yang biasa kita kenal sebagai Gelombang Korea!
Dalam Wikipedia, pemaparan Korean Wave (Gelombang Korea atau hallyu) merupakan meningkatnya minat global terhadap budaya populer Korea Selatan yang berkembang pesat sejak tahun 1990-an.
Fenomena ini dipimpin oleh K-pop, K-drama, K-beauty, K-kuliner, dan film, dengan kesuksesan besar seperti BTS, Blackpink, film Parasite, dan serial Squid Game.
Hallyu diakui sebagai bentuk soft power dan aset ekonomi penting bagi Korea Selatan melalui ekspor budaya serta pariwisata.
Setelah krisis keuangan Asia 1997 dan berakhirnya sensor militer, Korea Selatan beralih menjadi eksportir budaya populer utama.
Istilah "Gelombang Korea" pertama kali diciptakan oleh jurnalis Tiongkok pada tahun 1999. Selama tahun 2000-an, hallyu berekspansi ke berbagai belahan dunia, hingga pada tahun 2008, ekspor budaya Korea Selatan untuk pertama kalinya melampaui impor budayanya berkat dukungan media sosial dan pemerintah.
Hallyu adalah paket komplet
Secara istilah, Hallyu ini dipakai buat ngegambarin sukses besarnya budaya populer asal Korea Selatan yang nembus batas negara dan nyebar ke seluruh penjuru dunia—termasuk Indonesia, tentunya!
Uniknya, gelombang ini bukan cuma soal demam musik doang, guys. Hallyu itu ibarat paket komplit yang ngebawa budaya, gaya hidup, sampai tren digital langsung ke layar handphone kita.
Apa aja sih isinya?
.jpg)
(Gelombang Korea atau Hallyu mendunia lewat budaya populer, dongkrak ekonomi, pariwisata, serta pengaruh global yang kuat. Foto: Ilustrasi/Dok. Generate AI)
Kalau diulik lebih dalam, Hallyu itu punya beberapa "pilar" utama yang bikin kita betah stan seharian:
1. K-Pop
Musik candu dengan koreografi clean, visual member yang paripurna, dan konsep album yang estetik abis.
2. K-Drama & K-Movie
Tontonan yang jago banget bikin kita rollercoaster emosi—dari ikutan nangis bombay, ketawa ngakak, sampai salting sendiri gara-gara adegan rom-com.
3. K-Beauty & Fashion
Standar skincare goals (kayak glass skin) dan style ootd ala idol yang langsung jadi kiblat fashion global.
4. K-Food
Siapa yang sering ngiler liat tteokbokki, jajangmyeon, atau mukbang ramyeon di drakor? Kuliner mereka sukses jadi comfort food banyak orang!
Kok bisa se-nge-hits itu?
Usut punya usut, melejitnya Hallyu ini gak instan, lho. Pemerintah Korsel bener-bener support industri kreatif mereka secara serius dari dulu.
Ditambah lagi, strategi marketing digital mereka jago banget manfaatin media sosial kayak YouTube, TikTok, dan Twitter.
Jadi, konten-konten mereka gampang banget viral dan ngena banget ke jiwa anak muda. Intinya, Hallyu sukses ngebuktiin kalau budaya lokal bisa dikemas dengan cara modern, keren, dan relatable banget sama anak muda global.
Bonus kamus bahasa Korea:
Kata:
- halo = annyeonghaseyo (bentuk standar dan sopan yang bisa digunakan kepada siapa saja, orang yang lebih tua, atau orang yang belum terlalu akrab).
- halo = annyeong (bentuk santai atau informal yang hanya boleh dipakai kepada teman sebaya, anak-anak, atau orang yang sudah sangat dekat).
- halo = annyeonghasimnikka (bentuk sangat formal yang biasa dipakai dalam situasi resmi, militer, atau pekerjaan profesional).
(Visit Korea. Video: Dok. YouTube Visit Korea)
(TIN)