INTERIOR

Perhatikan 7 Hal Penting Ini Sebelum Buat Tangga

Mia Vale
Minggu 12 September 2021 / 08:00
Jakarta: Keberadaan tangga di dalam rumah sudah biasa didapati. Namun, bagaimana bila tangga itu tampak seperti 'menunggu' untuk terjadi kecelakaan.  

Apa yang bisa dilakukan untuk menciptakan tangga yang aman, fungsional, dan indah di semua ruang? Berikut adalah beberapa pertimbangan utama bagaimana cara membuat tangga di rumah yang aman dilansir dari Meccinteriors.
 

1. Jarak anak tangga


Banyak pembangun rumah menggunakan ketinggian hingga 7¾ inci, yang merupakan persyaratan yang dinyatakan dalam International Residential Code 2015 (IRC). Namun dalam pengaturan komersial, seperti gedung perkantoran dan lingkungan ritel, kodenya berubah. 

Untuk keamanan, kenaikan dibatasi hingga 7 inci (dan berjalan hingga 11 inci). Dengan kata lain, anak tangganya tidak terlalu tinggi atau curam. Jarak yang lebih rendah lebih mudah diakses oleh orang-orang dari segala usia dan kemampuan. 
 

2. Sesuai dengan ukuran tapak kaki


Bagi orang yang memiliki tapak kaki agak kecil, pijakan tangga yang tidak terlalu lebar, tidak masalah. Tapi lain halnya untuk orang dengan tapak kaki besar, sudah pasti sebagian kaki mereka menggantung di tepi tangga. 

Untuk orang dengan kaki yang lebih besar untuk mengakses seluruh tapak, mereka harus meletakkan kaki mereka pada suatu sudut. Agar anak tangga kamu aman, buatlah pijakan sedikit lebih lebar agar ketika orang menaikinya, jadi lebih aman.
 

3. Tambahkan dua pagar di sisi tangga


Banyak dari kita tidak benar-benar memegang pagar. Sebaliknya, kita mengabaikannya atau mengarahkan jari kita ke bawah. Pagar lebih merupakan jaring pengaman. 

Orang yang tidak kidal mungkin memegang pagar untuk naik, tetapi tidak turun (dan sebaliknya) karena itu bukan tangan dominan mereka. Dua pagar memberikan keamanan tambahan untuk semua orang di kedua arah. 


tangga
(Kamu bisa memasang lampu di langit-langit atas tangga, atau lampu malam sensor gerak (otomatis) di sekitar tangga agar lebih aman, apalagi saat malam hari. Foto: Ilustrasi/Pexels.com)
 

4. Tingkatkan pencahayaan 


Menuruni tangga adalah salah satu hal paling berbahaya yang kita lakukan di rumah. Dan pencahayaan yang buruk sering menjadi penyebab utama tersandung atau jatuh. Ada banyak cara untuk menerangi tangga. Kamu bisa memasang lampu di langit-langit atas tangga, atau lampu malam sensor gerak (otomatis).

Pilihan bagus lainnya adalah memanfaatkan pencahayaan tali LED. Gunakan pegangan tangan yang terang. Lampu dapat disematkan di dasar anak tangga atau diselipkan di bawah karpet pijakan. 
 

5. Pegangan rel 


Apa gunanya pegangan jika kamu tidak bisa memegangnya? Rata-rata orang harus bisa melingkarkan jari-jari di sekitarnya untuk memegang erat-erat. Dan pagar utama tidak boleh dipasang di bawah ketinggian 34 inci.
 

6. Faktor slip


Tangga kayu atau batu terlihat bagus dan sangat mudah dibersihkan. Tetapi dalam banyak kasus, mereka juga licin, terutama jika lembap atau basah. 

Jika kamu menyukai tampilan kayu atau batu, tambahkan karpet runner. Karpet menawarkan cengkeraman permukaan serta kejatuhan yang lebih empuk, meminimalkan kemungkinan cedera.
 

7. Dapat Diprediksi 


IRC menyatakan bahwa semua anak tangga dan semua tapak harus berada dalam jarak inci satu sama lain. Ini mungkin terdengar tidak penting, tetapi tubuh kita akan mengenali jika beberapa langkah tidak konsisten. 

Meskipun kamu mungkin berpikir inkonsistensi bukanlah masalah di rumah, lihatlah anak tangga atas dan bawah. Jangan sampai tangga tersebut memakan korban keluarga kamu. 



Hi Sobat Medcom, terima kasih sudah menjadikan Medcom.id sebagai referensi terbaikmu. Kami ingin lebih mengenali kebutuhanmu. Bantu kami mengisi angket ini yuk https://tinyurl.com/MedcomSurvey2021 dan dapatkan saldo Go-Pay/OVO @Rp50 ribu untuk 20 pemberi masukan paling berkedan. Salam hangat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News

(TIN)

MOST SEARCH