GADGET TALK
Biar AI Nggak Cuma Wacana, Ini Strategi Biar Cepat Terpakai
A. Firdaus
Kamis 26 Februari 2026 / 15:12
- Indonesia sebenarnya memiliki fondasi inovasi AI yang kuat.
- AI marketspace menjadi katalis yang memungkinkan seluruh proses berjalan.
- Implementasi strategi tersebut diwujudkan melalui Lintasarta AI Marketspace Universe.
Jakarta: Adopsi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) di Indonesia terus meningkat di berbagai sektor. Namun, di balik peluang besar tersebut, tak sedikit perusahaan yang menghadapi tantangan saat ingin mengintegrasikan AI ke sistem operasional mereka.
Mulai dari kompleksitas integrasi dengan sistem yang sudah ada, keterbatasan infrastruktur, proses implementasi yang memakan waktu, hingga isu keamanan dan kedaulatan data, menjadi hambatan yang kerap memperlambat transformasi digital.
Menjawab tantangan itu, Lintasarta menegaskan komitmennya sebagai penyedia solusi digital terintegrasi yang berfokus pada kebutuhan industri, bukan sekadar penyedia platform teknologi.
Head of Industry Solution Lintasarta, Nurendrantoro, menyebut Indonesia sebenarnya memiliki fondasi inovasi AI yang kuat. Namun, agar dampaknya optimal, dibutuhkan wadah yang mampu mengintegrasikan solusi, memperkuat kolaborasi ekosistem, serta memastikan keamanan data dan percepatan implementasi.
“AI marketspace menjadi katalis yang memungkinkan seluruh proses berjalan lebih sederhana dan efisien,” ujarnya dalam keterangan resmi, Rabu, 19 Februari 2026.
Menurutnya, model AI marketspace memungkinkan solusi diintegrasikan, diimplementasikan, dan diskalakan dalam satu ekosistem yang terstandardisasi dan aman. Dengan begitu, industri dapat mengurangi kompleksitas teknis sekaligus mempercepat time-to-value.
Sebagai langkah konkret, Lintasarta menghadirkan pendekatan berbasis 4C yang terdiri dari Connectivity, Cloud, Cybersecurity, dan Collaboration. Keempat fondasi ini dirancang untuk memastikan solusi AI dapat diimplementasikan secara lebih cepat, aman, dan terukur.
Implementasi strategi tersebut diwujudkan melalui Lintasarta AI Marketspace Universe (LAMPU), sebuah ekosistem yang mengorkestrasi berbagai solusi digital dan AI dalam satu platform terintegrasi. Layanan yang tersedia mencakup Software as a Service (SaaS), compute services, API services, data services, cybersecurity, connectivity, hingga AI dan analytics.
Melalui pendekatan ini, fokus utama tetap pada penyediaan solusi yang relevan dan berdampak nyata bagi kebutuhan bisnis industri.
Indonesia dinilai memiliki potensi besar menjadi kekuatan AI regional, didukung pertumbuhan ekonomi digital, penetrasi teknologi yang terus meningkat, serta talenta digital yang berkembang.
Dengan pendekatan AI marketspace, Lintasarta memposisikan diri sebagai enabler sekaligus ecosystem builder dalam perjalanan transformasi AI nasional. Langkah ini diharapkan dapat mempercepat akselerasi AI sekaligus mendukung visi Indonesia Emas 2045.
Transformasi digital bukan lagi soal wacana, melainkan tentang bagaimana solusi dapat diimplementasikan secara nyata, aman, dan memberi dampak langsung bagi industri.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
(FIR)
Mulai dari kompleksitas integrasi dengan sistem yang sudah ada, keterbatasan infrastruktur, proses implementasi yang memakan waktu, hingga isu keamanan dan kedaulatan data, menjadi hambatan yang kerap memperlambat transformasi digital.
Menjawab tantangan itu, Lintasarta menegaskan komitmennya sebagai penyedia solusi digital terintegrasi yang berfokus pada kebutuhan industri, bukan sekadar penyedia platform teknologi.
Tantangan Implementasi AI di Industri
Head of Industry Solution Lintasarta, Nurendrantoro, menyebut Indonesia sebenarnya memiliki fondasi inovasi AI yang kuat. Namun, agar dampaknya optimal, dibutuhkan wadah yang mampu mengintegrasikan solusi, memperkuat kolaborasi ekosistem, serta memastikan keamanan data dan percepatan implementasi.
“AI marketspace menjadi katalis yang memungkinkan seluruh proses berjalan lebih sederhana dan efisien,” ujarnya dalam keterangan resmi, Rabu, 19 Februari 2026.
Menurutnya, model AI marketspace memungkinkan solusi diintegrasikan, diimplementasikan, dan diskalakan dalam satu ekosistem yang terstandardisasi dan aman. Dengan begitu, industri dapat mengurangi kompleksitas teknis sekaligus mempercepat time-to-value.
Strategi 4C: Connectivity, Cloud, Cybersecurity, Collaboration
Sebagai langkah konkret, Lintasarta menghadirkan pendekatan berbasis 4C yang terdiri dari Connectivity, Cloud, Cybersecurity, dan Collaboration. Keempat fondasi ini dirancang untuk memastikan solusi AI dapat diimplementasikan secara lebih cepat, aman, dan terukur.
Implementasi strategi tersebut diwujudkan melalui Lintasarta AI Marketspace Universe (LAMPU), sebuah ekosistem yang mengorkestrasi berbagai solusi digital dan AI dalam satu platform terintegrasi. Layanan yang tersedia mencakup Software as a Service (SaaS), compute services, API services, data services, cybersecurity, connectivity, hingga AI dan analytics.
Melalui pendekatan ini, fokus utama tetap pada penyediaan solusi yang relevan dan berdampak nyata bagi kebutuhan bisnis industri.
Menuju Indonesia Emas 2045
Indonesia dinilai memiliki potensi besar menjadi kekuatan AI regional, didukung pertumbuhan ekonomi digital, penetrasi teknologi yang terus meningkat, serta talenta digital yang berkembang.
Dengan pendekatan AI marketspace, Lintasarta memposisikan diri sebagai enabler sekaligus ecosystem builder dalam perjalanan transformasi AI nasional. Langkah ini diharapkan dapat mempercepat akselerasi AI sekaligus mendukung visi Indonesia Emas 2045.
Transformasi digital bukan lagi soal wacana, melainkan tentang bagaimana solusi dapat diimplementasikan secara nyata, aman, dan memberi dampak langsung bagi industri.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(FIR)