FITNESS & HEALTH

Beberapa Tes yang Perlu Dijalani Pasien Penyakit Ginjal Kronik

Raka Lestari
Sabtu 19 Februari 2022 / 06:16
Jakarta: Salah satu gangguan yang sering terjadi pada ginjal adalah penyakit ginjal kronik. Penyakit ini bisa menyebabkan perburukan jika tidak ditangani dengan baik. Pada kondisi lanjut, pasien bisa sangat bergantung pada prosedur cuci darah atau hemodialisis.

Menurut dr. Djoko Wibisono, Sp.PD-KGH, Sekjen Indonesian Society of Hypertension (InaSH), berdasarkan Riskesdas 2018, sebanyak 3,8 per 1000 penduduk atau 1.017.260 penduduk Indonesia menderita Penyakit Ginjal Kronik (PGK).

Dari total seluruh penduduk Indonesia yang menderita Penyakit Ginjal Kronik, 19.3 persen di antaranya menjalani cuci darah (Hemodialisis), yaitu kurang lebih 196.332 penduduk. Penyakit Ginjal Kronik dapat disebabkan karena kelainan struktur atau gangguan fungsi ginjal yang berlangsung lebih dari 3 bulan, dan eLFG < 60ml/mnt yang berlangsung lebih dari 3 bulan dengan atau tanpa disertai kerusakan ginjal.

Menurut dr. Djoko, penderita diabetes dan hipertensi perlu secara berkala melakukan deteksi fungsi ginjal untuk mengendalikan kerusakan ginjal. Penurunan fungsi ginjal akibat Penyakit Ginjal Kronik dapat diperlambat dengan terapi medis, perubahan gaya hidup, dan melakukan konsultasi dengan dokter.

Untuk memastikan kondisi ginjal seseorang terdapat beberapa tes yang bisa dilakukan yaitu:

- Tes darah (menilai kinerja ginjal dengan melihat kadar limbah dalam).
- Tes darah (ureum, kreatinin).
- Tes urine (mengetahui kadar protein, rasio albumin dan kreatinin dalam urine).
- Imaging untuk melihat struktur dan ukuran ginjal (USG, MRI, CT Scan).
- Biopsi ginjal (dilakukan dengan mengambil sampel kecil dari jaringan ginjal, kemudian  dianalisis untuk menentukan penyebab kerusakan ginjal).

“Penyakit Ginjal Kronik dapat diatasi/diobati dan Penyakit Ginjal Kronik bukan akhir segalanya. Kualitas hidup pasien Penyakit Ginjal Kronik dapat menyamai kualitas hidup orang sehat,” kata dr. Djoko.

PGK dapat dicegah dengan 7 golden rules:

- Pola hidup sehat (makan sehat, olahraga, tidak merokok dan mengonsumsi alkohol).
- Tidak mengonsumsi obat-obatan tanpa anjuran dokter.
- Medical Check Up (mengetahui fungsi ginjal)

“Orang dengan tekanan darah tinggi, atau kadar gula tinggi perlu evaluasi lebih lanjut karena kontrol hipertensi dan diabetes adalah faktor kunci pencegahan PGK,” tutup dr. Djoko.

Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News

(FIR)

MOST SEARCH