FITNESS & HEALTH

3 Bahaya Mengonsumsi Telur Bebek

Kumara Anggita
Kamis 15 Oktober 2020 / 16:12
Jakarta: Telur bebek adalah makanan yang lembut, enak, dan membawa banyak manfaat bagi kesehatan. Kendati demikian, tidak semua orang bisa menikmatinya karena makanan ini juga bisa membahayakan.

Berikut bahaya dari telur bebek seperti dilansir Healthline:
 

1. Alergi


Protein telur adalah alergen yang umum. Ini adalah salah satu alergi makanan yang paling umum dialami bayi dan anak-anak.

Gejala alergi telur dapat berkisar dari ruam kulit hingga gangguan pencernaan, muntah, atau diare. Dalam kasus yang parah, alergi makanan dapat menyebabkan anafilaksis, yang dapat memengaruhi pernapasan Anda dan mengancam jiwa.

Protein dalam telur bebek dan ayam serupa tetapi tidak identik, dan ada kasus orang yang mengalami respons alergi terhadap satu jenis telur, tetapi tidak pada yang lain. Jadi, bahkan jika kamu punya alergi dengan telur ayam belum tentu juga alergi dengan telur bebek.
 

2. Penyakit jantung


Telur bebek cukup tinggi kolesterolnya, tetapi sebagian besar penelitian sepakat bahwa kolesterol dalam kuning telur tidak meningkatkan risiko penyakit jantung pada orang sehat.

Kuning telur telah terbukti meningkatkan kadar kolesterol LDL (buruk) pada beberapa orang. Kendati demikian, kuning telur lebih sering meningkatkan kolesterol HDL (baik) juga.

Namun, karena kandungan kolesterol tinggi, telur bebek mungkin tidak aman untuk semua orang. Terutama jika kamu punya penyakit diabetes atau riwayat keluarga dengan penyakit jantung.

Beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa kolin dalam kuning telur mungkin merupakan faktor risiko lain untuk penyakit jantung. Bakteri di ususmu mengubah kolin menjadi senyawa yang disebut trimethylamine N-oxide (TMAO).

Beberapa penelitian telah menghubungkan kadar TMAO dalam darah yang lebih tinggi dengan peningkatan risiko penyakit jantung. Orang yang makan diet tinggi lemak menghasilkan lebih banyak TMAO.

Namun, tidak jelas apakah TMAO merupakan faktor risiko itu sendiri. Atau apakah keberadaannya merupakan indikator risiko penyakit jantung.
 

Keamanan


Keamanan pangan dan khususnya risiko penyakit bawaan makanan seperti salmonellosis dari bakteri Salmonella sering menjadi perhatian pada telur. Wabah infeksi Salmonella akibat memakan telur bebek pernah dikabarkan, termasuk wabah yang meluas pada 2010 di Inggris dan Irlandia. Di beberapa bagian Thailand, logam berat tingkat tinggi bahkan telah terdeteksi pada telur bebek.

Hal ini membuat bayi, anak-anak, perempuan hamil, orang dewasa yang lebih tua, dan siapa pun dengan sistem kekebalan tubuh yang rendah, agar lebih ekstra hati-hati dalam mengonsumsinya. Tujuannya biar risikotertular Salmonella bisa diminimalisir. Dalam artian, kamu sebaiknya menghindari telur yang kurang matang.

Itulah bahaya dari telur bebek. Pastikan kamu mengonsumsinya dengan kondisi yang tepat tanpa penyakit atau alergi bawaan.
(FIR)

MOST SEARCH