FITNESS & HEALTH

Punya Penyakit Katup Jantung? Bedah Minimal Invasif Ini Jadi Solusi

Aulia Putriningtias
Kamis 13 Agustus 2026 / 15:37
Ringkasnya gini..
  • Penyakit katup jantung merupakan salah satu masalah kesehatan yang masih terus dihadapi di Indonesia.
  • Namun, masih banyak yang tidak menyadarinya.
  • Kesadaran masyarakat terhadap penyakit katup jantung masih menjadi perhatian.
Bali: Penyakit katup jantung merupakan salah satu masalah kesehatan yang masih terus dihadapi di Indonesia. Namun, masih banyak yang tidak menyadarinya.

Menurut dr. I Dewa Gde Dwi Sumajaya, M.Biomed, Sp.JP(K), FIHA, FICA, selaku Konsultan Intervensi Jantung SCVC BALI, kesadaran masyarakat terhadap penyakit katup jantung masih menjadi perhatian.

Penyakit katup jantung adalah kondisi ketika satu atau lebih dari empat katup jantung (aorta, mitral, trikuspid, dan pulmonal) tidak dapat membuka atau menutup dengan sempurna. Hal ini dapat mengganggu aliran darah normal di dalam jantung. 

Kebocoran katup mitral dapat berkembang secara perlahan dan gejalanya kerap dianggap sebagai bagian dari proses penuaan atau kelelahan biasa. Padahal, ada beberapa keluhan yang tampak biasa, justru diharuskan diperiksa.

"Masih banyak masyarakat yang menganggap kelainan katup jantung cukup ditangani dengan obat. Padahal, obat pada dasarnya membantu mengendalikan gejala dan kondisi pasien, tidak untuk memperbaiki struktur katup yang mengalami kebocoran," kata dr. Suma kepada tim Medcom.id

"Karena itu, apabila seseorang memiliki keluhan seperti mudah lelah, sesak, atau kaki membengkak, terutama pada usia lanjut sebaiknya dilakukan pemeriksaan jantung lebih lanjut agar kondisi dapat iketahui dan ditangani sedini mungkin," jelas dr. Suma.
 

Mengenali prosedur M-TEER sebagai bedah minimal invasif untuk penyakit katup jantung


Sapporo Cardio Vascular Clinic (SCVC BALI), pusat layanan kardiovaskular yang merupakan bagian dari Hong Kong Asia Medical Group (HKAMG), kembali memperluas layanan advanceo cardiovascular care di Bali. 

Kali ini, SCVC BALI berhasi| melaksanakan tindakan Mitral Transcatheter Edge-to-Edge Repair (M-TEER) pertama di Bali International Hospital (BIH). 



Prosedur ini meniadi salah satu layanan advanced structural heart untuk menangani pasien dengan mitral regurgitation (MR) atau kebocoran katup mitral melalui pendekatan minimal invasif tanpa operasi jantung terbuka.


M-TEER merupakan prosedur minimal invasif untuk memperbaiki kebocoran katup mitral dengan menggunakan kateter yang dimasukkan melalui pembuluh darah, umumnya melalui area pangkal paha menuju jantung. 

Berbeda dengan operasi jantung terbuka yang memerlukan sayatan pada dada, prosedur ini dilakukan tanpa membuka tulang dada. Dengan menggunakan perangkat khusus, dokter melakukan edge-to-edge repair dengan mendekatkan bagian daun katup mitral yang mengalami kebocoran sehingga aliran darah yang kembali ke ruang jantung dapat dicegah.

Tindakan ini dilakukan pada 2 Agustus 2026 oleh dr. I Dewa Gde Dwi Sumajaya, M.Biomed, Sp.JP(K), FIHA, FICA, bersama dr. Ni Made Avu Wulan Sari, M.Biomed Sp.JP(K) selaku Subspesialis Ekokardiograf SCVC BALI.

Tindakan ini juga spesial karena berkolaborasi dengan dokter internasional. Tentunya termasuk Prof. Lam Yat Yin dari Hong Kong dan Prof. Su Xi dari Tiongkok.

Dalam kasus ini, pasien merupakan laki-laki berusia 68 tahun dengan mitral regurgitation berat akibat proses degeneratif. Pasien telah mengalami gejala gaga jantung, termasuk pembengkakan pada kaki. 

"Keberhasilan tindakan ini tidak hanya ditentukan oleh perangkat yang digunakan, tetapi juga oleh ketepatan perencanaan dan koordinasi tim selama prosedur. Setiap tahapan tindakan juga membutuhkan panduan secara langsung dan keputusan yang presisi," jelas dr. Suma.

Tindakan M-TEER dilakukan dengan durasi kurang dari dua jam. Menggunakan ekokardiografi transesofageal, dokter dipandu secara real time untuk menentukan posisi perangkat.

Selain itu, juga memastikan penjepitan katup dilakukan dengan tepat, serta mengevaluasi secara langsung apakah kebocoran sudah berkurang secara optimal. Proses pemulihan pun berlangsung lebih cepat.


Kehadiran layanan seperti M-TEER diharapkan dapat mendukung pengembangan kapasitas layanan cardiovascular care berstandar internasional di Indonesia.

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(FIR)

MOST SEARCH