FITNESS & HEALTH
Tak Cuma soal Lancar, Saluran Pencernaan Juga Berhubungan dengan Perkembangan Otak Anak
Aulia Putriningtias
Jumat 11 September 2026 / 18:10
- Kondisi kesehatan pencernaan sejak usia dini turut menjadi bagian yang penting dalam mendukung tumbuh kembang anak secara menyeluruh.
- Bayi yang lahir melalui persalinan normal memperoleh paparan terhadap mikroorganisme yang berasal dari ibu selama proses kelahiran.
- GIC pun akan berfokus pada empat area utama.
Jakarta: Pada masa anak-anak sangat penting untuk memberikan perhatian penuh terhadap kesehatan. Salah satunya adalah saluran pencernaan.
Kabar menariknya, saluran cerna tidak hanya berfungsi untuk mencerna makanan, loh! Organ ini juga berperan dalam menyerap nutrisi, mendukung perkembangan sistem imun, serta memiliki hubungan dengan otak.
Hal ini melalui mekanisme yang dikenal sebagai gut-brain axis atau poros usus-otak. Dalam hal ini, kondisi kesehatan pencernaan sejak usia dini turut menjadi bagian yang penting dalam mendukung tumbuh kembang anak secara menyeluruh.
Menurut Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi Konsultan Fetomaternal, dr. Febriansyah Darus, Sp.OG, Subsp.KFm, perhatian terhadap kesehatan saluran cerna semakin relevan mengingat tiga tahun pertama kehidupan adalah periode yang sangat penting bagi perkembangan mikrobiota usus.
Pada masa tersebut, mikroorganisme di dalam usus berkembang bersamaan dengan proses pematangan saluran cerna dan sistem imun anak. Pembentukan mikrobiota pun juga tidak terjadi secara tiba-tiba setelah bayi lahir. Prosesnya sudah berkaitan dengan berbagai faktor sejak masa kehamilan hingga periode setelah kelahiran.
"Nutrisi ibu selama hamil, metode persalinan, pemberian ASI, serta pemenuhan kebutuhan nutrisi anak setelah lahir merupakan rangkaian faktor yang dapat saling memengaruhi kesehatan ibu dan anak," kata dr. Febriansyah dalam acara konferensi pers Gut and Immunity Council atau GIC, di Jakarta, Rabu, 9 September.
"Dengan demikian, perhatian terhadap kesehatan saluran cerna sebaiknya dimulai sedini mungkin," lanjutnya.
Dokter Spesialis Anak Konsultan Gastrohepatologi Dr. dr. Andy Darma Sp.A Subsp.GH(K) turut menjelaskan bahwa kondisi psikologis dan fungsi otak juga dapat memengaruhi fungsi saluran cerna.
Hubungan yang kompleks ini menunjukkan bahwa kesehatan saluran cerna tidak hanya penting bagi kesehatan fisik. Namun, juga berperan dalam mendukung tumbuh kembang anak secara menyeluruh.
Ia melanjutkan bahwa usus dapat menghasilkan sejumlah neurotransmitter penting salah satunya serotonin yang dapat memberikan rasa nyaman di otak.
"Jadi tadi yang dibilang kan kalau kenyang anak menjadi tenang, dan itu memang benar. Tapi kalau (terlalu) kekenyangan kan enggak bagus, ya," kata dr. Andy.
Menurut dr. Andy, bayi yang lahir melalui persalinan normal memperoleh paparan terhadap mikroorganisme yang berasal dari ibu selama proses kelahiran. Paparan tersebut ikut berkontribusi dalam pembentukan komunitas mikrobiota usus pada masa awal kehidupan.
Namun, bayi yang lahir melalui operasi caesar tidak mendapatkan paparan dengan pola yang sama. Kondisi ini dapat membuat komposisi awal mikrobiota mereka berbeda dibandingkan bayi yang lahir secara normal.
Salah satu kelompok bakteri yang mendapat perhatian dalam proses tersebut adalah Bifidobacterium. Bakteri ini diketahui memiliki kaitan dengan perkembangan ekosistem saluran cerna dan pematangan sistem imun.
"Yang menjadi perhatian adalah bagaimana menjaga keseimbangan dan keragaman mikrobiota selama periode awal kehidupan agar fungsi saluran cerna dan sistem imun dapat berkembang dengan baik," jelasnya.
Gut and Immunity Council (GIC) pun berdiri sebagai platform ilmiah yang mempertemukan berbagai pakar multidisiplin. Hal ini untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran mengenai mikrobiota usus, kesehatan saluran cerna, imunitas, dan peran biotik di Indonesia.
GIC pun akan berfokus pada empat area utama. Mulai dari kesehatan saluran cerna, imunitas, biotik untuk kondisi khusus, dan advokasi biotik. Dr. Andy mengatakan bahwa GIC hadir sebagai platform ilmiah multidisiplin yang mendorong pertukaran pengetahuan, diskusi berbasis bukti, dan kolaborasi lintas bidang.
Joris Bernard, CEO Danone Specialized Nutrition Indonesia, mengatakan bahwa pembentukan GIC juga menjadi bagian dari rangkaian peringatanWorld Microbiome Day. Setiap tahunnya peringatan ini menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran mengenai pentingnya mikrobioma dan dalam mendukung kesehatan.
"Kami berkomitmen untuk mendukung berbagai inisiatif berbasis bukti ilmiah dan kolaborasi dengan para ahli untuk meningkatkan kesehatan masyarakat Indonesia," imbuhnya.
(FIR)
Kabar menariknya, saluran cerna tidak hanya berfungsi untuk mencerna makanan, loh! Organ ini juga berperan dalam menyerap nutrisi, mendukung perkembangan sistem imun, serta memiliki hubungan dengan otak.
Hal ini melalui mekanisme yang dikenal sebagai gut-brain axis atau poros usus-otak. Dalam hal ini, kondisi kesehatan pencernaan sejak usia dini turut menjadi bagian yang penting dalam mendukung tumbuh kembang anak secara menyeluruh.
Menurut Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi Konsultan Fetomaternal, dr. Febriansyah Darus, Sp.OG, Subsp.KFm, perhatian terhadap kesehatan saluran cerna semakin relevan mengingat tiga tahun pertama kehidupan adalah periode yang sangat penting bagi perkembangan mikrobiota usus.
Pada masa tersebut, mikroorganisme di dalam usus berkembang bersamaan dengan proses pematangan saluran cerna dan sistem imun anak. Pembentukan mikrobiota pun juga tidak terjadi secara tiba-tiba setelah bayi lahir. Prosesnya sudah berkaitan dengan berbagai faktor sejak masa kehamilan hingga periode setelah kelahiran.
"Nutrisi ibu selama hamil, metode persalinan, pemberian ASI, serta pemenuhan kebutuhan nutrisi anak setelah lahir merupakan rangkaian faktor yang dapat saling memengaruhi kesehatan ibu dan anak," kata dr. Febriansyah dalam acara konferensi pers Gut and Immunity Council atau GIC, di Jakarta, Rabu, 9 September.
"Dengan demikian, perhatian terhadap kesehatan saluran cerna sebaiknya dimulai sedini mungkin," lanjutnya.
Dokter Spesialis Anak Konsultan Gastrohepatologi Dr. dr. Andy Darma Sp.A Subsp.GH(K) turut menjelaskan bahwa kondisi psikologis dan fungsi otak juga dapat memengaruhi fungsi saluran cerna.
Hubungan yang kompleks ini menunjukkan bahwa kesehatan saluran cerna tidak hanya penting bagi kesehatan fisik. Namun, juga berperan dalam mendukung tumbuh kembang anak secara menyeluruh.
Ia melanjutkan bahwa usus dapat menghasilkan sejumlah neurotransmitter penting salah satunya serotonin yang dapat memberikan rasa nyaman di otak.
"Jadi tadi yang dibilang kan kalau kenyang anak menjadi tenang, dan itu memang benar. Tapi kalau (terlalu) kekenyangan kan enggak bagus, ya," kata dr. Andy.
Perbedaan mikrobiota karena proses persalinan
Menurut dr. Andy, bayi yang lahir melalui persalinan normal memperoleh paparan terhadap mikroorganisme yang berasal dari ibu selama proses kelahiran. Paparan tersebut ikut berkontribusi dalam pembentukan komunitas mikrobiota usus pada masa awal kehidupan.
Namun, bayi yang lahir melalui operasi caesar tidak mendapatkan paparan dengan pola yang sama. Kondisi ini dapat membuat komposisi awal mikrobiota mereka berbeda dibandingkan bayi yang lahir secara normal.
Salah satu kelompok bakteri yang mendapat perhatian dalam proses tersebut adalah Bifidobacterium. Bakteri ini diketahui memiliki kaitan dengan perkembangan ekosistem saluran cerna dan pematangan sistem imun.
"Yang menjadi perhatian adalah bagaimana menjaga keseimbangan dan keragaman mikrobiota selama periode awal kehidupan agar fungsi saluran cerna dan sistem imun dapat berkembang dengan baik," jelasnya.
GIC sebagai platform multidisiplin
Gut and Immunity Council (GIC) pun berdiri sebagai platform ilmiah yang mempertemukan berbagai pakar multidisiplin. Hal ini untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran mengenai mikrobiota usus, kesehatan saluran cerna, imunitas, dan peran biotik di Indonesia.
GIC pun akan berfokus pada empat area utama. Mulai dari kesehatan saluran cerna, imunitas, biotik untuk kondisi khusus, dan advokasi biotik. Dr. Andy mengatakan bahwa GIC hadir sebagai platform ilmiah multidisiplin yang mendorong pertukaran pengetahuan, diskusi berbasis bukti, dan kolaborasi lintas bidang.
Joris Bernard, CEO Danone Specialized Nutrition Indonesia, mengatakan bahwa pembentukan GIC juga menjadi bagian dari rangkaian peringatanWorld Microbiome Day. Setiap tahunnya peringatan ini menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran mengenai pentingnya mikrobioma dan dalam mendukung kesehatan.
"Kami berkomitmen untuk mendukung berbagai inisiatif berbasis bukti ilmiah dan kolaborasi dengan para ahli untuk meningkatkan kesehatan masyarakat Indonesia," imbuhnya.
(FIR)