FITNESS & HEALTH
Ingin Awet Muda? Ini Kebiasaan Makan yang Picu Penuaan Dini
Fatha Annisa
Senin 09 Februari 2026 / 18:23
Jakarta: Penuaan bukan hanya soal bertambahnya usia, tetapi juga dipengaruhi oleh apa yang kamu konsumsi setiap hari.
Pola makan sehari-hari tidak hanya berpengaruh pada berat badan atau risiko penyakit, tetapi juga menentukan seberapa cepat tubuh mengalami proses penuaan. Tanpa disadari, sejumlah kebiasaan makan justru dapat mempercepat munculnya tanda-tanda penuaan.
Apa saja kebiasaan makan yang dapat mempercepat munculnya tanda penuaan? Melansir berbagai sumber, berikut ini daftarnya:
Penelitian yang dipublikasikan di Age and Ageing menemukan bahwa setiap peningkatan 10% dalam konsumsi makanan ultra-processed dapat membuat tubuh tampak sekitar 2,4 bulan lebih tua secara biologis dibanding usia aslinya.
Selain itu, studi lain menunjukkan bahwa makanan ultra-processed sering rendah nutrisi penting dan tinggi gula, garam, serta lemak tidak sehat. Kondisi tersebut berkontribusi pada inflamasi dan stres oksidatif, dua proses yang mempercepat kerusakan sel dan penuaan.
AGEs membuat kolagen dan elastin pada kulit menjadi kaku dan kurang elastis, yang bisa mempercepat keriput dan tanda penuaan kulit. Sementara penelitian lain menunjukkan bahwa konsumsi gula berlebih dikaitkan dengan penuaan epigenetik, perubahan pada DNA yang berhubungan dengan penuaan sel.
Sebuah studi yang melibatkan kembar menunjukkan bahwa mereka yang mengikuti pola makan tidak seimbang ini cenderung menunjukkan tanda penuaan sel lebih cepat daripada yang makan lebih banyak sayur dan buah.
Studi ilmiah dalam jurnal Nutrients menunjukkan bahwa pola makan seperti ini memperburuk akumulasi sel tua dan mendorong kondisi penuaan pada berbagai organ.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
(PRI)
Pola makan sehari-hari tidak hanya berpengaruh pada berat badan atau risiko penyakit, tetapi juga menentukan seberapa cepat tubuh mengalami proses penuaan. Tanpa disadari, sejumlah kebiasaan makan justru dapat mempercepat munculnya tanda-tanda penuaan.
Apa saja kebiasaan makan yang dapat mempercepat munculnya tanda penuaan? Melansir berbagai sumber, berikut ini daftarnya:
1. Konsumsi Makanan Ultra-Processed
Berdasarkan laman Monash University, konsumsi makanan ultra-processed seperti makanan siap saji, minuman manis, camilan kemasan, mi instan, kue, sosis, dan nugget telah dikaitkan dengan percepatan penuaan biologis.Penelitian yang dipublikasikan di Age and Ageing menemukan bahwa setiap peningkatan 10% dalam konsumsi makanan ultra-processed dapat membuat tubuh tampak sekitar 2,4 bulan lebih tua secara biologis dibanding usia aslinya.
Selain itu, studi lain menunjukkan bahwa makanan ultra-processed sering rendah nutrisi penting dan tinggi gula, garam, serta lemak tidak sehat. Kondisi tersebut berkontribusi pada inflamasi dan stres oksidatif, dua proses yang mempercepat kerusakan sel dan penuaan.
| Baca juga: Rekomendasi Makanan untuk Atasi Resistensi Insulin dan Kapan Waktu Memakannya |
2. Konsumsi Makanan Tinggi Gula
Dilansir The Times of India, terlalu sering mengonsumsi makanan tinggi gula tambahan dan minuman bergula cenderung meningkatkan pembentukan advanced glycation end products (AGEs), yaitu senyawa yang terbentuk ketika gula melekat pada protein seperti kolagen.AGEs membuat kolagen dan elastin pada kulit menjadi kaku dan kurang elastis, yang bisa mempercepat keriput dan tanda penuaan kulit. Sementara penelitian lain menunjukkan bahwa konsumsi gula berlebih dikaitkan dengan penuaan epigenetik, perubahan pada DNA yang berhubungan dengan penuaan sel.
3. Terlalu Sering Konsumsi Daging Merah
Selain ultra-processed, pola makan yang sedikit sayur dan buah serta tinggi daging merah, fast food, dan minuman manis juga dikaitkan dengan percepatan penuaan biologis.Sebuah studi yang melibatkan kembar menunjukkan bahwa mereka yang mengikuti pola makan tidak seimbang ini cenderung menunjukkan tanda penuaan sel lebih cepat daripada yang makan lebih banyak sayur dan buah.
| Baca juga: Rekomendasi Camilan Pagi untuk Mengatasi Sembelit |
4. Nutrisi Tidak Seimbang
Diet tinggi lemak jenuh dan karbohidrat olahan tidak hanya meningkatkan risiko obesitas dan penyakit kronis, tetapi juga bisa mempercepat penuaan seluler melalui stres oksidatif dan peradangan yang berkepanjangan.Studi ilmiah dalam jurnal Nutrients menunjukkan bahwa pola makan seperti ini memperburuk akumulasi sel tua dan mendorong kondisi penuaan pada berbagai organ.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(PRI)