FITNESS & HEALTH
7 Dampak Kerja Shift Malam yang Bisa Pengaruhi Kesehatan Tubuh
Mia Vale
Minggu 28 Juli 2024 / 10:18
Jakarta: Di banyak industri, shift malam merupakan bagian penting dari rutinitas kerja sehari-hari. Bisnis beroperasi sepanjang malam untuk menghasilkan volume sebanyak mungkin dan memenuhi permintaan pasar.
Namun karyawan yang bekerja dengan shift tidak teratur dalam jangka waktu lama dapat menderita berbagai masalah kesehatan.
Bekerja pada shift malam memaksa tubuh kamu bekerja dengan jadwal yang bertentangan dengan ritme sirkadian alaminya. Ingat, menentang apa yang telah ditetapkan oleh alam bukanlah ide yang baik. Terlalu lama atau sering bekerja shift malam bisa memberikan masalah medis tersendiri bagi tubuh kamu.
Dalam paparan kali ini, para ahli dari laman Get Sling mengungkap dampak kerja shift malam dan cara mengatasinya. Inilah pengaruh bekerja shift malam terhadap kesehatan kamu.
Tidur sangat penting untuk kesehatan secara keseluruhan. Saat tertidur, tubuh membuang racun, memperbaiki cedera, dan mengurangi stres. Bekerja pada shift malam mengganggu proses penting tersebut.
Wanita yang bekerja pada malam hari mempunyai risiko yang jauh lebih besar untuk terkena kanker payudara dibandingkan mereka yang hanya bekerja pada siang hari. Dan tidak masalah jika kamu bekerja shift malam secara konsisten atau hanya satu malam dalam seminggu.
.jpg)
(Perubahan pola tidur dapat mempengaruhi tekanan darah dan peredaran darah, meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke, dan masalah kardiovaskular lainnya. Foto: Ilustrasi/Dok. Unsplash.com)
Sebuah studi tahun 2012 di British Medical Journal menyimpulkan bahwa bekerja pada shift malam menyebabkan peningkatan 7 persen kemungkinan seseorang terkena serangan jantung. Studi ini tidak membahas mengapa risikonya lebih besar bagi mereka yang bekerja pada shift malam, namun peneliti berteori bahwa perubahan kebiasaan tidur mempengaruhi tekanan darah dan sirkulasi.
Bekerja pada shift malam juga berdampak buruk pada kesehatan mental, lho. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa risiko depresi dan gangguan mood meningkat ketika kamu bekerja pada shift malam.
Metabolisme tubuh sebagian besar diatur oleh hormon. Hormon leptin, misalnya, memainkan peran penting dalam mengatur berat badan, gula darah, dan kadar insulin. Bekerja pada shift malam mengganggu produksi dan sirkulasi hormon penting ini.
Tidur di siang hari dan bekerja di malam hari meningkatkan risiko obesitas dan diabetes. Pada kasus pekerja shift malam, gangguan ini disebabkan oleh ketidakseimbangan produksi hormon. Bahaya sebenarnya di sini adalah meskipun kamu mengonsumsi makanan sehat, ketidakseimbangan hormon masih dapat menyebabkan obesitas dan diabetes.
Jika bekerja shift malam dalam jangka waktu lama, semua efek yang disebutkan di atas dapat menumpuk dan menyebabkan masalah pencernaan seperti diare dan mag. Hal ini bisa memperparah masalah yang kamu alami dan menyebabkan masalah medis yang lebih serius.
Salah satu cara menjaga kesehatan pekerja shift malam adalah dengan mengatur jadwal aktivitasmu. Bila memungkinkan, coba diskusikan jadwal kerja dengan perusahaan tempat kamu bekerja. Selain itu, kamu juga perlu melakukan perubahan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
(TIN)
Namun karyawan yang bekerja dengan shift tidak teratur dalam jangka waktu lama dapat menderita berbagai masalah kesehatan.
Bekerja pada shift malam memaksa tubuh kamu bekerja dengan jadwal yang bertentangan dengan ritme sirkadian alaminya. Ingat, menentang apa yang telah ditetapkan oleh alam bukanlah ide yang baik. Terlalu lama atau sering bekerja shift malam bisa memberikan masalah medis tersendiri bagi tubuh kamu.
Dalam paparan kali ini, para ahli dari laman Get Sling mengungkap dampak kerja shift malam dan cara mengatasinya. Inilah pengaruh bekerja shift malam terhadap kesehatan kamu.
1. Mengganggu ritme tidur alami
Tidur sangat penting untuk kesehatan secara keseluruhan. Saat tertidur, tubuh membuang racun, memperbaiki cedera, dan mengurangi stres. Bekerja pada shift malam mengganggu proses penting tersebut.
2. Meningkatkan risiko kanker payudara
Wanita yang bekerja pada malam hari mempunyai risiko yang jauh lebih besar untuk terkena kanker payudara dibandingkan mereka yang hanya bekerja pada siang hari. Dan tidak masalah jika kamu bekerja shift malam secara konsisten atau hanya satu malam dalam seminggu.
.jpg)
(Perubahan pola tidur dapat mempengaruhi tekanan darah dan peredaran darah, meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke, dan masalah kardiovaskular lainnya. Foto: Ilustrasi/Dok. Unsplash.com)
3. Berisiko serangan jantung
Sebuah studi tahun 2012 di British Medical Journal menyimpulkan bahwa bekerja pada shift malam menyebabkan peningkatan 7 persen kemungkinan seseorang terkena serangan jantung. Studi ini tidak membahas mengapa risikonya lebih besar bagi mereka yang bekerja pada shift malam, namun peneliti berteori bahwa perubahan kebiasaan tidur mempengaruhi tekanan darah dan sirkulasi.
4. Peningkatan depresi
Bekerja pada shift malam juga berdampak buruk pada kesehatan mental, lho. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa risiko depresi dan gangguan mood meningkat ketika kamu bekerja pada shift malam.
5. Mengubah metabolisme
Metabolisme tubuh sebagian besar diatur oleh hormon. Hormon leptin, misalnya, memainkan peran penting dalam mengatur berat badan, gula darah, dan kadar insulin. Bekerja pada shift malam mengganggu produksi dan sirkulasi hormon penting ini.
6. Obesitas dan diabetes meningkat
Tidur di siang hari dan bekerja di malam hari meningkatkan risiko obesitas dan diabetes. Pada kasus pekerja shift malam, gangguan ini disebabkan oleh ketidakseimbangan produksi hormon. Bahaya sebenarnya di sini adalah meskipun kamu mengonsumsi makanan sehat, ketidakseimbangan hormon masih dapat menyebabkan obesitas dan diabetes.
7. Berisiko masalah pencernaan
Jika bekerja shift malam dalam jangka waktu lama, semua efek yang disebutkan di atas dapat menumpuk dan menyebabkan masalah pencernaan seperti diare dan mag. Hal ini bisa memperparah masalah yang kamu alami dan menyebabkan masalah medis yang lebih serius.
Salah satu cara menjaga kesehatan pekerja shift malam adalah dengan mengatur jadwal aktivitasmu. Bila memungkinkan, coba diskusikan jadwal kerja dengan perusahaan tempat kamu bekerja. Selain itu, kamu juga perlu melakukan perubahan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(TIN)