FITNESS & HEALTH

Tips Aman Melakukan Ibadah Puasa bagi Pasien Diabetes

Raka Lestari
Selasa 19 April 2022 / 10:05
Jakarta: Pada bulan Ramadan seperti sekarang, pasien diabetes tetap dibolehkan untuk melakukan ibadah puasa. Selama ibadah puasanya tersebut tidak memengaruhi kesehatan mereka secara keseluruhan. Asupan makanan dan minuman yang dikonsumsi juga harus menjadi perhatian bagi pasien diabetes.

Prof. Dr. dr. Pradana Soewondo, Sp. PD-KEMD, seorang Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Endokrin Metabolik Diabetes di RSUI menjelaskan bahwa apabila pasien diabetes ingin berpuasa, sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu ke dokter 1-2 bulan sebelumnya.

Pada saat konsultasi tersebut dokter akan mengevaluasi gula darah pasien dan dari hasil evaluasi akan dilakukan pengelompokan mana yg memiliki faktor risiko sangat tinggi, tinggi, sedang, dan ringan.

Kelompok dengan faktor risiko yang sedang dan rendah dapat dianjurkan untuk berpuasa, Kelompok sedang dan rendah ini adalah pasien yang menggunakan obat tablet dan gula darahnya terkontrol. Sedangkan kelompok faktor risiko yang sangat tinggi dan tinggi tidak dianjurkan berpuasa.

Rekomendasi makanan yang dikonsumsi saat berbuka puasa dan sahur pada prinsipnya sama saja dengan hari-hari sebelumnya, hindari makan-makanan manis dan perbanyak serat. 


tips puasa pasien diabetes
(Selama berpuasa, penderita diabetes sebaiknya tetap makan tiga kali sehari, yaitu saat sahur, buka puasa, dan setelah ibadah tarawih. Ini dilakukan supaya kadar gula darah tidak turun lama. Serta jangan makan berlebihan. Foto: Ilustrasi/Pexels.com)


“Konsumsi kurma dan madu juga tidak ada larangan, pasien diabetes dapat mengonsumsi kurma dan madu namun tidak boleh berlebihan,” ujar Prof Pradana.

Salah satu hal yang perlu diperhatikan bagi pasien diabetes jika ingin berpuasa adalah melakukan monitoring yang dapat dilakukan sendiri di rumah ataupun di rumah sakit.

PGDM atau pemantauan gula darah mandiri merupakan pemeriksaan gula darah berkala dengan menggunakan alat glukometer yang dilakukan baik secara mandiri ataupun dibantu oleh keluarga.

“Dalam PGDM bukan hanya memeriksa gula darah saja, namun juga dicatat. Hasil pencatatan tersebut akan berguna untuk dokter untuk digunakan sebagai bahan evaluasi pemberian obat kepada pasien,” ujar Prof Pradana.

Pemeriksaan gula darah dipengaruhi dari kondisi penyakitnya. Apabila kondisi gula darah stabil tidak perlu setiap hari, cukup 2 (dua) kali dalam seminggu. 

Apabila kondisinya kurang baik atau juga dalam kondisi sedang dalam berpuasa seperti saat ini, pemeriksaan gula darah dapat dilakukan lebih sering. Tujuannya pada saat berpuasa ini untuk mencegah agar gula darah tidak turun.

(TIN)

MOST SEARCH