FITNESS & HEALTH

Mengenal Manfaat dan Risiko Asam Lemak Omega-6

Sunnaholomi Halakrispen
Jumat 09 Oktober 2020 / 10:41
Jakarta: Asam lemak omega-6 adalah jenis asam lemak esensial (EFA) yang termasuk dalam keluarga yang sama dengan asam lemak omega-3. EFA merupakan lemak yang dibutuhkan tubuhmu, tetapi tidak dapat dibuat sendiri.

Oleh karena itu, kita harus mendapatkan EFA dengan mengonsumsi makanan yang terkandung atau mengonsumsi suplemen. Selain itu, dikutip dari Medical News Today, lemak omega-6 dan omega-3 termasuk dalam kelompok lemak tak jenuh yang dikenal sebagai asam lemak tak jenuh ganda (PUFA), yang biasanya didapatkan melalui makanan.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa manusia purba mengonsumsi asam lemak omega-6 dan omega-3 dalam jumlah yang sama di makanan mereka. Hal ini pun bermanfaat bagi kesehatan mereka.

Namun saat ini, banyak orang di Amerika Serikat makan jauh lebih banyak omega-6 daripada omega-3. Para peneliti percaya bahwa rasio lemak omega-6 dengan omega-3 dalam makanan khas Barat adalah 20 banding 1 atau lebih tinggi.

Lemak omega-6 biasa ditemukan pada makanan olahan, seperti kue dan kerupuk, serta makanan cepat saji dan gorengan. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa mengonsumsi terlalu banyak lemak omega-6 dapat menyebabkan masalah kesehatan tertentu.

Sebuah studi pada 2018 menemukan hubungan antara asupan makanan yang lebih tinggi dari lemak omega-6. Juga peradangan yang menyebabkan kerusakan jaringan dan penyakit.

The Arthritis Foundation mengatakan bahwa asam lemak omega-6 dapat memicu produksi zat pro-inflamasi tubuh, yang berpotensi memperburuk gejala pada orang dengan artritis. Sementara itu, penelitian lain mengaitkan diet tinggi lemak omega-6 dengan obesitas.

Namun, tidak semua ahli setuju apakah lemak omega-6 berbahaya. Beberapa ahli menyatakan bahwa penelitian manusia tentang obesitas dan asupan omega-6 terbatas dan tidak meyakinkan.

Peneliti lain mengatakan bahwa tidak ada kesimpulan mengenai apakah asam lemak omega-6 menyebabkan atau mencegah peradangan. Hal ini diperlukan lebih banyak uji klinis.

Ada juga beberapa temuan penelitian yang positif. Misalnya, tinjauan terhadap 30 penelitian menemukan bahwa kadar lemak omega-6 yang lebih tinggi dalam tubuh dikaitkan dengan risiko penyakit jantung yang lebih rendah.
(FIR)

MOST SEARCH