Buah dan Sayur Sehat, Kok Berpotensi Mengandung Mikroplastik? Ini Daftarnya
- Penelitian ilmiah menemukan mikroplastik pada sejumlah buah dan sayuran yang diteliti.
- Apel memiliki temuan mikroplastik tertinggi di antara buah, sementara wortel menjadi yang tertinggi di kelompok sayuran.
- Temuan ini berasal dari sampel penelitian dan nggak bisa dianggap mewakili seluruh buah dan sayur di pasaran.
Jakarta: Buah dan sayur memang identik dengan makanan sehat. Tapi ternyata, ada satu hal yang mungkin gak pernah kepikiran saat makan apel atau wortel: mikroplastik.
Mikroplastik merupakan partikel plastik berukuran sangat kecil yang sudah tersebar di lingkungan.
Partikel ini berpotensi masuk ke tanaman dari lingkungan tempat tanaman tumbuh, kemudian ditemukan pada bagian yang dikonsumsi.
Salah satu penelitian yang menemukan temuan tersebut adalah studi berjudul "Micro- and nano-plastics in edible fruit and vegetables: The first diet risks assessment for the general population."
Penelitian yang diterbitkan di jurnal Environmental Research pada 2020 ini dilakukan oleh Giovanni Oliveri Conti dan tim peneliti dari University of Catania, Italia. Peneliti menganalisis beberapa buah dan sayuran yang dijual di wilayah Catania.
Hasilnya, sejumlah bahan pangan menunjukkan adanya partikel mikroplastik berukuran kurang dari 10 mikrometer.
Apel

(Apel. Foto: Magnific)
Apel menjadi buah dengan temuan mikroplastik tertinggi dalam penelitian tersebut. Median yang ditemukan mencapai 223.000 partikel per gram, dengan rentang 52.600–307.750 partikel per gram.
Sampel apel yang dianalisis sudah dikupas dan partikel yang ditemukan berukuran sekitar 1,56–3,19 mikrometer.
Pir

(Pir. Foto: Magnific)
Pir juga termasuk buah yang dianalisis. Pada sampel yang sudah dikupas, peneliti menemukan partikel plastik berukuran sekitar 1,87–2,59 mikrometer.
Meski sama-sama ditemukan mengandung mikroplastik, median pada apel tercatat lebih tinggi dibandingkan pir.
Wortel

(Wortel. Foto: AI Generated)
Kalau dari kelompok sayuran, wortel menjadi yang paling tinggi. Median kandungan mikroplastik yang ditemukan mencapai 97.800 partikel per gram, dengan rentang 72.175–130.500 partikel per gram.
Temuan ini cukup menarik karena penelitian lain menunjukkan tanaman berpotensi menyerap partikel plastik dari tanah melalui akar.
Brokoli

(Brokoli. Foto: AI Generated)
Brokoli juga masuk dalam bahan pangan yang ditemukan mengandung mikroplastik. Partikel yang terdeteksi berukuran sekitar 1,86–2,95 mikrometer.
Temuan mengenai mikroplastik pada tanaman kemudian turut dibahas dalam review ilmiah Micro and nano plastics in fruits and vegetables: A review, yang diterbitkan di jurnal Heliyon pada 2024.
Selada

(Selada. Foto: AI Generated)
Selada memiliki median kandungan mikroplastik sekitar 52.050 partikel per gram, dengan rentang 26.375–75.425 partikel per gram. Angka tersebut menjadi yang terendah di antara sayuran yang diuji dalam penelitian Conti dan tim.
Haruskah berhenti makan buah dan sayur?
Eits, jangan langsung parno dan menganggap buah serta sayur jadi gak sehat. Angka di atas berasal dari sampel penelitian tertentu, sehingga gak bisa dianggap mewakili semua produk yang beredar di pasaran.
Penelitian soal mikroplastik dalam makanan juga masih terus berkembang. Jadi, untuk sekarang, temuan ini lebih tepat jadi pengingat bahwa paparan mikroplastik bisa datang dari lingkungan dan berbagai sumber makanan, bukan alasan untuk menghindari buah dan sayur.
Tetap konsumsi buah dan sayur sebagai bagian dari pola makan sehat, dan jangan lupa cuci bahan makanan dengan air mengalir sebelum diolah atau dimakan.
Desi Indasari
(TIN)