Melon Blitar naik kelas ekspor ke Singapura.
Melon Blitar naik kelas ekspor ke Singapura.

Kualitas Juara, Melon Hasil Petani Blitar Kini Tembus Pasar Singapura

Muhammad Syahrul Ramadhan • 01 September 2026 17:37
Ringkasnya gini..
  • Kualitas melon lokal dari Blitar baru saja mencetak prestasi membanggakan dengan berhasil menembus ketatnya pasar ekspor internasional.
  • Pencapaian ekspor ini secara resmi dirayakan dalam momen “Berbagi Energi untuk Negeri” pada akhir Agustus lalu.
Jakarta: Siapa sangka, buah manis hasil jerih payah petani di Kabupaten Blitar kini bisa dinikmati oleh masyarakat di Singapura? Yap, kualitas melon lokal dari Blitar baru saja mencetak prestasi membanggakan dengan berhasil menembus ketatnya pasar ekspor internasional.

Pencapaian ini tentu bukan hasil kerja semalam. Di balik manisnya melon yang diekspor, ada kolaborasi jangka panjang yang solid antara petani lokal, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blitar, dan Great Giant Foods (GGF) melalui merek buah andalannya, Sunpride.

Rahasia Sukses Melon Blitar Naik Kelas

Menembus pasar global seperti Singapura membutuhkan standar kualitas yang sangat presisi. Untuk menjawab tantangan itu, GGF menggerakkan PT Sewu Segar Nusantara (SSN) dan PT Nusantara Segar Abadi (NSA) untuk bersinergi dengan Pemkab Blitar. Mereka tidak sekadar bertani, melainkan membangun ekosistem agribisnis yang terhubung dari hulu ke hilir.

Kunci sukses ekosistem hortikultura ini meliputi pendampingan hulu yang kuat, berfokus pada perbaikan metode budidaya dan pemberdayaan petani agar kualitas panen selalu konsisten.

Kemudian manajemen pascapanen yang penanganannya dilakukan ekstra hati-hati untuk menjaga kesegaran dan standar mutu buah setelah dipetik dari kebun. Selanjutnya akses pasar (hilir), memanfaatkan jaringan distribusi terintegrasi untuk membuka jalur dari pasar domestik menuju internasional.

Pemkab Blitar melalui Bupati Rijanto mengambil peran sebagai mitra strategis yang memastikan ekosistem ini berjalan lancar demi meningkatkan nilai ekonomi warganya.

“Kolaborasi antara pemerintah daerah, petani, dan dunia usaha adalah pondasi penting. Kita ingin produk hortikultura daerah tidak hanya memenuhi kebutuhan lokal, tapi makin kompetitif bersaing di pasar global,” jelas CEO PT Sewu Segar Nusantara, Cindyanto Kristian.

Cerita dari Kebun: Bangga Tembus Ekspor

Bagi para petani, melihat hasil kebunnya diakui dunia adalah kepuasan yang tak terbayar. Hal ini dirasakan langsung oleh Edi Santoso, seorang mitra petani sekaligus koordinator pemasok Sunpride di Blitar.

Berawal dari tekad mengembangkan budidaya melon, Edi tak hanya fokus pada kebunnya sendiri, tetapi juga merangkul dan mendampingi petani-petani di sekitarnya. Konsistensi jaringan petani ini dalam menjaga kualitas akhirnya berbuah manis.

“Ketika melon dari kebun kami bisa dipasarkan hingga Singapura, ini jadi kebanggaan sekaligus motivasi besar. Kami jadi makin terpacu untuk terus menjaga kualitas dan berkembang bersama,” ungkap Edi dengan antusias.

Berbagi Energi untuk Negeri

Pencapaian ekspor ini secara resmi dirayakan dalam momen “Berbagi Energi untuk Negeri” pada akhir Agustus lalu, yang juga menjadi pemanasan menyambut Hari Tani Nasional. Tidak sekadar seremoni pelepasan ekspor dan panen bersama, acara ini juga diisi dengan pemeriksaan kesehatan bagi mitra petani serta penyerahan kelengkapan alat pertanian.

Kisah dari Blitar membuktikan bahwa kerja keras di ladang, jika dibarengi dengan pendampingan dan strategi pasar yang tepat, bisa membawa produk lokal melompat lebih jauh.


Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(RUL)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan