FITNESS & HEALTH

Banjir Sumatera! Waspadai Penyakit-penyakit yang Rentan Muncul

A. Firdaus
Sabtu 29 November 2025 / 14:15
Jakarta: Banjir dan tanah longsor besar yang melanda Sumatera pada akhir November 2025, khususnya di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, bukan hanya menyebabkan kerusakan parah serta ratusan korban jiwa, tetapi juga menciptakan kondisi lingkungan yang ideal untuk munculnya berbagai penyakit.

Bencana hidrometeorologi ini dipicu oleh cuaca ekstrem yang diperburuk oleh degradasi lingkungan, dengan interaksi atmosfer aktif seperti puncak musim hujan dan keberadaan Siklon Tropis Senyar di Sumatera bagian utara.

Siklon tersebut menghasilkan curah hujan ekstrem lebih dari 150 mm per hari. Hal ini melebihi kapasitas sungai dan drainase, memicu banjir bandang dan longsor.

Genangan air kotor yang tersisa pasca banjir menjadi sarang bagi bakteri, virus, parasit, dan vektor penyakit. Sehingga meningkatkan risiko kesehatan masyarakat.
Dilansir dari Kemenkes, berikut adalah penyakit-penyakit yang rentan muncul saat banjir melanda. Penyakit ini bisa menyerang siapa saja, terutama anak-anak, lansia, dan orang dengan daya tahan tubuh lemah.

Macam-macam penyakit pasca banjir

1. Diare


Penyakit ini diakibatkan oleh makanan atau air yang terkontaminasi oleh bakteri seperti E. coli, virus seperti norovirus, atau parasit seperti Giardia. Gejala utamanya adalah buang air besar yang encer dan sering, disertai mual, muntah, dan dehidrasi. Saat banjir, air bersih sulit didapat, sehingga risiko kontaminasi makanan tinggi.
 

2. Demam Berdarah Dengue (DBD)


Penyakit ini berasal dari virus dengue yang dibawa oleh nyamuk Aedes aegypti, yang berkembang biak cepat di genangan air setelah banjir. Gejala meliputi demam tinggi mendadak, sakit kepala, nyeri sendi, dan ruam kulit.

Pada kasus berat, bisa menyebabkan perdarahan dan syok. Banjir menciptakan banyak tempat perindukan nyamuk karena air tergenang.
 

3. Leptospirosis


Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Leptospira yang masuk ke tubuh melalui luka terbuka atau selaput lendir saat kontak dengan air atau tanah yang terkontaminasi urine hewan seperti tikus.

Gejala awalnya mirip flu, seperti demam, sakit kepala, dan nyeri otot, tapi bisa berkembang menjadi masalah ginjal atau hati jika tidak diobati. Banjir sering membawa bakteri ini dari saluran pembuangan.
 

4. Penyakit Kulit


Genangan air dan kelembapan tinggi setelah banjir memicu pertumbuhan jamur dan bakteri pada kulit. Gejala termasuk gatal hebat, ruam merah, dan kulit yang bersisik atau pecah-pecah. Orang dengan kulit sensitif lebih rentan, terutama jika sering terpapar air kotor.
 

5. ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut)


Penyakit ini terjadi akibat infeksi virus atau bakteri pada saluran napas, seperti influenza atau pneumonia, yang mudah menyebar di lingkungan lembap dan padat penduduk pasca banjir.

Gejala meliputi batuk, pilek, demam, dan sesak napas. Kondisi rumah yang rusak dan kurang ventilasi memperburuk risiko. 

Secillia Nur Hafifah

Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News

Viral! 18 Kampus ternama memberikan beasiswa full sampai lulus untuk S1 dan S2 di Beasiswa OSC. Info lebih lengkap klik : osc.medcom.id
(FIR)

MOST SEARCH