FITNESS & HEALTH
Alasan Kuat Kenapa Seseorang Harus Divaksin
Raka Lestari
Jumat 30 Juli 2021 / 13:09
Jakarta: Pemberian vaksinasi pada masa pandemi covid-19 seperti sekarang penting sekali dilakukan. Vaksinasi covid-19 bisa menjadi salah satu cara untuk mengatasi penyebaran covid-19 di masyarakat. Meskipun memang, tetap harus ada beberapa langkah pencegahan lain seperti menerapkan protokol kesehatan.
"Lalu, mengapa seeseorang harus divaksinsai? Imunisasi adalah upaya paling efektif untuk memberikan kekebalan yang paling spesifik. Yang dimasukkan ke dalam tubuh adalah proteinnya, guna membentuk kekebalan tubuh atau memperbaiki sel-sel tubuh yang rusak," ujar dr. Ursula Penny Putrikrisilia, Dokter & Direktur RS Harapan Sehat, Bumiayu, Brebes, dalam acara Media Interview secara virtual, pada Kamis, 29 Juli 2021.
"Saat vaksin dimasuki, tubuh kita diajari untuk menangani dan melawan virus yang akan masuk nantinya. Banyak penyakit yang musnah di muka bumi karena adanya vaksinasi. Contohnya, cacar air, kalau tidak ada vaksinasi, seseorang bisa terkena berkali-kali dan membahayakan," tutur dr. Penny.
Menurut dr. Penny juga, ada penelitian yang menunjukkan bahwa kekebalan yang diciptakan oleh vaksin 'unforgettable'. Jadi tubuh lama-lama lupa bahwa sudah pernah terkena Covid-19. Yang penting dari vaksinasi, adalah bukan hanya untuk tubuh kita sendiri, tapi untuk orang lain juga.
"Vaksin yang sudah masuk ke dalam tubuh kita, mengunci virus dalam tubuh agar virus tidak bermanufer atau bermutasi dan menularkan ke orang lain. Vaksinasi perlu dipercepat agar cepat mencapai herd immunity," tutur dokter yang juga alumni Beswan Djarum pada tahun 2011/2012 ini.
Agar saat melakukan vaksinasi bisa aman, dr. Penny menyarankan untuk mempersiapkan diri dengan mencari informasi yang valid terkait vaksin yang akan kita terima nantinya. Seperti harus tidur cukup, konsumsi air putih yang banyak, relaks, dan tentunya harus terdaftar sebagai peserta vaksinasi.
Menurut dr. Penny, kita juga arus paham penyakit bawaan masing-masing, seperti hipertensi dan kencing manis. Obatnya harus diminum secara rutin, dan harus perhatikan tekanan darahnya juga.
"Untuk penderita kencing manis, harus ada hasil lab terbaru tentang kadar gula dalam 1 bulan terakhir. Sedangkan untuk yang mempunyai riwayat jantung, cek EKG dan jika tidak ada penyumbatan jantung atau nyeri dada, diperbolehkan. Oleh karena itu, harus yakin badan sehat jadi meskipun punya komorbid jadi bisa vaksin," tutup dr. Penny.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
(FIR)
"Lalu, mengapa seeseorang harus divaksinsai? Imunisasi adalah upaya paling efektif untuk memberikan kekebalan yang paling spesifik. Yang dimasukkan ke dalam tubuh adalah proteinnya, guna membentuk kekebalan tubuh atau memperbaiki sel-sel tubuh yang rusak," ujar dr. Ursula Penny Putrikrisilia, Dokter & Direktur RS Harapan Sehat, Bumiayu, Brebes, dalam acara Media Interview secara virtual, pada Kamis, 29 Juli 2021.
"Saat vaksin dimasuki, tubuh kita diajari untuk menangani dan melawan virus yang akan masuk nantinya. Banyak penyakit yang musnah di muka bumi karena adanya vaksinasi. Contohnya, cacar air, kalau tidak ada vaksinasi, seseorang bisa terkena berkali-kali dan membahayakan," tutur dr. Penny.
Menurut dr. Penny juga, ada penelitian yang menunjukkan bahwa kekebalan yang diciptakan oleh vaksin 'unforgettable'. Jadi tubuh lama-lama lupa bahwa sudah pernah terkena Covid-19. Yang penting dari vaksinasi, adalah bukan hanya untuk tubuh kita sendiri, tapi untuk orang lain juga.
"Vaksin yang sudah masuk ke dalam tubuh kita, mengunci virus dalam tubuh agar virus tidak bermanufer atau bermutasi dan menularkan ke orang lain. Vaksinasi perlu dipercepat agar cepat mencapai herd immunity," tutur dokter yang juga alumni Beswan Djarum pada tahun 2011/2012 ini.
Agar saat melakukan vaksinasi bisa aman, dr. Penny menyarankan untuk mempersiapkan diri dengan mencari informasi yang valid terkait vaksin yang akan kita terima nantinya. Seperti harus tidur cukup, konsumsi air putih yang banyak, relaks, dan tentunya harus terdaftar sebagai peserta vaksinasi.
Menurut dr. Penny, kita juga arus paham penyakit bawaan masing-masing, seperti hipertensi dan kencing manis. Obatnya harus diminum secara rutin, dan harus perhatikan tekanan darahnya juga.
"Untuk penderita kencing manis, harus ada hasil lab terbaru tentang kadar gula dalam 1 bulan terakhir. Sedangkan untuk yang mempunyai riwayat jantung, cek EKG dan jika tidak ada penyumbatan jantung atau nyeri dada, diperbolehkan. Oleh karena itu, harus yakin badan sehat jadi meskipun punya komorbid jadi bisa vaksin," tutup dr. Penny.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(FIR)