FITNESS & HEALTH

Viral Tiap Iduladha! Ini Fakta dan Mitos Daging Kurban yang Masih Banyak Disalahpahami

A. Firdaus
Selasa 26 Mei 2026 / 18:19
Ringkasnya gini..
  • Mulai dari anggapan daging kambing bikin darah tinggi, daging wajib dicuci sebelum dimasak, sampai mitos bahwa ibu hamil tidak boleh makan daging kambing.
  • Tidak semua informasi yang beredar benar secara medis.
  • Penting memahami mana fakta yang memang didukung penjelasan kesehatan, dan mana yang hanya mitos turun-temurun.
Jakarta: Setiap momen Iduladha, berbagai informasi soal daging kurban selalu ramai dibicarakan. Mulai dari anggapan daging kambing bikin darah tinggi, daging wajib dicuci sebelum dimasak, sampai mitos bahwa ibu hamil tidak boleh makan daging kambing.

Sayangnya, tidak semua informasi yang beredar benar secara medis. Padahal, jika diolah dan dikonsumsi dengan tepat, daging kurban justru bisa menjadi sumber protein dan zat besi yang baik untuk tubuh. 

Oleh karena itu, penting memahami mana fakta yang memang didukung penjelasan kesehatan, dan mana yang hanya mitos turun-temurun. Berikut beberapa fakta dan mitos tentang daging kurban, yang masih sering dipercaya banyak orang.
Fakta dan mitos seputar daging kurban
 

1. Daging kambing langsung bikin darah tinggi


Mitos
Banyak yang percaya makan daging kambing, otomatis menyebabkan tekanan darah naik drastis atau memicu “darah manis”.


Fakta
Penyebab utama lonjakan tekanan darah, biasanya bukan berasal dari daging kambing itu sendiri, melainkan cara pengolahannya. Penggunaan santan berlebihan, terlalu banyak minyak, garam, atau tambahan sate gajih dengan lemak jenuh tinggi, justru lebih berpengaruh terhadap kesehatan.

Menariknya, kadar kolesterol pada daging kambing bahkan diketahui lebih rendah dibandingkan daging sapi. Oleh karena itu, konsumsi daging kambing dalam jumlah wajar, sebenarnya tetap aman bagi kebanyakan orang.
 

2. Daging kurban wajib dicuci sebelum dimasak


Mitos
Daging mentah dianggap harus dicuci terlebih dahulu sebelum dimasak agar lebih bersih.

Fakta
Mencuci daging mentah justru bisa meningkatkan risiko penyebaran bakteri, seperti salmonella dan E. coli ke area dapur melalui percikan air. Bakteri tersebut dapat menempel di wastafel, meja dapur, atau peralatan masak lainnya.

Jika ingin membersihkan daging, cukup gunakan tisu dapur bersih atau langsung rebus dengan air mendidih agar kuman mati selama proses memasak.
 

3. Daging kurban harus langsung dihabiskan


Mitos
Sebagian orang percaya daging kurban harus langsung dimakan habis pada hari penyembelihan.

Fakta
Anggapan ini tidak benar. Daging kurban tetap bisa disimpan dalam freezer, untuk jangka waktu lebih lama asalkan dikemas dengan benar. Simpan daging dalam potongan kecil, menggunakan wadah kedap udara agar kualitasnya tetap terjaga.

Penyimpanan pada suhu di bawah -18 celcius membantu menjaga kesegaran daging, hingga beberapa bulan tanpa mengurangi kualitasnya secara signifikan.
 

4. Daging kambing bisa jadi obat darah rendah


Mitos
Daging kambing sering dianggap mampu menyembuhkan anemia atau darah rendah secara instan.

Fakta
Meskipun daging kambing memang mengandung zat besi, yang baik untuk membantu pembentukan sel darah merah, konsumsi daging kambing bukan solusi instan untuk mengatasi darah rendah. Penanganan anemia tetap membutuhkan pola makan seimbang dan pemeriksaan medis yang tepat.
 

5. Ibu hamil tidak boleh makan daging kambing


Mitos
Banyak yang percaya konsumsi daging kambing saat hamil bisa membahayakan janin.

Fakta
Ibu hamil tetap boleh mengonsumsi daging kambing, karena kandungan protein dan zat besinya baik, untuk mendukung pertumbuhan janin. Yang paling penting, yaitu memastikan daging dimasak hingga matang sempurna, agar aman dari bakteri yang berisiko bagi kesehatan ibu dan janin.

Secillia Nur Hafifah

Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News

(FIR)

MOST SEARCH