FITNESS & HEALTH

Lebih Efisien, Operasi Bypass Jantung Kini Bisa dengan Minimal Invasive Cardiac Surgery

Aulia Putriningtias
Rabu 12 Agustus 2026 / 14:41
Ringkasnya gini..
  • Jantung adalah salah satu organ yang penting untuk kita jaga.
  • Jika terjadi penyempitan atau penyumbatan, aliran darah dan oksigen akan terganggu.
  • Operasi bypass jantung dapat dilakukan dengan Minimal Invasive Cardiac Surgery (MICS).
Jakarta: Jantung adalah salah satu organ yang penting untuk kita jaga. Jika terjadi penyempitan atau penyumbatan, aliran darah dan oksigen akan terganggu.

Jika kondisi ini cukup berat, Bedah Pintas Arteri Koroner (BPAK)/Operasi Bypass Jantung atau Coronary Artery Bypass Grafting (CABG) dapat menjadi salah satu pilihan penanganan. Operasi Bypass Jantung (CABG) merupakan prosedur pembuatan alur baru/pintas bagi aliran darah agar dapat melewati pembuluh darah oroner yang mengalami penyumbatan.

Namun, operasi bypass tak selalu perlu dilakukan dengan metode konvensional. Di Heartology, prosedur ini dapat dilakukan dengan pendekatan Minimal Invasive Cardiac Surgery (MICS), melalui sayatan yang lebih kecil dan tanpa membelah tulang dada sehingga masa penyembuhan relatif lebih cepat.

Menurut dr. Widya Trianita Suwatri, Sp.BTKV, Subsp. JD(K), dokter spesialis bedah toraks, kardiak, dan vaskular Heartology Cardiovascular Hospital, pada operasi konvensional, tulang dada (sternum) yang dibelah membutuhkan waktu untuk menyatu dan proses penyembuhannya dapat berlangsung hingga sekitar 12 minggu. 

"Pada MICS, tulang dada (sternum) tetap utuh. Ini berarti pasien tidak perlu menjalani proses penyembuhan tulang dada tersebut, sehingga pemulihan dapat menjadi lebih efisien. Selain itu, risiko komplikasi yang berkaitan dengan tulang dada, termasuk infeksi tulang dada, juga dapat lebih rendah," jelas dr. Widya.
 

Apakah MICS lebih berdampak pasca operasi pada pasien?


Sejumlah penelitian menunjukkan hasil vang menjanjikan. Studi yang membandingkan MICS CABG dengan CABG konvensional melalui pembelahan tulang dada (sternotomi) pada pasien dengan multivessel disease menunjukkan bahwa 95,5 persen pasien MICS CABG berhasil mendapatkan complete revascularization 

Hal ini dibandingkan 96,3 persen pada operasi melalui sternotomi. Artinya, meskipun dilakukan melalui sayatan yang lebih kecil, pasien tetap mendapatkan revaskularisasi komplit pada seluruh target pembuluh darah. 

Pada pemeriksaan evaluasi angiografi pasca operasi yang dilakukan sebelum pasien pulang, 96,2 persen graft pada kelompok MICS CABG dikatakan baik. Menurut Dr. dr. Dudy Arman Hanafy, Sp.BTKV, Subsp.JD(K), MARS, jika dijelaskan secara sederhana, angka tersebut menunjukkan bahwa sayatan yang lebih kecil tidak berarti bypass yang dilakukan menjadi lebih sedikit atau kurang optimal.

Menurutnya, tujuan utama operasi tetap tercapai, yaitu membuat jalur baru agar darah dapat melewati pembuluh darah koroner yang tersumbat dan kembali menyuplai otot jantung. Complete revascularization pada MICS CABG mencapai 95,5 persen, hampir sebanding dengan 96,3 persen pada operasi konvensional.

"Jadi, yang kita minimalkan adalah sayatan operasinya, bukan target pembuluh darahnya," kata dr. Dudy.

Penelitian lain pada pasien penyakit jantung koroner dengan diabetes mellitus tipe Il juga menunjukkan bahwa pasien yang menjalani MICS CABG memiliki risiko perdarahan intra operasi ang lebih rendah, dengan median 600 mL dibandingkan 700 mL pada CABG konvensional. 

Temuan ini menunjukkan bahwa pendekatan minimal invasif tidak berhenti pada ukuran luka. Namun, turut berpotensi mengurangi kebutuhan transfusi darah dan mendukung proses pemulihan pasien setelah operasi.


Dr. Dudy menambahkan bahwa bagi pasien, angka tersebut menunjukkan bahwa kita tetap berupaya mencapai hasil operasi bypass yang optimal dengan trauma operasi yang lebih minimal. Ketika perdarahan selama operasi dapat ditekan dan tulang dada (sternum) tidak perlu dibelah, proses pemulihan pasien berpotensi menjadi lebih efisien.

"Karena itu, keberhasilan operasi bukan hanya tentang memastikan bypass berjalan dengan baik, tetapi juga membantu pasien agar dapat pulih dan kembali menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih cepat dan nyaman," imbuhnya.

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(FIR)

MOST SEARCH