FITNESS & HEALTH

Ini Kriteria Alas Kaki yang Tepat Saat Moms Alami Kaki Bengkak Saat Hamil

Yatin Suleha
Sabtu 31 Oktober 2026 / 10:00
Ringkasnya gini..
  • Memasuki masa kehamilan, terutama di trimester kedua dan ketiga, perubahan tubuh kerap menghadirkan berbagai tantangan baru.
  • Salah satu keluhan yang paling sering dialami para calon ibu adalah kaki yang mulai membesar dan membengkak.
  • Akibat edema, alas kaki favorit yang biasa dipakai sehari-hari sering kali mendadak terasa sempit dan tidak nyaman.
Jakarta: Memasuki masa kehamilan, terutama di trimester kedua dan ketiga, perubahan tubuh kerap menghadirkan berbagai tantangan baru. 

Salah satu keluhan yang paling sering dialami para calon ibu adalah kaki yang mulai membesar dan membengkak, atau yang dikenal dalam istilah medis sebagai edema. 

Kondisi ini umumnya dipicu oleh penumpukan cairan serta peningkatan volume darah untuk menunjang pertumbuhan janin di dalam kandungan.
 
Akibat edema, alas kaki favorit yang biasa dipakai sehari-hari sering kali mendadak terasa sempit dan tidak nyaman. 

Memilih alas kaki yang tepat bukan cuma soal gaya, melainkan kebutuhan penting demi menjaga kesehatan, postur tubuh, serta keselamatan selama kehamilan.

Lantas, alas kaki seperti apa yang wajib dipilih saat kaki sedang bengkak? Yuk, simak kriterianya berikut ini!
 

Kriteria alas kaki yang ideal untuk ibu hamil dengan edema

 

1. Ukuran yang lebih longgar dan fleksibel


Saat mengalami edema, ukuran kaki bisa bertambah hingga satu nomor lebih besar dari biasanya. Pilihlah alas kaki dengan ukuran yang sedikit lebih longgar.

Atau terbuat dari bahan yang elastis (seperti kain rajut/mesh yang lentur atau kulit lembut). Bahan yang elastis akan mengikuti bentuk kaki tanpa menekan pembuluh darah.
 

2. Memiliki bantalan telapak yang empuk


sendal (2)
(Untuk Bumil yang kakinya mengalami bengkak (edema), hindari high heels atau stiletto, karena bisa berisiko hilang keseimbangan dan terkilir sangat tinggi, serta memperberat tekanan pada otot punggung bawah. Foto: Ilustrasi/Pexels.com)
 
Penambahan berat badan selama hamil memberikan tekanan ekstra pada area telapak dan tumit. Alas kaki dengan bantalan empuk (cushioning) berfungsi menyerap benturan saat berjalan, sehingga membantu mengurangi kelelahan pada otot kaki dan sendi.
 

3. Penopang lengkungan kaki yang baik


Hormon kehamilan membuat ligamen di area kaki menjadi lebih kendur. Pilih alas kaki yang memiliki arch support (penopang lengkungan telapak kaki) yang anatomis untuk membantu membagi beban tubuh secara merata dan mencegah nyeri punggung bawah.
 

4. Hak rendah yang stabil


Menggunakan sepatu yang benar-benar datar tanpa bantalan (flat shoes tipis) justru dapat membuat telapak kaki cepat pegal. Tinggi hak yang paling ideal adalah sekitar 2–3 cm dengan bentuk hak yang lebar dan stabil (bukan hak runcing/stiletto) untuk menjaga posisi tulang belakang tetap sejajar.
 

5. Sol bagian bawah anti licin


Titik berat tubuh yang bergeser ke depan saat hamil membuat keseimbangan berkurang. Pastikan bagian bawah alas kaki terbuat dari material karet yang memiliki cengkeraman kuat (non-slip) agar tidak mudah tergelincir, terutama saat berjalan di permukaan basah.
 

6. Desain praktis tanpa tali yang rumit


Perut yang makin membesar membuat aktivitas membungkuk jadi makin sulit. Model slip-on, sepatu sandal dengan perekat velcro, atau sepatu tanpa tali sangat direkomendasikan agar mudah dilepas dan dipasang sendiri tanpa perlu bersusah payah.
 

Jenis alas kaki yang sebaiknya dihindari


High heels atau stiletto: Risiko hilang keseimbangan dan terkilir sangat tinggi, serta memperberat tekanan pada otot punggung bawah.

Flat shoes tipis dan kaku: Tidak memiliki bantalan penyerap benturan, sehingga telapak kaki akan cepat terasa panas dan pegal.

Sepatu berujung runcing (pointed toes): Menjepit jari-jari kaki dan memperparah pembengkakan akibat aliran darah yang tersumbat.

Sandal jepit karet biasa: Kurang memberikan topangan pada struktur kaki dan rentan membuat kaki mudah lelah jika dipakai berjalan jauh.

   

Tips tambahan untuk meredakan kaki bengkak


Selain mengganti alas kaki yang lebih sesuai, kamu juga bisa meredakan bengkak dengan mengangkat kaki lebih tinggi dari dada saat beristirahat atau berbaring. 

hindari pula berdiri atau duduk dalam posisi yang sama terlalu lama, serta cukupi konsumsi air putih harian agar sirkulasi cairan tubuh tetap lancar.

Dengan memilih alas kaki yang tepat dan nyaman, kamu bisa tetap beraktivitas secara fleksibel dan bebas bergerak tanpa terganggu rasa nyeri akibat kaki bengkak.


Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(TIN)

MOST SEARCH