FITNESS & HEALTH

Alasan Batuk Suka Muncul Setelah Makan

Kumara Anggita
Selasa 12 Januari 2021 / 08:00
Jakarta: Beberapa orang memiliki kebiasaan batuk-batuk setelah makan. Dan perlu diketahui bahwa situasi ini bukanlah situasi yang normal. Kira-kira apa penyebab batuk ini suka muncul ya?

Dikutip dari Medical News Today, alergi adalah penyebab umum batuk setelah makan. Mereka dapat berkembang pada usia berapa pun tetapi biasanya berkembang selama masa kanak-kanak.

Ketika seseorang memiliki alergi makanan, sistem kekebalan tubuh mereka bereaksi berlebihan terhadap apa yang diyakini sebagai zat berbahaya. Orang mungkin juga mengalami mengi, sesak napas, pilek, atau anafilaksis. Dokter dapat membantu menentukan makanan yang menyebabkan reaksinya.
 

Asma


Asma memengaruhi saluran udara dan berkembang setelah terpapar bahan iritan yang dapat mencakup makanan. Dikutip dari sumber yang sama disebutkan sulfit adalah zat tambahan yang umum ditemukan di banyak minuman dan makanan yang sering menyebabkan gejala asma. 

Makanan yang mengandung sulfit dan harus dihindari meliputi bir, anggur, namun makanan apa pun yang menyebabkan seseorang mengalami reaksi alergi juga dapat memicu serangan asma.
 

Disfagia


Disfagia menyebabkan kesulitan saat menelan. Ketika disfagia terjadi, tubuh seseorang mengalami kesulitan besar untuk memindahkan makanan dan minuman dari mulut ke perut. Ini dapat menyebabkan rasa sakit atau ketidaknyamanan.

Disfagia dapat membuat seseorang merasa seolah-olah makanan telah tersangkut di tenggorokan. Perasaan ini dapat menyebabkan tersedak atau batuk setelah makan karena tubuh berusaha membersihkan penyumbatan yang dirasakan dari tenggorokan.
 

Gerd


Gerd terjadi ketika asam dari lambung naik ke pipa makanan. Asam dapat masuk ke pipa makanan bagian atas atau tenggorokan melalui lubang lambung yang dikenal sebagai sfingter esofagus bagian bawah.

Saat seseorang makan sfingter relaks untuk memungkinkan makanan mengalir ke perut. Dalam beberapa kasus sfingter tidak menutup seluruhnya. Celah yang dihasilkan memungkinkan asam dari perut bergerak ke atas.

Asam tersebut dapat mengiritasi pipa makanan sehingga menyebabkan batuk. Orang mungkin juga mengalami rasa asam atau pahit, sakit tenggorokan, atau sensasi terbakar di dada.
 

Infeksi


Orang mungkin mengalami batuk yang disebabkan oleh infeksi pada sistem pernapasan bagian atas. Jika batuk tidak sembuh dengan benar, itu dapat menyebabkan seseorang batuk segera setelah makan atau minum.

Jenis batuk ini sulit diobati karena mengiritasi tenggorokan, menyebabkan orang tersebut lebih sering batuk dan mencegah penyembuhan.

Infeksi pada pipa makanan atau laring juga dapat terjadi. Jenis infeksi ini bisa disebabkan oleh virus, jamur, atau bakteri. Tenggorokan bisa meradang dan teriritasi saat terinfeksi. Peradangan menyebabkan seseorang batuk, terutama setelah makan.
(TIN)

MOST SEARCH