FITNESS & HEALTH
Keunggulan Prosedur LHP untuk Mengobati Hemoroid atau Wasir
Aulia Putriningtias
Rabu 14 Januari 2026 / 12:23
Jakarta: Hemoroid atau wasir atau kita biasanya menyebutnya sebagai ambeien merupakan salah satu gangguan di area anus yang dapat menimbulkan nyeri hingga pendarahan. Untuk mengobatinya, ada prosedur yang direkomendasikan, yaitu Laser Hemorrhoidoplasty (LHP).
Hemoroid secara medis merupakan pembengkakan atau pelebaran pembuluh darah vena (varises) di sekitar anus atau rektum bagian bawah. Perlu kamu ketahui, pada kondisi normal, bagian pembuluh darah vena di anus atau rektum menyalurkan darah kembali ke jantung.
Namun, pada orang yang mengalami hemoroid atau wasir, pembuluh darah ini melebar, kemudian darah dapat menumpuk dan membentuk benjolan lunak yang tidak normal di anus. Benjolan ini diakibatkan pembesaran pembuluh darah vena yang berisi darah.
Selain faktor genetik dan usia, hemoroid sering dipicu dengan faktor-faktor yang terjadi dari luar. Mulai dari kebiasaan mengejan saat sembelit, kebiasaan duduk terlalu lama, obesitas, konsumsi makanan pedas berlebihan, hingga kehamilan.
Bukan hanya satu, tetapi ada dua jenis dari hemoroid. Pertama, ada hemoroid internal, yaitu pembengkakan di dalam rektum, terkadang di dalam atau di dalam, tergantung di angka stadium berapa seseorang mengalaminya.
Menurut dr. Franky Mainza Zulkarnain, Sp. B selaku Dokter Spesialis Bedah Umum
RS Pondok Indah - Puri Indah, hemoroid internal ini terbagi ada empat stadium, antara lain:
- Stadium 1: Terjadi pendarahan tetapi tidak ada tonjolan, tanpa disertai rasa nyeri.
- Stadium 2: Terjadi tonjolan rektum tetapi dapat masuk kembali dengan sendirinya.
- Stadium 3: Terjadi tonjolan rektum, dapat masuk kembali dengan bantuan tangan.
- Stadium 4: Terjadi tonjolan rektum dan pembekuan darah yang menutupi muara anus dan tidak dapat dimasukkan kembali dengan bantuan tangan.
Sementara itu, hemoroid atau wasir eksternal adalah pembengkakan di bawah kulit sekitar anus yang memiliki gejala tak separah dengan jenis internal. Hemoroid ini dideteksi karena cenderung menonjol ke luar.

dr. Franky Mainza Zulkarnain, Sp. B selaku Dokter Spesialis Bedah Umum
RS Pondok Indah - Puri Indah. Dok. Ist
Hemoroid atau wasir tidak boleh dianggap sepele. Masih banyak yang mengabaikan gejala-gejala hemoroid ketika hanya muncul pada saat buang air besar (BAB).
Adapun beberapa gejala yang harus diwaspadai, antara lain:
- Rasa gatal, nyeri, atau perih di area anus.
- Darah merah segar pada tisu, kloset, atau feses.
- Muncul benjolan atau tonjolan di sekitar anus.
- Lendir atau feses yang keluar setelah BAB.
- Rasa nyeri saat BAB.
- Pembengkakan di sekitar anus yang sensitif, yang membesar saat mengejan.
LHP merupakan prosedur minimal invasive untuk hemoroid internal dan eksternal dengan menggunakan teknologi laser diode untuk mereduksi jaringan hemoroid tanpa menyentuh daerah anoderm. Proses ini juga merekonstruksi anatomi secara natural.
Prosedur dimulai dengan kondisi pasien terbius total dengan tambahan bius lokal di sekitar anus. Alat pemancar laser fiber kemudian dimasukkan ke dalam hemoroid untuk mengempiskannya.
Tindakan laser selesai dilakukan ketika hemoroid sudah tereduksi sebanyak 40-60 persen. Pun, tindakan prosedur LHP ini hanya memakan waktu maksimal di angka 60 menit atau satu jam saja.
"Pasien dapat beraktivitas normal dalam waktu kurang dari 1 minggu setelah tindakan LHP. Dalam 4-8 minggu, hemoroid akan mengecil dengan sempurna," ungkap dr. Franky kepada tim Medcom.id, Senin, 12 Januari 2026.
Dr. Franky menambahkan bahwa sekitar 90 persen pasien yang menjalani prosedur LHP melaporkan tingkat kepuasan yang tinggi dan merekomendasikan prosedur ini kepada orang lain.
Sejumlah keunggulan dibandingkan prosedur penanganan hemoroid yang lainnya, antara lain:
- Tidak dilakukan pemotongan jaringan hemoroid.
- Minim sakit dengan masa pemulihan yang lebih singkat, sehingga pasien dapat segera beraktivitas kembali.
- Dapat dilakukan One-Day-Care, kecuali pada kasus tertentu.
- Risiko komplikasi, kekambuhan, dan kerusakan Sphincter yang lebih rendah.
- Tidak memilki batasan ukuran hemoroid yang dapat ditangani.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
(FIR)
Hemoroid secara medis merupakan pembengkakan atau pelebaran pembuluh darah vena (varises) di sekitar anus atau rektum bagian bawah. Perlu kamu ketahui, pada kondisi normal, bagian pembuluh darah vena di anus atau rektum menyalurkan darah kembali ke jantung.
Namun, pada orang yang mengalami hemoroid atau wasir, pembuluh darah ini melebar, kemudian darah dapat menumpuk dan membentuk benjolan lunak yang tidak normal di anus. Benjolan ini diakibatkan pembesaran pembuluh darah vena yang berisi darah.
Selain faktor genetik dan usia, hemoroid sering dipicu dengan faktor-faktor yang terjadi dari luar. Mulai dari kebiasaan mengejan saat sembelit, kebiasaan duduk terlalu lama, obesitas, konsumsi makanan pedas berlebihan, hingga kehamilan.
Jenis-jenis hemoroid
Bukan hanya satu, tetapi ada dua jenis dari hemoroid. Pertama, ada hemoroid internal, yaitu pembengkakan di dalam rektum, terkadang di dalam atau di dalam, tergantung di angka stadium berapa seseorang mengalaminya.
Menurut dr. Franky Mainza Zulkarnain, Sp. B selaku Dokter Spesialis Bedah Umum
RS Pondok Indah - Puri Indah, hemoroid internal ini terbagi ada empat stadium, antara lain:
- Stadium 1: Terjadi pendarahan tetapi tidak ada tonjolan, tanpa disertai rasa nyeri.
- Stadium 2: Terjadi tonjolan rektum tetapi dapat masuk kembali dengan sendirinya.
- Stadium 3: Terjadi tonjolan rektum, dapat masuk kembali dengan bantuan tangan.
- Stadium 4: Terjadi tonjolan rektum dan pembekuan darah yang menutupi muara anus dan tidak dapat dimasukkan kembali dengan bantuan tangan.
Sementara itu, hemoroid atau wasir eksternal adalah pembengkakan di bawah kulit sekitar anus yang memiliki gejala tak separah dengan jenis internal. Hemoroid ini dideteksi karena cenderung menonjol ke luar.

dr. Franky Mainza Zulkarnain, Sp. B selaku Dokter Spesialis Bedah Umum
RS Pondok Indah - Puri Indah. Dok. Ist
Gejala yang sering diabaikan saat hemoroid
Hemoroid atau wasir tidak boleh dianggap sepele. Masih banyak yang mengabaikan gejala-gejala hemoroid ketika hanya muncul pada saat buang air besar (BAB).
Adapun beberapa gejala yang harus diwaspadai, antara lain:
- Rasa gatal, nyeri, atau perih di area anus.
- Darah merah segar pada tisu, kloset, atau feses.
- Muncul benjolan atau tonjolan di sekitar anus.
- Lendir atau feses yang keluar setelah BAB.
- Rasa nyeri saat BAB.
- Pembengkakan di sekitar anus yang sensitif, yang membesar saat mengejan.
Prosedur Laser Hemorrhoidoplasty (LHP) sebagai penanganan
LHP merupakan prosedur minimal invasive untuk hemoroid internal dan eksternal dengan menggunakan teknologi laser diode untuk mereduksi jaringan hemoroid tanpa menyentuh daerah anoderm. Proses ini juga merekonstruksi anatomi secara natural.
Prosedur dimulai dengan kondisi pasien terbius total dengan tambahan bius lokal di sekitar anus. Alat pemancar laser fiber kemudian dimasukkan ke dalam hemoroid untuk mengempiskannya.
Tindakan laser selesai dilakukan ketika hemoroid sudah tereduksi sebanyak 40-60 persen. Pun, tindakan prosedur LHP ini hanya memakan waktu maksimal di angka 60 menit atau satu jam saja.
"Pasien dapat beraktivitas normal dalam waktu kurang dari 1 minggu setelah tindakan LHP. Dalam 4-8 minggu, hemoroid akan mengecil dengan sempurna," ungkap dr. Franky kepada tim Medcom.id, Senin, 12 Januari 2026.
Dr. Franky menambahkan bahwa sekitar 90 persen pasien yang menjalani prosedur LHP melaporkan tingkat kepuasan yang tinggi dan merekomendasikan prosedur ini kepada orang lain.
Sejumlah keunggulan dibandingkan prosedur penanganan hemoroid yang lainnya, antara lain:
- Tidak dilakukan pemotongan jaringan hemoroid.
- Minim sakit dengan masa pemulihan yang lebih singkat, sehingga pasien dapat segera beraktivitas kembali.
- Dapat dilakukan One-Day-Care, kecuali pada kasus tertentu.
- Risiko komplikasi, kekambuhan, dan kerusakan Sphincter yang lebih rendah.
- Tidak memilki batasan ukuran hemoroid yang dapat ditangani.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(FIR)