FITNESS & HEALTH

Jangan-jangan Kena Approval Trap! Spill Bedanya Cari Saran vs Butuh Validasi

A. Firdaus
Kamis 30 Juli 2026 / 14:11
Ringkasnya gini..
  • Salah satu alasan mengapa kebiasaan ini sulit dikenali yaitu karena, sering menyamar sebagai bentuk kehati-hatian.
  • Ada perbedaan penting antara mencari masukan dan bergantung pada persetujuan orang lain
  • Motivasi yang berasal dari nilai dan pilihan pribadi lebih berpeluang bertahan.
Jakarta: Tidak semua kebiasaan yang menghambat motivasi terlihat jelas. Sebagian justru tampak sebagai sikap positif, seperti berhati-hati sebelum mengambil keputusan, meminta saran dari orang lain, atau memilih diam agar tidak menimbulkan konflik. 

Karena dianggap sebagai perilaku yang baik, kebiasaan ini sering tidak disadari telah berkembang, menjadi ketergantungan pada persetujuan orang lain. Akibatnya, seseorang perlahan kehilangan keberanian untuk bertindak berdasarkan keyakinannya sendiri.

Salah satu alasan mengapa kebiasaan ini sulit dikenali yaitu karena, sering menyamar sebagai bentuk kehati-hatian. Orang yang selalu meminta pendapat sebelum mengambil keputusan biasanya dianggap bijaksana. 
Begitu pula orang yang memilih mengamati situasi terlebih dahulu, sebelum menyampaikan pendapat sering dipandang lebih hati-hati, dan mampu menjaga suasana. Di lingkungan kerja, keluarga, maupun dalam budaya tertentu, perilaku seperti ini bahkan kerap mendapat apresiasi.

Dilansir dari Psychology Today, menurut Mark Travers, Ph.D., seorang psikolog Amerika, ada perbedaan penting antara mencari masukan dan bergantung pada persetujuan orang lain:
 

1. Pengambilan keputusan konsultatif


Pada kondisi ini, seseorang mengumpulkan saran, pendapat, atau informasi dari orang lain sebagai bahan pertimbangan. Setelah itu, keputusan tetap diambil berdasarkan keyakinan dan pertimbangan pribadi. Dengan kata lain, pusat kendali tetap berada dalam diri sendiri.
 

2. Motivasi yang bergantung pada persetujuan


Pada kondisi ini, seseorang baru berani mengambil keputusan setelah mengetahui reaksi atau persetujuan dari orang lain. Bukan hanya keputusan yang tertunda, tetapi semangat untuk bertindak juga bergantung pada respons yang diterima.

Perbedaan tersebut juga dijelaskan dalam sebuah meta-analisis tahun 2021, yang diterbitkan dalam Organizational Psychology Review.

Penelitian yang menganalisis 124 sampel tempat kerja ini, menemukan adanya perbedaan yang konsisten antara dua jenis regulasi motivasi.
 

3. Regulasi yang diidentifikasi


Seseorang melakukan sesuatu karena tindakan tersebut benar-benar sesuai dengan nilai, tujuan, dan keyakinan pribadi. Motivasi seperti ini cenderung lebih stabil dan mampu bertahan dalam jangka panjang.
 

4. Regulasi yang diintrojeksi


Seseorang bertindak karena ingin menghindari rasa bersalah, rasa malu, atau ketidaknyamanan akibat mengecewakan orang lain. Dorongan ini memang dapat memicu tindakan dalam waktu singkat, tetapi biasanya sulit mempertahankan motivasi yang berasal dari dalam diri.

Temuan tersebut menunjukkan bahwa motivasi yang bergantung pada persetujuan orang lain, memang dapat membuat seseorang tetap bergerak untuk sementara waktu. 

Namun, motivasi seperti ini umumnya tidak cukup kuat untuk mempertahankan keterlibatan, semangat, dan kepuasan dalam jangka panjang. 

Sebaliknya, motivasi yang berasal dari nilai dan pilihan pribadi lebih berpeluang bertahan, serta membuat seseorang merasa benar-benar terhubung dengan apa, yang sedang dikerjakan.

Secillia Nur Hafifah

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(FIR)

MOST SEARCH