FITNESS & HEALTH
Fix Bikin Kepikiran! Studi Sebut Anak yang Cepat Punya HP Lebih Rentan Alami Ini
A. Firdaus
Kamis 04 Juni 2026 / 10:14
- Banyak orang tua memakai ponsel sebagai alat komunikasi, sekaligus cara untuk memantau aktivitas anak.
- Para peneliti mencoba melihat kapan rata-rata anak mendapatkan smartphone pertama mereka.
- Anak-anak yang memiliki smartphone, diketahui memiliki kemungkinan 30% lebih tinggi menunjukkan tanda-tanda depresi.
Jakarta: Di zaman sekarang, smartphone sudah jadi bagian, yang sulit dipisahkan dari kehidupan sehari-hari, termasuk untuk anak-anak dan remaja. Banyak orang tua memakai ponsel sebagai alat komunikasi, sekaligus cara untuk memantau aktivitas anak.
Namun di balik manfaat tersebut, penggunaan smartphone sejak usia terlalu dini ternyata mulai menimbulkan kekhawatiran baru. Bahkan bagi banyak keluarga, smartphone terasa seperti “kejahatan yang tak terhindarkan”.
Meski membantu dalam banyak hal, penggunaannya tetap membutuhkan pengawasan terus-menerus. Tidak sedikit orang tua yang mulai bertanya-tanya, apakah kebiasaan anak memakai smartphone setiap hari, bisa memengaruhi kesehatan mental maupun kondisi fisik mereka.
Kekhawatiran ini diperkuat oleh sebuah penelitian terbaru, yang meneliti hubungan antara usia pertama kali anak memiliki smartphone, dengan kondisi kesehatan mereka saat remaja. Studi tersebut diterbitkan dalam jurnal Pediatrics dan melibatkan lebih dari 10.600 remaja, dari penelitian besar Adolescent Brain Cognitive Development Study.
Dilansir dari Parents, dalam penelitian tersebut, para peneliti mencoba melihat kapan rata-rata anak mendapatkan smartphone pertama mereka. Hasilnya menunjukkan bahwa penggunaan smartphone di usia muda sudah sangat tinggi:
1. Pada usia 12 tahun, 64% anak-anak telah memiliki smartphone.
2. Pada usia 14 tahun, jumlahnya meningkat menjadi 89%.
3. Usia median saat anak mendapatkan smartphone pertama berada di angka 11 tahun.
4. Anak usia 8 hingga 12 tahun, rata-rata menghabiskan lebih dari lima jam setiap hari untuk screen time.
Angka tersebut menunjukkan bahwa, penggunaan gadget kini sudah menjadi bagian besar, dalam kehidupan anak-anak sejak usia sekolah dasar.
Peneliti kemudian membandingkan kondisi kesehatan anak usia 12 tahun, yang sudah memiliki smartphone dengan anak yang belum memilikinya. Dari hasil analisis, ditemukan beberapa perbedaan yang cukup signifikan.
Anak-anak yang memiliki smartphone, diketahui memiliki kemungkinan 30% lebih tinggi menunjukkan tanda-tanda depresi, dibandingkan mereka yang belum memiliki smartphone. Paparan media sosial, tekanan digital, serta kebiasaan terlalu lama melihat layar, diduga ikut memengaruhi kondisi emosional anak.
Selain kesehatan mental, risiko obesitas juga ditemukan lebih tinggi. Anak pemilik smartphone memiliki kemungkinan 40% lebih besar mengalami obesitas.
Hal ini diduga berkaitan dengan berkurangnya aktivitas fisik, karena terlalu lama duduk bermain gadget atau menghabiskan waktu di depan layar.
Penelitian juga menemukan bahwa anak, yang memiliki smartphone 60% lebih mungkin mengalami kualitas tidur yang buruk atau kurang tidur.
Kebiasaan scrolling sebelum tidur hingga penggunaan ponsel dalam waktu panjang, menjadi faktor yang bisa mengganggu pola istirahat anak.
Studi ini juga menemukan pola penting lainnya. Semakin muda usia anak saat mendapatkan smartphone pertama mereka, semakin tinggi pula risiko munculnya masalah kesehatan tersebut ketika menginjak usia 12 tahun.
Temuan ini membuat keputusan memberikan smartphone kepada anak menjadi hal, yang tidak bisa dianggap sepele. Penggunaan gadget memang sulit dihindari di era digital, tetapi tetap perlu pengawasan dan batasan yang sehat, agar tidak berdampak pada kesehatan mental maupun fisik anak di masa pertumbuhan.
Secillia Nur Hafifah
Cek Berita dan Artikel yang lain di
(FIR)
Namun di balik manfaat tersebut, penggunaan smartphone sejak usia terlalu dini ternyata mulai menimbulkan kekhawatiran baru. Bahkan bagi banyak keluarga, smartphone terasa seperti “kejahatan yang tak terhindarkan”.
Meski membantu dalam banyak hal, penggunaannya tetap membutuhkan pengawasan terus-menerus. Tidak sedikit orang tua yang mulai bertanya-tanya, apakah kebiasaan anak memakai smartphone setiap hari, bisa memengaruhi kesehatan mental maupun kondisi fisik mereka.
Kekhawatiran ini diperkuat oleh sebuah penelitian terbaru, yang meneliti hubungan antara usia pertama kali anak memiliki smartphone, dengan kondisi kesehatan mereka saat remaja. Studi tersebut diterbitkan dalam jurnal Pediatrics dan melibatkan lebih dari 10.600 remaja, dari penelitian besar Adolescent Brain Cognitive Development Study.
Anak sekarang makin cepat kenal smartphone
Dilansir dari Parents, dalam penelitian tersebut, para peneliti mencoba melihat kapan rata-rata anak mendapatkan smartphone pertama mereka. Hasilnya menunjukkan bahwa penggunaan smartphone di usia muda sudah sangat tinggi:
1. Pada usia 12 tahun, 64% anak-anak telah memiliki smartphone.
2. Pada usia 14 tahun, jumlahnya meningkat menjadi 89%.
3. Usia median saat anak mendapatkan smartphone pertama berada di angka 11 tahun.
4. Anak usia 8 hingga 12 tahun, rata-rata menghabiskan lebih dari lima jam setiap hari untuk screen time.
Angka tersebut menunjukkan bahwa, penggunaan gadget kini sudah menjadi bagian besar, dalam kehidupan anak-anak sejak usia sekolah dasar.
Risiko kesehatan yang ikut naik
Peneliti kemudian membandingkan kondisi kesehatan anak usia 12 tahun, yang sudah memiliki smartphone dengan anak yang belum memilikinya. Dari hasil analisis, ditemukan beberapa perbedaan yang cukup signifikan.
Risiko depresi lebih tinggi
Anak-anak yang memiliki smartphone, diketahui memiliki kemungkinan 30% lebih tinggi menunjukkan tanda-tanda depresi, dibandingkan mereka yang belum memiliki smartphone. Paparan media sosial, tekanan digital, serta kebiasaan terlalu lama melihat layar, diduga ikut memengaruhi kondisi emosional anak.
Risiko obesitas meningkat
Selain kesehatan mental, risiko obesitas juga ditemukan lebih tinggi. Anak pemilik smartphone memiliki kemungkinan 40% lebih besar mengalami obesitas.
Hal ini diduga berkaitan dengan berkurangnya aktivitas fisik, karena terlalu lama duduk bermain gadget atau menghabiskan waktu di depan layar.
Kualitas tidur memburuk
Penelitian juga menemukan bahwa anak, yang memiliki smartphone 60% lebih mungkin mengalami kualitas tidur yang buruk atau kurang tidur.
Kebiasaan scrolling sebelum tidur hingga penggunaan ponsel dalam waktu panjang, menjadi faktor yang bisa mengganggu pola istirahat anak.
Semakin dini punya HP, risiko bisa semakin besar
Studi ini juga menemukan pola penting lainnya. Semakin muda usia anak saat mendapatkan smartphone pertama mereka, semakin tinggi pula risiko munculnya masalah kesehatan tersebut ketika menginjak usia 12 tahun.
Temuan ini membuat keputusan memberikan smartphone kepada anak menjadi hal, yang tidak bisa dianggap sepele. Penggunaan gadget memang sulit dihindari di era digital, tetapi tetap perlu pengawasan dan batasan yang sehat, agar tidak berdampak pada kesehatan mental maupun fisik anak di masa pertumbuhan.
Secillia Nur Hafifah
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(FIR)