FITNESS & HEALTH
Hati-hati Perdarahan Neonatus pada Bayi Akibat Kurang Vitamin K
Medcom
Jumat 25 November 2022 / 12:10
Jakarta: Sebelum memiliki bayi, kebanyakan orang tua tidak terlalu memikirkan injeksi (suntikan) vitamin K untuk bayi mereka. Itu bukan sesuatu yang dibicarakan selama pemeriksaan pranatal, meskipun bayi secara rutin diberikan suntikan penting ini sejak lahir.
Vitamin K dibutuhkan karena bayi dilahirkan dengan jumlah vitamin K yang sangat sedikit di tubuhnya, dan dapat menyebabkan masalah perdarahan yang serius. Vitamin ini membantu bayi untuk menggumpalkan darahnya secara normal.
Penelitian menunjukkan bahwa satu suntikan vitamin K saat lahir melindungi bayi dari perdarahan neonatus berbahaya. Jika tak diberikan maka dapat menyebabkan kerusakan otak dan bahkan kematian.
Vitamin K membutuhkan waktu untuk berkembang pada bayi baru lahir, yang secara alami memiliki kadar rendah. Terlebih lagi, bayi baru lahir tidak dapat memperoleh manfaat dari tingkat vitamin K yang sehat pada orang tua yang melahirkan, karena vitamin K cenderung tidak dapat ditransfer dengan baik melalui plasenta atau ASI.
Karena konsekuensi yang menakutkan dari rendahnya tingkat vitamin K pada bayi baru lahir, suntikan untuk memberikan intramuskular (IM) vitamin K umumnya diberikan segera setelah lahir. Dengan menyuntikkannya di otot kaki sang buah hati.
Seperti yang sudah dijelaskan di atas, bayi bisa saja mengalami perdarahan karena kurangnya vitamin K dalam tubuh. Tanpa vitamin K yang cukup, kemungkinan bayi akan mengalami perdarahan di usus dan otaknya, yang dapat menyebabkan kerusakan otak, bahkan kematian. Bayi yang tidak menerima suntikan vitamin K saat lahir dapat mengembangkan perdarahan hingga usia 6 bulan.
Kabar baiknya adalah perdarahan mudah dicegah. Cara termudah dan paling dapat diandalkan untuk memberi bayi vitamin K adalah dengan menyuntikkan otot di kaki. Satu suntikan yang diberikan setelah lahir akan melindungi bayi dari perdarahan yang tak diinginkan.
Nandhita Nur Fadjriah
(FIR)
Vitamin K dibutuhkan karena bayi dilahirkan dengan jumlah vitamin K yang sangat sedikit di tubuhnya, dan dapat menyebabkan masalah perdarahan yang serius. Vitamin ini membantu bayi untuk menggumpalkan darahnya secara normal.
Penelitian menunjukkan bahwa satu suntikan vitamin K saat lahir melindungi bayi dari perdarahan neonatus berbahaya. Jika tak diberikan maka dapat menyebabkan kerusakan otak dan bahkan kematian.
Apakah bayi bisa mendapatkan vitamin K dari ASI?
Vitamin K membutuhkan waktu untuk berkembang pada bayi baru lahir, yang secara alami memiliki kadar rendah. Terlebih lagi, bayi baru lahir tidak dapat memperoleh manfaat dari tingkat vitamin K yang sehat pada orang tua yang melahirkan, karena vitamin K cenderung tidak dapat ditransfer dengan baik melalui plasenta atau ASI.
Kapan suntikan vitamin K diberikan?
Karena konsekuensi yang menakutkan dari rendahnya tingkat vitamin K pada bayi baru lahir, suntikan untuk memberikan intramuskular (IM) vitamin K umumnya diberikan segera setelah lahir. Dengan menyuntikkannya di otot kaki sang buah hati.
Apa jadinya jika bayi tidak disuntikan vitamin K sejak lahir?
Seperti yang sudah dijelaskan di atas, bayi bisa saja mengalami perdarahan karena kurangnya vitamin K dalam tubuh. Tanpa vitamin K yang cukup, kemungkinan bayi akan mengalami perdarahan di usus dan otaknya, yang dapat menyebabkan kerusakan otak, bahkan kematian. Bayi yang tidak menerima suntikan vitamin K saat lahir dapat mengembangkan perdarahan hingga usia 6 bulan.
Bagaimana cara mencegah perdarahan neonatus kekurangan vitamin K?
Kabar baiknya adalah perdarahan mudah dicegah. Cara termudah dan paling dapat diandalkan untuk memberi bayi vitamin K adalah dengan menyuntikkan otot di kaki. Satu suntikan yang diberikan setelah lahir akan melindungi bayi dari perdarahan yang tak diinginkan.
Nandhita Nur Fadjriah
(FIR)