FITNESS & HEALTH
BAB Berdarah Tidak Selalu Ambeien, Bisa Jadi Radang Usus atau IBD!
Aulia Putriningtias
Senin 25 Mei 2026 / 21:11
- Inflammatory Bowel Disease (IBD) atau radang usus kronis merupakan kondisi medis jangka panjang yang ditandai dengan peradangan progreaif pada dinding saluran pencernaan.
- IBD bisa datang dengan faktor genetik maupun eksternal.
- Kondisi IBD melibatkan gangguan sistem kekebalan tubuh atau autoimun.
Jakarta: Sobat Medcom, kamu pernah mengalami Buang Air Besar (BAB) berdarah? Namun, BAB berdarah tidak selalu menandakan hemoroid atau ambeien, mungkin saja radang usus atau IBD.
Inflammatory Bowel Disease (IBD) atau radang usus kronis merupakan kondisi medis jangka panjang yang ditandai dengan peradangan progreaif pada dinding saluran pencernaan.
Prof. Dr. dr. Murdani Abdullah, Sp.PD-KGEH, FINASIM, FASGE selaku Konsultan Gastroenterologi Hepatologi Eka Hospital MT Haryono menjelaskan bahwa IBD bisa datang dengan faktor genetik maupun eksternal.
"Semua penyakit pada dasarnya ada yang memang disebabkan faktor genetik, maupun didukung gaya hidup," kata Prof. Murdani dalam temu media bersama Eka Hospital di Jakarta, Senin, 25 Mei 2026.
Secara penyebab, IBD belum dipastikan faktor utamanya apa. Namun, para ahli memastikan bahwa kondisi IBD melibatkan gangguan sistem kekebalan tubuh atau autoimun.
Beberapa faktor yang mendukung munculnya IBD adalah faktor genetik, usia, gaya hidup yang buruk, hingga penggunaan obat pereda nyeri yang terlalu sering dan tidak terkontrol.
"Tidak semua orang aware dengan IBD ini. Jangkan populasi umum, para dokter pun barangkali tisak begitu ngeh (paham) kalau ini IBD," jelasnya.

Prof. Dr. dr. Murdani Abdullah, Sp.PD-KGEH, FINASIM, FASGE selaku Konsultan Gastroenterologi Hepatologi. Dok. Aulia/Medcom
Berbicara BAB berdarah, ada beberapa perbedaan ketika mengalami IBD dan ambeien. Berikut adalah beberapa penjelasan perbedaannya:
Darah pada pengidap ambeien adalah merah segar menetes. Sementara untuk IBD adalah bercampur lendir atau feses.
Rasa nyeri juga muncul pada keduanya. Namun, perbedaanya ada di bagian dubur untuk ambeien, sementara nyeri IBD berada di perut biasanya.
Selain kedua hal tersebut, ambeien ditandai dengan munculnya darah saat mengejan. Sementara, darah pada IBD muncul setidaknya berulang 2-4 minggu. IBD juga menyebabkan berat badan turun drastis.
Jika tidak diobati, IBD akan menyebabkan beberapa komplikasi, seperti:
- Penyumbatan usus yang membuat makanan tidak bisa lewat.
- Fistula, yitu terbentuknya saluran abnormal menembus dinding usus menghubungkan satu organ ke organ lain.
- Perforasi usus, yakni dinding usus terkikis akibat luka dan sebabkan infeksi berat.
- Kanker usus besar dalam jangka panjang.
Prof. Murdani pun mengimbau agar masyarakat tidak mengabaikan gejala diare yang berdarah atau kram perut berulang. Karena bisa saja itu terkena IBD atau radang usus kronis.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
(FIR)
Inflammatory Bowel Disease (IBD) atau radang usus kronis merupakan kondisi medis jangka panjang yang ditandai dengan peradangan progreaif pada dinding saluran pencernaan.
Prof. Dr. dr. Murdani Abdullah, Sp.PD-KGEH, FINASIM, FASGE selaku Konsultan Gastroenterologi Hepatologi Eka Hospital MT Haryono menjelaskan bahwa IBD bisa datang dengan faktor genetik maupun eksternal.
"Semua penyakit pada dasarnya ada yang memang disebabkan faktor genetik, maupun didukung gaya hidup," kata Prof. Murdani dalam temu media bersama Eka Hospital di Jakarta, Senin, 25 Mei 2026.
Secara penyebab, IBD belum dipastikan faktor utamanya apa. Namun, para ahli memastikan bahwa kondisi IBD melibatkan gangguan sistem kekebalan tubuh atau autoimun.
Beberapa faktor yang mendukung munculnya IBD adalah faktor genetik, usia, gaya hidup yang buruk, hingga penggunaan obat pereda nyeri yang terlalu sering dan tidak terkontrol.
"Tidak semua orang aware dengan IBD ini. Jangkan populasi umum, para dokter pun barangkali tisak begitu ngeh (paham) kalau ini IBD," jelasnya.

Prof. Dr. dr. Murdani Abdullah, Sp.PD-KGEH, FINASIM, FASGE selaku Konsultan Gastroenterologi Hepatologi. Dok. Aulia/Medcom
Berbicara BAB berdarah, ada beberapa perbedaan ketika mengalami IBD dan ambeien. Berikut adalah beberapa penjelasan perbedaannya:
1. Darah
Darah pada pengidap ambeien adalah merah segar menetes. Sementara untuk IBD adalah bercampur lendir atau feses.
2. Rasa nyeri
Rasa nyeri juga muncul pada keduanya. Namun, perbedaanya ada di bagian dubur untuk ambeien, sementara nyeri IBD berada di perut biasanya.
3. Lain-lain
Selain kedua hal tersebut, ambeien ditandai dengan munculnya darah saat mengejan. Sementara, darah pada IBD muncul setidaknya berulang 2-4 minggu. IBD juga menyebabkan berat badan turun drastis.
Jika tidak diobati, IBD akan menyebabkan beberapa komplikasi, seperti:
- Penyumbatan usus yang membuat makanan tidak bisa lewat.
- Fistula, yitu terbentuknya saluran abnormal menembus dinding usus menghubungkan satu organ ke organ lain.
- Perforasi usus, yakni dinding usus terkikis akibat luka dan sebabkan infeksi berat.
- Kanker usus besar dalam jangka panjang.
Prof. Murdani pun mengimbau agar masyarakat tidak mengabaikan gejala diare yang berdarah atau kram perut berulang. Karena bisa saja itu terkena IBD atau radang usus kronis.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(FIR)