FITNESS & HEALTH

Alergi Air Bikin Kulit Gatal dan Bentol, Lantas Gimana Cara Mandinya?

Fatha Annisa
Rabu 28 Oktober 2026 / 15:59
Ringkasnya gini..
  • Urtikaria akuagenik merupakan kondisi langka ketika kontak kulit dengan air memicu bentol, gatal, dan kemerahan.
  • Gejala alergi air biasanya muncul 20–30 menit setelah terpapar air.
  • Penderitanya tetap dapat mandi dan minum, tetapi perlu membatasi paparan air pada kulit.
Jakarta: Air adalah kebutuhan sehari-hari yang sulit dihindari, mulai dari minum, mencuci tangan, hingga mandi. Namun, bagi sebagian kecil orang, kontak kulit dengan air justru dapat memicu reaksi alergi berupa bentol dan gatal.
 
Kondisi langka ini dikenal sebagai aquagenic urticaria atau urtikaria akuagenik. Melansir Allergy & Asthma Network, sebuah penelitian menyebut kasus ini bahkan hanya ada sekitar 50 kasus yang dilaporkan.
 

Apa Itu Urtikaria Akuagenik


Urtikaria akuagenik merupakan jenis biduran langka yang muncul ketika kulit bersentuhan dengan air. Reaksi ini dapat dipicu oleh air keran, air hujan, air laut, keringat, hingga air mata. Kondisi tersebut dapat terjadi terlepas dari suhu maupun tingkat keasaman air.
 
Kondisi ini pertama kali dilaporkan pada tahun 1964. Salah satu dugaan mekanismenya adalah interaksi air dengan komponen tertentu pada kulit yang memicu pelepasan histamin dari sel mast. Namun, mekanisme pasti yang menyebabkan reaksi tersebut masih belum diketahui.
   

Penyebab dan Gejala Alergi Air


Urtikaria Akuagenik
(Reaksi Urtikaria Akuagenik ini dipicu oleh berbagai jenis cairan, mulai dari air keran, air hujan, air laut, keringat, hingga air mata. Foto: Ilustrasi/Pexels.com)

Hingga kini, penyebab pasti urtikaria akuagenik belum diketahui. Sebagian besar kasus yang dilaporkan terjadi tanpa riwayat keluarga, meskipun kasus yang diturunkan dalam keluarga juga pernah ditemukan.
 
Kondisi ini lebih sering dilaporkan pada perempuan dan umumnya mulai muncul saat atau setelah pubertas.
 
Sementara itu, gejala alergi air biasanya muncul sekitar 20–30 menit setelah kulit terkena air. Tanda-tandanya dapat berupa:
 
  1. Bentol kecil yang terasa gatal.
  2. Kemerahan pada kulit di sekitar bentol.
  3. Sensasi perih, terbakar, atau seperti tertusuk-tusuk.
  4. Ruam yang paling sering terlihat di batang tubuh dan lengan atas.
 
Bentol umumnya mereda dalam 30–120 menit setelah kontak dengan air dihentikan. Dalam kasus yang jarang terjadi, penderita bahkan dapat mengalami mengi atau sesak napas.
 
Kendati demikian, tidak semua gatal setelah mandi menandakan urtikaria akuagenik. Ada kondisi lain bernama aquagenic pruritus, yaitu rasa gatal setelah terkena air tanpa disertai bentol atau ruam.

Gatal juga bisa dipicu suhu air, sabun, atau kondisi kulit tertentu. Karena itu, pemeriksaan medis diperlukan untuk mengetahui penyebab yang tepat.
   

Cara Mengatasi Alergi Air


Belum ada terapi yang dapat dipastikan menyembuhkan urtikaria akuagenik secara permanen. Penanganan berfokus pada mengurangi gejala dan mencegah reaksi berulang dengan obat.
 
Pada kasus yang tidak merespons pengobatan awal, dokter dapat mempertimbangkan pilihan lain, seperti pengobatan lanjutan tertentu. Bukti mengenai efektivitas berbagai terapi untuk kondisi langka ini pun masih terbatas sehingga penanganannya perlu dilakukan secara individual.
 
Penderita juga dapat mencatat kapan gejala muncul, bagian tubuh yang terdampak, berapa lama ruam bertahan, serta jenis paparan air yang mendahuluinya. Catatan tersebut dapat membantu dokter menilai pola gejala dan menentukan pemeriksaan yang diperlukan.
   

Bagaimana Penderita Alergi Air Mandi dan Minum?


Beberapa orang yang menderita urtikaria aquagenik dapat minum air asalkan tersebut tidak mengenai kulit mereka. Meskipun demikian, reaksi alergi yang lebih parah dapat muncul serta menyebabkan bibir bengkak serta iritasi di dalam mulut dan tenggorokan.
 
Sementara itu, penderita urtikaria aquagenik disarankan mengoleskan lapisan pelindung berupa petroleum jelly 100% ke kulit sebelum mandi. Para dokter juga menyarankan untuk mandi sebentar saja dan membatasi frekuensi mandi.
 
Sebaiknya penderita urtikaria aquagenik menentukan jadwal mandi berdasarkan saran dokter, karena reaksi alergi yang parah dapat terjadi kapan saja.

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(PRI)

MOST SEARCH