FITNESS & HEALTH

Kerap Dialami Lansia, Begini Gejala, Pengobatan, dan Cara Mencegah Pruritus

Medcom
Kamis 03 November 2022 / 19:13
Jakarta: Kelompok Lanjut Usia (Lansia) kerap mengalami keluhan gatal pada kulit, namun seringkali dianggap hal yang wajar. Padahal, keluhan gatal tersebut bisa menjadi tanda bahwa seseorang mengalami pruritus.

Pruritus merupakan istilah medis untuk rasa gatal yang menimbulkan keinginan untuk menggaruk. Kulit gatal sering disebabkan oleh kulit kering. Hal ini umum terjadi pada orang dewasa yang lebih tua, karena kulit cenderung menjadi lebih kering seiring bertambahnya usia.

Penyakit ini umum terjadi pada orang dewasa yang lebih tua, karena kulit cenderung menjadi lebih kering seiring bertambahnya usia. Berdasarkan penyebabnya, pruritus dapat terlihat di kulit penderitanya dalam bentuk yang mungkin normal, merah, kasar atau muncul benjolan.

Hal ini membuat penderitanya cenderung menggaruk secara terus-menerus, dan dapat menyebabkan area kulit yang tebal terangkat, atau bisa juga berdarah dan terinfeksi. Pruritus sendiri bisa menjadi kronis jika gatal berlanjut selama enam minggu atau lebih.

Pruritus sendiri dapat diklasifikasikan menjadi tiga kelompok:

- Pruritus dengan kelainan kulit primer atau kelainan kulit spesifik spesifik.

- Pruritus tanpa kelainan kulit spesifik (ada penyakit penyerta lain, seperti kelainan metabolik atau infeksi atau kelainan saraf).

- Pruritus pada kelainan kulit sekunder (contoh: prurigo nodularis dan liken simpleks).
 

Gejala


Dr. Yustin Sumito, Sp.KK selaku spesialis kulit dan kelamin menjelaskan faktor risiko terjadi pruritus selain karena usia, bisa juga karena memiliki alergi dan kondisi penyakit lain seperti eksim, psoriasis, dan diabetes. Ibu hamil atau yang sedang menjalani dialisis juga bisa berdampak pada pruritus ini.

Gejala-gejala ini biasa ditemukan pada penderita pruritus, antara lain:

- Kemerahan.

- Tanda gores.

- Benjolan, bintik atau lecet.

- Kulit kering dan pecah-pecah.

- Bercak kasar atau bersisik.


Gejala tambahan pruritus pun juga meliputi:

- Perubahan warna kulit yang lebih terang atau lebih gelap dari kulit di sekitarnya.

- Ruam terbentuk pada kulit yang bengkak (peradangan).

- Benjolan besar di area kulit yang terkena.

- Lepuh atau benjolan berisi cairan pada kulit.
 

Cara mencegah


Jika terjadi tanda-tanda tersebut, kamu bisa langsung pergi ke dokter spesialis kulit untuk diketahui lebih lanjut apakah benar-benar mengalami pruritus atau tidak. Namun, kamu bisa terlebih dahulu mencoba hal-hal ini di rumah:

- Rutin gunakan krim dan lotion untuk menjaga kelembaban kulit.

- Memakai tabir surya.

- Mandi dengan air hangat.

- Menghindari kain yang menyebabkan iritasi kulit.

- Gunakan lap dingin atau es yang dibungkus handuk di atas area kulit yang gatal.

“Namun perlu diingat bahwa pengobatan pruritus dan xerosis yang benar dan tuntas tidak sesederhana memakai krim pelembap. Oleh sebab itu jika masih belum sembuh dan berlanjut dalam waktu yang terlalu lama, maka pengobatan dari dokter SpKK tentu diperlukan,” pungkas dr. Yustin.

Untuk mencegah pruritus oun, kamu bisa melakukan beberapa hal, seperti:

- Rajin menggunakan pelembap setelah mandi. Saat mandi pun, jangan terlalu lama dan gunakan air yang tidak terlalu panas.

- Dianjurkan minum banyak air agar tetap terhidrasi dengan baik dan menggunakan pelembap saat cuaca kering.

- Gunakan sabun pembersih yang ringan dan hindari beberapa jenis bahan yang tidak cocok dengan kulit.

- Saat gatal, jangan digaruk dengan berlebihan, melainkan basuh dengan handuk dingin atau gunakan es.

Aulia Putriningtias
 
(FIR)

MOST SEARCH