FITNESS & HEALTH
4 Tanda Kamu Terlalu Banyak Konsumsi Gula
Kumara Anggita
Rabu 03 Maret 2021 / 10:45
Jakarta: Gula menjadi salah satu bahan andalan untuk membuat rasa makanan jadi lebih enak. Namun sayangnya, tak sedikit orang yang kebablasan dalam mengonsumsi gula. Pasalnya, dibalik kenikmatan yang kamu dapat, ada banyak masalah kesehatan yang mengintai jika tubuhmu kelebihan gula.
Perlu diketahui, Kementrian Kesehatan Republik Indonesia merekomendasikan untuk tidak konsumsi lebih dari 50 gram gula per hari. Atau setara dengan empat sendok makan.
Bila lebih dari itu, banyak potensi penyakit yang bisa datang ke tubuhmu. Mengutip dari Eat This, ada beberapa tanda yang sering muncul jika kamu sudah terlalu banyak konsumsi gula, diantaranya:
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa gula dapat menurunkan keragaman bakteri sehat di usus dalam waktu seminggu, sehingga membuat sistem pencernaan menjadi lamban.
"Terlalu banyak gula putih tidak akan membantu jika kamu mencoba mempromosikan bakteri sehat dalam sistem tubuhmu,” ujar Brigitte Zeitlin, MPH, RD, CDN, seorang Ahli Diet.
Walaupun para ahli mengatakan bahwa jerawat yang parah tidak ada hubungannya dengan diet untuk sebagian besar orang, tapi beberapa penelitian mengaitkan jerawat dengan makan terlalu banyak makanan manis.
“Gula meningkatkan produksi hormon terutama androgen yang terkait dengan peradangan hormonal jerawat, yang biasanya muncul di sekitar garis rahang dan mulut,” kata Bruce Robinson, M.D., dokter kulit bersertifikat di New York City.
“Jika kamu berjuang melawan jerawat dan tidak tahu mengapa, akan sangat membantu untuk mengurangi gula tambahan dalam makananmu,” kata Karen Ansel, RD, penulis Healing Superfoods for Anti-Aging.

(Terlalu banyak gula putih justru dapat membunuh bakteri sehat dalam sistem tubuh. Foto: Ilustrasi. Dok. Freepik.com)
Beberapa penelitian telah mengaitkan gula dengan gangguan mood seperti depresi. Selain perubahan gula darah, gula juga dapat mengacaukan neurotransmiter di otak yang mengatur suasana hati kamu.
Menurut Ansel, gula menyebabkan lonjakan hormon serotonin yang membuat kamu merasa nyaman pada awalnya namun setelah itu kamu justru akan mengalami perasaan lebih buruk dalam jangka panjang. Hasilnya kamu jadi moody dan mudah tersinggung.
Zeitlin mengatakan cara terbaik untuk menstabilkan gula darah dan suasana hati kamu adalah dengan makan lebih banyak makanan yang membutuhkan waktu lebih lama untuk dicerna, seperti biji-bijian, serat, dan protein.
Meskipun gula itu sendiri tidak selalu dengan sendirinya membuat berat badan menumpuk, gula justru dapat mempertahankan berat badan yang sehat.
Menurut Zeitlin, makanan dengan banyak gula putih membuat kamu merasa kurang kenyang, sehingga kamu cenderung makan lebih banyak kalori setiap kali makan.
Di sisi lain, karbohidrat kompleks (seperti biji-bijian, buah-buahan, dan sayuran), lemak sehat (seperti kacang-kacangan dan biji-bijian), dan protein tanpa lemak (seperti ikan dan ayam) membutuhkan waktu lebih lama untuk dicerna oleh sistem tubuh. sehingga menjaga kadar gula darah tetap stabil dan kamu merasa kenyang lebih cepat dan lebih lama.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
(yyy)
Perlu diketahui, Kementrian Kesehatan Republik Indonesia merekomendasikan untuk tidak konsumsi lebih dari 50 gram gula per hari. Atau setara dengan empat sendok makan.
Bila lebih dari itu, banyak potensi penyakit yang bisa datang ke tubuhmu. Mengutip dari Eat This, ada beberapa tanda yang sering muncul jika kamu sudah terlalu banyak konsumsi gula, diantaranya:
Mengalami masalah pencernaan dan buang air besar tidak teratur
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa gula dapat menurunkan keragaman bakteri sehat di usus dalam waktu seminggu, sehingga membuat sistem pencernaan menjadi lamban.
"Terlalu banyak gula putih tidak akan membantu jika kamu mencoba mempromosikan bakteri sehat dalam sistem tubuhmu,” ujar Brigitte Zeitlin, MPH, RD, CDN, seorang Ahli Diet.
Timbul jerawat di sekitar mulut dan pipi
Walaupun para ahli mengatakan bahwa jerawat yang parah tidak ada hubungannya dengan diet untuk sebagian besar orang, tapi beberapa penelitian mengaitkan jerawat dengan makan terlalu banyak makanan manis.
“Gula meningkatkan produksi hormon terutama androgen yang terkait dengan peradangan hormonal jerawat, yang biasanya muncul di sekitar garis rahang dan mulut,” kata Bruce Robinson, M.D., dokter kulit bersertifikat di New York City.
“Jika kamu berjuang melawan jerawat dan tidak tahu mengapa, akan sangat membantu untuk mengurangi gula tambahan dalam makananmu,” kata Karen Ansel, RD, penulis Healing Superfoods for Anti-Aging.

(Terlalu banyak gula putih justru dapat membunuh bakteri sehat dalam sistem tubuh. Foto: Ilustrasi. Dok. Freepik.com)
Moody dan mudah tersinggung
Beberapa penelitian telah mengaitkan gula dengan gangguan mood seperti depresi. Selain perubahan gula darah, gula juga dapat mengacaukan neurotransmiter di otak yang mengatur suasana hati kamu.
Menurut Ansel, gula menyebabkan lonjakan hormon serotonin yang membuat kamu merasa nyaman pada awalnya namun setelah itu kamu justru akan mengalami perasaan lebih buruk dalam jangka panjang. Hasilnya kamu jadi moody dan mudah tersinggung.
Zeitlin mengatakan cara terbaik untuk menstabilkan gula darah dan suasana hati kamu adalah dengan makan lebih banyak makanan yang membutuhkan waktu lebih lama untuk dicerna, seperti biji-bijian, serat, dan protein.
Sulit menurunkan berat badan
Meskipun gula itu sendiri tidak selalu dengan sendirinya membuat berat badan menumpuk, gula justru dapat mempertahankan berat badan yang sehat.
Menurut Zeitlin, makanan dengan banyak gula putih membuat kamu merasa kurang kenyang, sehingga kamu cenderung makan lebih banyak kalori setiap kali makan.
Di sisi lain, karbohidrat kompleks (seperti biji-bijian, buah-buahan, dan sayuran), lemak sehat (seperti kacang-kacangan dan biji-bijian), dan protein tanpa lemak (seperti ikan dan ayam) membutuhkan waktu lebih lama untuk dicerna oleh sistem tubuh. sehingga menjaga kadar gula darah tetap stabil dan kamu merasa kenyang lebih cepat dan lebih lama.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(yyy)