FITNESS & HEALTH

Jangan Terlambat, Mulai Deteksi Diabetes di Usia 30-an

Medcom
Kamis 21 April 2022 / 06:00
Jakarta: Diabetes merupakan penyakit kronis yang ditandai dengan tingginya kadar gula di dalam darah manusia. Jika dibiarkan tidak diperiksa, diabetes dapat menyebabkan komplikasi serius dan dapat menyebabkan risiko kematian lebih cepat dari seharusnya.

Dokter Spesialis Penyakit Dalam dari Siloam Hospitals Sriwijaya, dr. Ketherine Sp.PD., mengatakan, diabetes merupakan salah satu dari delapan penyakit utama yang mengakibatkan kematian pada orang dewasa. Menderita diabetes memperbesar kemungkinan dua kali lebih besar terkena serangan jantung.

"Pada usia dewasa, yaitu di antara usia 30 hingga 40 tahun, kami sarankan agar memulai kebiasaan deteksi dini guna mengetahui ada atau tidaknya faktor penyebab timbulnya diabetes," katanya di acara bincang-bingang dalam rangka memperingati Hari Diabetes Nasional.

Menurut dr. Ketherine, diabetes adalah penyebab utama kebutaan, gagal ginjal, amputasi tungkai bawah, dan beberapa akibat jangka panjang yang membuat mutu hidup menjadi lebih rendah. Dia juga bicara soal anggapan yang menyebut penderita diabetes harus melakukan diet khusus.

"Faktanya adalah diet khusus atau diet makanan sehat bermanfaat bagi siapapun, termasuk orang dengan diabetes. Pola makanan sehat harus mengandung biji-bijian, sayuran dan buah, menghindari lemak trans, dan membatasi lemak larus dan karbohidrat olahan, terutama gula. Ingat, kata-kata 'natural' atau 'asli alami' tidak selalu bersifat aman," jelasnya.

Seputar Diabetes dan Pencegahan


Ada dua jenis utama diabetes, yaitu tipe 1 dan tipe 2. Diabetes tipe 1 adalah penyakit autoimun yang artinya sistem imun tubuh akan menyerang dirinya sendiri. Pada kondisi ini, tubuh tidak akan memproduksi insulin sama sekali.

Gangguan ini disebabkan sistem kekebalan tubuh yang biasanya menyerang virus atau bakteri berbahaya lainnya. Malah menyerang dan menghancurkan sel penghasil insulin. Akibatnya, tubuh kekurangan atau bahkan tidak dapat memproduksi insulin sehingga gula yang seharusnya diubah menjadi energi oleh insulin, menyebabkan terjadinya penumpukan gula dalam darah.

Sementara dalam diabetes tipe 2, tubuh tidak membuat cukup insulin sehingga sel-sel tubuh pengidap diabetes tipe 2 tidak akan merespons insulin secara normal. Pada diabetes tipe 2, tubuh bisa menghasilkan insulin secara normal, tetapi insulin tidak digunakan secara normal. Kondisi ini dikenal juga sebagai resistensi insulin.

"Ada pun diabetes gestasional yang khusus diderita ibu hamil, yaitu tipe diabetes yang baru muncul ketika sedang hamil dan hilang setelah masa kehamilan selesai," jelas dr. Ketherine.

Ketherine lalu memaparkan gejala diabetes dikenal dengan sebutan 3P yaitu: Poliuria, Polidipsia dan Polifagia atau gejala sering buang air kecil, sering merasa haus dan merasa lapar. Termasuk gejala lain seperti penurunan berat badan drastis, keputihan pada wanita, disfungsi ereksi pada pria dan adanya luka yang sering susah atau lama untuk sembuh.

Diagnosis diabetes dapat dilakukan dengan beberapa tahap yakni, tes gula darah sewaktu (acak, kapan saja), tes gula darah puasa (setelah puasa 8 jam), HbA1c (gula darah rata rata dalam 3 bulan).

"Pencegahan diabetes tipe 1 sulit dilakukan karena berhubungan dengan faktor genetik. Sementara itu, diabetes tipe 2 yang umumnya bermula dari gaya hidup tidak sehat masih bisa dicegah. Cara untuk mencegah diabetes ini adalah dengan fokus menjaga kadar gula darah tetap normal," tutupnya.





 
(ELG)

MOST SEARCH