FITNESS & HEALTH

Piala Dunia Bikin Jam Tidur Berantakan? Coba Cara Sehat Ini

A. Firdaus
Rabu 24 Juni 2026 / 09:13
Ringkasnya gini..
  • Pada orang sehat batas konsumsi kafein maksimal sekitar 400 miligram per hari atau setara empat cangkir kopi.
  • Satu cangkir kopi saat begadang sudah cukup dan waktu mengonsumsinya juga perlu diperhatikan.
  • Susu termasuk pilihan yang lebih sehat karena mengandung berbagai zat gizi dan protein.
Jakarta: Euforia Piala Dunia 2026 membuat banyak penggemar sepak bola di Indonesia rela begadang demi menyaksikan tim favorit bertanding. Perbedaan waktu dengan Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko sebagai tuan rumah membuat sejumlah pertandingan digelar pada tengah malam hingga pagi hari waktu Indonesia.

Pada fase grup, beberapa laga Piala Dunia bahkan berlangsung sekitar pukul 23.00 WIB, 02.00 WIB, hingga 08.00 WIB. Kondisi ini membuat sebagian orang mengandalkan kopi untuk menjaga tubuh tetap terjaga selama pertandingan berlangsung.

Namun, dokter spesialis gizi klinik dari Rumah Sakit Premier Bintaro, dr. Yohan Samudra, SpGK, AIFO-K, mengingatkan agar konsumsi minuman berkafein tidak berlebihan. Menurutnya, satu cangkir kopi saat begadang sudah cukup dan waktu mengonsumsinya juga perlu diperhatikan.
 

“Waktu paruh kafein di tubuh sekitar enam jam, jadi perlu strategi yang tepat untuk menentukan jam meminum kopinya sehingga tidak mempersulit tidur setelah nonton bola,” kata dr. Yohan melansir ANTARA.

Ia menjelaskan, pada orang sehat batas konsumsi kafein maksimal sekitar 400 miligram per hari atau setara empat cangkir kopi. Namun, bagi penderita hipertensi, jumlah tersebut sebaiknya dibatasi hingga sekitar 200 miligram per hari.
 

Jadwal malam Piala Dunia berpotensi mengganggu pola tidur


Piala Dunia 2026 menjadi turnamen terbesar sepanjang sejarah dengan melibatkan 48 negara peserta dan digelar di tiga negara. Perbedaan zona waktu membuat sebagian besar pertandingan prime time di Amerika Utara jatuh pada waktu tengah malam bagi masyarakat Indonesia.

Kebiasaan begadang berulang selama hampir sebulan kompetisi dapat mengganggu pola tidur jika tidak diimbangi dengan waktu istirahat yang cukup. Kurang tidur dalam jangka panjang diketahui dapat meningkatkan risiko tekanan darah tinggi, kadar kolesterol, hingga mengganggu fungsi hati.
 

Susu bisa jadi pilihan, tapi tidak untuk semua orang


Selain kopi, sebagian orang memilih susu sebagai teman begadang. Menurut Yohan, susu termasuk pilihan yang lebih sehat karena mengandung berbagai zat gizi dan protein. Namun, kandungan tryptophan di dalamnya dapat memicu rasa kantuk.

Pada orang yang memiliki intoleransi glukosa, minum susu saat perut kosong dan begadang juga berisiko menimbulkan rasa mual.

“Untuk orang dengan intoleransi glukosa dapat menimbulkan rasa mual saat minum susu di perut kosong dan begadang,” ujar dr. Yohan.
 

Tidak perlu makan berat saat dini hari


Dokter Yohan mengatakan tubuh sebenarnya tidak membutuhkan asupan makanan ketika terbangun pada dini hari. Namun, jika rasa lapar muncul, sebaiknya pilih camilan yang lebih sehat seperti buah-buahan atau kacang rebus.

Ia juga mengingatkan agar para pencinta sepak bola tetap memperhatikan durasi tidur selama mengikuti Piala Dunia. Pasalnya, begadang yang menjadi kebiasaan dapat berdampak buruk bagi kesehatan.

Jadi, sah-sah saja menikmati drama adu penalti atau gol menit akhir hingga subuh. Namun, jangan lupa menjaga pola tidur dan membatasi konsumsi kopi agar tubuh tetap fit selama maraton Piala Dunia berlangsung.

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(FIR)

MOST SEARCH