FITNESS & HEALTH
Hobi Ngopi? Waspadai 6 Tanda Kandung Kemih Mulai Bermasalah Akibat Kafein
Fatha Annisa
Rabu 17 Juni 2026 / 20:44
- Konsumsi kafein berlebihan dari kopi, teh, soda, atau minuman energi dapat mengiritasi kandung kemih.
- Hal ini juga bisa melemahkan otot kandung kemih sehingga mengalami gejala seperti sering buang air kecil hingga dorongan mendadak untuk berkemih.
- Risiko ini lebih tinggi pada orang dengan kandung kemih overaktif, ISK berulang, hingga inkontinensia urine.
Jakarta: Kopi sering menjadi penyelamat di tengah hari saat rasa kantuk menyerang dan konsentrasi mulai menurun. Tak hanya itu, teh, minuman energi, soda, dan minuman berkafein lainnya juga dapat membantu seseorang tetap terjaga dan lebih waspada.
Namun, konsumsi kafein yang berlebihan nyatanya dapat berdampak pada kesehatan kandung kemih. Sayangnya karena kopi dikenal efektif meningkatkan fokus, banyak orang kerap mengabaikan efek samping lainnya, termasuk risiko gangguan saluran kemih.
Nefrolog Dr. Manoj Singhal menjelaskan bahwa kandung kemih bisa menjadi lebih sensitif dan lebih reaktif setelah asupan kafein yang tinggi.
“Kafein mengiritasi lapisan kandung kemih dan meningkatkan aktivitas otot kandung kemih. Dalam beberapa kasus, konsumsi kafein berlebihan juga dapat membuat kandung kemih tidak mampu menahan urine dalam waktu lama,” jelas Dr. Singhal, dikutip dari Hindustan Times, Rabu, 17 Juni 2026.
Minuman energi dan suplemen pre-workout juga tidak luput dari risiko tersebut. Bahkan, beberapa minuman energi mengandung kadar kafein yang sangat tinggi, ditambah stimulan lain dan gula yang dapat memperparah iritasi kandung kemih.
Kendati mengancam kesehatan kandung kemih, tidak semua orang memiliki respons yang sama terhadap kafein. Beberapa orang dengan kondisi tertentu cenderung lebih sensitif terhadap iritasi kafein pada kandung kemih.
Adapun mereka adalah orang dengan kandung kemih overaktif (overactive bladder), sistitis interstisial, infeksi saluran kemih (ISK) berulang, pembesaran prostat, gangguan dasar panggul, atau inkontinensia urine.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
(PRI)
Namun, konsumsi kafein yang berlebihan nyatanya dapat berdampak pada kesehatan kandung kemih. Sayangnya karena kopi dikenal efektif meningkatkan fokus, banyak orang kerap mengabaikan efek samping lainnya, termasuk risiko gangguan saluran kemih.
| Baca juga: Lemak Perut Bikin Pusing? Yuk, Usir Pakai 5 Minuman Ini |
Bagaimana kafein berlebihan melemahkan kandung kemih?
Kafein membuat ginjal memproduksi lebih banyak urine. Karena itu, banyak orang merasa lebih sering buang air kecil setelah mengonsumsi soda atau minuman energi dalam jumlah besar.Nefrolog Dr. Manoj Singhal menjelaskan bahwa kandung kemih bisa menjadi lebih sensitif dan lebih reaktif setelah asupan kafein yang tinggi.
“Kafein mengiritasi lapisan kandung kemih dan meningkatkan aktivitas otot kandung kemih. Dalam beberapa kasus, konsumsi kafein berlebihan juga dapat membuat kandung kemih tidak mampu menahan urine dalam waktu lama,” jelas Dr. Singhal, dikutip dari Hindustan Times, Rabu, 17 Juni 2026.
Minuman energi dan suplemen pre-workout juga tidak luput dari risiko tersebut. Bahkan, beberapa minuman energi mengandung kadar kafein yang sangat tinggi, ditambah stimulan lain dan gula yang dapat memperparah iritasi kandung kemih.
| Baca juga: World Digestive Health Day 2026: Spill Rahasia Biar Pencernaan Si Kecil Tetap Sehat |
Tanda-tanda otot kandung kemih mulai melemah
Menurut nefrolog Dr. Manoj Singhal, pada tahap awal, efek yang terjadi pada kandung kemih karena konsumsi kafein berlebih sering kali tidak disadari. Beberapa gejalanya antara lain sebagai berikut:- Frekuensi buang air kecil meningkat meski tidak banyak minum
- Dorongan buang air kecil yang datang tiba-tiba
- Sering buang air kecil pada malam hari
- Kesulitan menahan urine
- Rasa terbakar ringan, tekanan, atau ketidaknyamanan pada kandung kemih tanpa adanya infeksi
- Inkontinensia urine (ngompol atau kebocoran urine) pada beberapa kasus
| Baca juga: Ternyata Jam Makan Bisa Ngatur Mood, Berat Badan, sampai Kesehatan Usus |
Kendati mengancam kesehatan kandung kemih, tidak semua orang memiliki respons yang sama terhadap kafein. Beberapa orang dengan kondisi tertentu cenderung lebih sensitif terhadap iritasi kafein pada kandung kemih.
Adapun mereka adalah orang dengan kandung kemih overaktif (overactive bladder), sistitis interstisial, infeksi saluran kemih (ISK) berulang, pembesaran prostat, gangguan dasar panggul, atau inkontinensia urine.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(PRI)