FITNESS & HEALTH
Cara Mengembalikan Suara Hilang dan Serak
Muhammad Syahrul Ramadhan
Selasa 06 Oktober 2026 / 14:46
- Suara hilang atau serak bisa mengganggu aktivitas. Ada beberapa cara sederhana yang dapat dilakukan di rumah untuk membantu pemulihannya.
- Istirahatkan suara, cukup minum, dan hindari asap rokok saat mengalami suara serak atau hilang.
- Jika suara serak atau hilang berlangsung terus-menerus, sebaiknya periksakan kondisi tersebut ke dokter.
Jakarta: Suara tiba-tiba hilang atau terdengar serak tentu bisa membuat aktivitas sehari-hari terganggu. Kondisi ini dapat membuat seseorang kesulitan berkomunikasi, terlebih bagi mereka yang sehari-hari banyak berbicara.
Suara serak atau hilang dapat terjadi karena berbagai kondisi yang memengaruhi pita suara. Salah satunya adalah penggunaan suara secara berlebihan, misalnya terlalu banyak berbicara, berteriak, atau bernyanyi.
Ketika suara mulai berubah, ada beberapa langkah sederhana yang dapat dilakukan di rumah untuk membantu proses pemulihannya.
1. Istirahatkan suara
Memberikan waktu istirahat untuk suara menjadi salah satu langkah penting ketika suara mulai serak atau hilang. Kurangi berbicara untuk sementara waktu agar pita suara tidak terus bekerja.
Hindari pula berbicara dengan suara keras atau berteriak karena dapat membuat kondisi pita suara semakin terbebani.
2. Perbanyak minum air
Menjaga tubuh tetap terhidrasi juga penting ketika mengalami suara serak atau hilang. Minum air yang cukup dapat membantu menjaga kelembapan tenggorokan.
Air putih dapat menjadi pilihan utama untuk memenuhi kebutuhan cairan tubuh selama proses pemulihan suara.
3. Gunakan udara yang lembap
Udara yang terlalu kering dapat membuat tenggorokan terasa tidak nyaman. Karena itu, menjaga kelembapan udara di sekitar dapat membantu membuat saluran pernapasan terasa lebih nyaman.
Penggunaan pelembap udara atau humidifier dapat menjadi salah satu pilihan, terutama ketika berada di ruangan dengan udara yang kering.
4. Hindari rokok dan asapnya
Asap rokok dapat menjadi salah satu sumber iritasi bagi saluran pernapasan. Ketika suara sedang bermasalah, sebaiknya hindari kebiasaan merokok maupun paparan asap rokok agar kondisi tenggorokan tidak semakin terganggu.
5. Hindari makanan dan minuman yang memicu iritasi
Saat suara serak atau hilang, perhatikan pula makanan dan minuman yang dikonsumsi. Hindari hal-hal yang dapat membuat tenggorokan semakin tidak nyaman.
Selain itu, pastikan tubuh mendapatkan waktu istirahat yang cukup sehingga proses pemulihan dapat berjalan dengan baik.
Jika suara tidak kunjung kembali, sering mengalami suara serak berulang, atau terdapat keluhan lain yang mengganggu, sebaiknya lakukan pemeriksaan ke dokter. Pemeriksaan diperlukan untuk mengetahui penyebab gangguan suara dan menentukan penanganan yang sesuai.
Menjaga suara juga dapat dilakukan dengan tidak memaksakan penggunaannya ketika mulai terasa lelah atau tidak nyaman. Dengan memberikan waktu istirahat dan menjaga kondisi tubuh, kesehatan suara dapat lebih terjaga.
(Ellen Octovia Suherman)
(RUL)
Suara serak atau hilang dapat terjadi karena berbagai kondisi yang memengaruhi pita suara. Salah satunya adalah penggunaan suara secara berlebihan, misalnya terlalu banyak berbicara, berteriak, atau bernyanyi.
Ketika suara mulai berubah, ada beberapa langkah sederhana yang dapat dilakukan di rumah untuk membantu proses pemulihannya.
Cara mengembalikan suara hilang dan serak
Berikut beberapa cara yang dapat dilakukan untuk membantu mengembalikan suara yang hilang atau serak.1. Istirahatkan suara
Memberikan waktu istirahat untuk suara menjadi salah satu langkah penting ketika suara mulai serak atau hilang. Kurangi berbicara untuk sementara waktu agar pita suara tidak terus bekerja.
Hindari pula berbicara dengan suara keras atau berteriak karena dapat membuat kondisi pita suara semakin terbebani.
2. Perbanyak minum air
Menjaga tubuh tetap terhidrasi juga penting ketika mengalami suara serak atau hilang. Minum air yang cukup dapat membantu menjaga kelembapan tenggorokan.
Air putih dapat menjadi pilihan utama untuk memenuhi kebutuhan cairan tubuh selama proses pemulihan suara.
3. Gunakan udara yang lembap
Udara yang terlalu kering dapat membuat tenggorokan terasa tidak nyaman. Karena itu, menjaga kelembapan udara di sekitar dapat membantu membuat saluran pernapasan terasa lebih nyaman.
Penggunaan pelembap udara atau humidifier dapat menjadi salah satu pilihan, terutama ketika berada di ruangan dengan udara yang kering.
4. Hindari rokok dan asapnya
Asap rokok dapat menjadi salah satu sumber iritasi bagi saluran pernapasan. Ketika suara sedang bermasalah, sebaiknya hindari kebiasaan merokok maupun paparan asap rokok agar kondisi tenggorokan tidak semakin terganggu.
5. Hindari makanan dan minuman yang memicu iritasi
Saat suara serak atau hilang, perhatikan pula makanan dan minuman yang dikonsumsi. Hindari hal-hal yang dapat membuat tenggorokan semakin tidak nyaman.
Selain itu, pastikan tubuh mendapatkan waktu istirahat yang cukup sehingga proses pemulihan dapat berjalan dengan baik.
Kapan suara hilang perlu diperiksa?
Suara serak atau hilang umumnya dapat berkaitan dengan kondisi ringan, tetapi jangan mengabaikannya apabila keluhan berlangsung terus-menerus atau semakin parah.Jika suara tidak kunjung kembali, sering mengalami suara serak berulang, atau terdapat keluhan lain yang mengganggu, sebaiknya lakukan pemeriksaan ke dokter. Pemeriksaan diperlukan untuk mengetahui penyebab gangguan suara dan menentukan penanganan yang sesuai.
Menjaga suara juga dapat dilakukan dengan tidak memaksakan penggunaannya ketika mulai terasa lelah atau tidak nyaman. Dengan memberikan waktu istirahat dan menjaga kondisi tubuh, kesehatan suara dapat lebih terjaga.
(Ellen Octovia Suherman)
(RUL)