Jakarta: influenza dan dapat menyebar dari satu orang ke orang lain, melalui partikel pernapasan ketika seseorang yang terinfeksi batuk, bersin, atau berbicara.
Penularan juga dapat terjadi ketika tangan menyentuh benda yang terkontaminasi virus lalu menyentuh mata, hidung, atau mulut. Meski umumnya dapat sembuh, influenza tetap perlu diwaspadai karena dapat menyebabkan komplikasi serius pada kelompok tertentu.
Kementerian Kesehatan RI mencatat bahwa kelompok seperti lansia, ibu hamil, dan orang dengan penyakit penyerta memiliki risiko lebih tinggi mengalami kondisi berat. Karena itu, menerapkan langkah pencegahan penting untuk mengurangi risiko tertular sekaligus membantu menghentikan penyebaran virus.
Lakukan Vaksin Influenza
Vaksinasi merupakan salah satu langkah utama untuk mengurangi risiko influenza dan komplikasinya. U.S. Centers for Disease Control and Prevention (CDC) menyebut vaksin influenza sebagai cara paling jitu untuk menurunkan risiko terkena flu musiman dan komplikasi yang mungkin ditimbulkannya.
Vaksin ini sebaiknya diberikan setiap tahun karena virus influenza yang beredar dapat berubah dari waktu ke waktu. Di Indonesia, Kemenkes merekomendasikan vaksin influenza tahunan terutama bagi kelompok berisiko tinggi, seperti lansia, ibu hamil, tenaga kesehatan, individu dengan penyakit kronis, serta pelaku perjalanan tertentu.
Sayangnya, vaksin influenza tahunan saat ini belum termasuk program imunisasi rutin nasional di Indonesia.
Baca Juga :
Influenza A vs Flu Biasa, Emang Bedanya Apa?
Rajin Mencuci Tangan
Menjaga kebersihan tangan dapat membantu mengurangi penyebaran virus. Biasakan mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir, terutama setelah beraktivitas atau menyentuh benda yang sering digunakan bersama.
Jika sabun dan air tidak tersedia, hand sanitizer berbahan dasar alkohol dapat menjadi alternatif. CDC memasukkan kebiasaan membersihkan tangan sebagai salah satu langkah pencegahan influenza dan penyakit pernapasan lainnya.
Hindari Sentuhan pada Wajah dengan Tangan Kotor
Tangan dapat menyentuh berbagai permukaan yang mungkin telah terkontaminasi virus. Kebiasaan menyentuh mata, hidung, atau mulut dengan tangan yang belum dibersihkan dapat memberikan peluang bagi kuman untuk masuk ke tubuh.
Karena itu, selain rajin mencuci tangan, usahakan mengurangi kebiasaan menyentuh mata, hidung, dan mulut ketika tangan belum bersih.
Terapkan Etika Batuk dan Bersin
Saat batuk atau bersin, tutup hidung dan mulut menggunakan tisu. Setelah digunakan, segera buang tisu ke tempat sampah dan bersihkan tangan.
Jika tidak memiliki tisu, bagian dalam siku dapat digunakan untuk menutup mulut dan hidung. Kebiasaan tersebut membantu mengurangi penyebaran partikel pernapasan yang dapat membawa virus.
Kemenkes juga memasukkan etika batuk dan bersin sebagai salah satu langkah pencegahan influenza di masyarakat.
Gunakan Masker Saat Sakit atau Berada di Situasi Berisiko
Masker dapat menjadi salah satu lapisan perlindungan tambahan terhadap penularan virus pernapasan. Penggunaan masker dapat membantu mengurangi penyebaran virus dari orang yang terinfeksi sekaligus memberikan perlindungan kepada pemakainya dari partikel infeksius di sekitarnya.
Kemenkes secara khusus mengimbau masyarakat yang mengalami gejala seperti batuk dan pilek untuk menggunakan masker. Masker juga dapat dipertimbangkan ketika berada di tempat ramai, terutama ketika risiko penularan penyakit pernapasan sedang meningkat.
Pastikan Sirkulasi Udara Baik
Kualitas udara di dalam ruangan juga berperan dalam mengurangi risiko paparan virus pernapasan. Tingkatkan pertukaran udara di dalam ruangan dan udara segar dari luar.
Gunakan sistem pemurnian udara (air purifier) bila diperlukan atau lakukan aktivitas di ruang terbuk. Langkah tersebut dapat membantu mengurangi konsentrasi partikel virus di udara sehingga risiko paparan dapat ditekan.
Hindari Kontak dengan Orang yang Sedang Sakit
Jika seseorang sedang mengalami influenza atau gejala penyakit pernapasan, sebaiknya kurangi kontak dekat untuk membantu mencegah penularan. Sebaliknya, orang yang sedang sakit juga dianjurkan untuk tetap berada di rumah dan menghindari kontak dengan orang lain selama mengalami gejala.
Cara sederhana seperti menjaga jarak ketika ada orang yang sedang batuk atau bersin dapat membantu mengurangi risiko penularan melalui udara.
Bersihkan Permukaan yang Sering Disentuh
Selain menjaga kebersihan tangan, permukaan yang sering disentuh juga sebaiknya dibersihkan secara rutin. Misalnya gagang pintu, meja, pegangan, dan benda lain yang digunakan oleh banyak orang.
CDC menyebut pembersihan permukaan yang sering disentuh sebagai bagian dari kebiasaan menjaga kebersihan untuk membantu mencegah penyebaran penyakit.
Jaga Tubuh Tetap Sehat
Pencegahan influenza juga dapat dilakukan dengan menerapkan kebiasaan hidup sehat. CDC menyarankan tidur yang cukup, aktif secara fisik, mengelola stres, mencukupi kebutuhan cairan, serta mengonsumsi makanan bergizi sebagai bagian dari kebiasaan sehat untuk membantu menjaga kondisi tubuh.
Meski kebiasaan tersebut bukan pengganti vaksinasi atau langkah pencegahan penularan lainnya, menerapkan pola hidup sehat tetap menjadi bagian penting dari upaya menjaga kesehatan. (Vira Farhatul Maula)
Jakarta: influenza dan dapat menyebar dari satu orang ke orang lain, melalui partikel pernapasan ketika seseorang yang terinfeksi batuk, bersin, atau berbicara.
Penularan juga dapat terjadi ketika tangan menyentuh benda yang terkontaminasi virus lalu menyentuh mata, hidung, atau mulut. Meski umumnya dapat sembuh, influenza tetap perlu diwaspadai karena dapat menyebabkan komplikasi serius pada kelompok tertentu.
Kementerian Kesehatan RI mencatat bahwa kelompok seperti lansia, ibu hamil, dan orang dengan penyakit penyerta memiliki risiko lebih tinggi mengalami kondisi berat. Karena itu, menerapkan langkah pencegahan penting untuk mengurangi risiko tertular sekaligus membantu menghentikan penyebaran virus.
Lakukan Vaksin Influenza
Vaksinasi merupakan salah satu langkah utama untuk mengurangi risiko influenza dan komplikasinya. U.S. Centers for Disease Control and Prevention (CDC) menyebut vaksin influenza sebagai cara paling jitu untuk menurunkan risiko terkena flu musiman dan komplikasi yang mungkin ditimbulkannya.
Vaksin ini sebaiknya diberikan setiap tahun karena virus influenza yang beredar dapat berubah dari waktu ke waktu. Di Indonesia, Kemenkes merekomendasikan vaksin influenza tahunan terutama bagi kelompok berisiko tinggi, seperti lansia, ibu hamil, tenaga kesehatan, individu dengan penyakit kronis, serta pelaku perjalanan tertentu.
Sayangnya, vaksin influenza tahunan saat ini belum termasuk program imunisasi rutin nasional di Indonesia.
Rajin Mencuci Tangan
Menjaga kebersihan tangan dapat membantu mengurangi penyebaran virus. Biasakan mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir, terutama setelah beraktivitas atau menyentuh benda yang sering digunakan bersama.
Jika sabun dan air tidak tersedia, hand sanitizer berbahan dasar alkohol dapat menjadi alternatif. CDC memasukkan kebiasaan membersihkan tangan sebagai salah satu langkah pencegahan influenza dan penyakit pernapasan lainnya.
Hindari Sentuhan pada Wajah dengan Tangan Kotor
Tangan dapat menyentuh berbagai permukaan yang mungkin telah terkontaminasi virus. Kebiasaan menyentuh mata, hidung, atau mulut dengan tangan yang belum dibersihkan dapat memberikan peluang bagi kuman untuk masuk ke tubuh.
Karena itu, selain rajin mencuci tangan, usahakan mengurangi kebiasaan menyentuh mata, hidung, dan mulut ketika tangan belum bersih.
Terapkan Etika Batuk dan Bersin
Saat batuk atau bersin, tutup hidung dan mulut menggunakan tisu. Setelah digunakan, segera buang tisu ke tempat sampah dan bersihkan tangan.
Jika tidak memiliki tisu, bagian dalam siku dapat digunakan untuk menutup mulut dan hidung. Kebiasaan tersebut membantu mengurangi penyebaran partikel pernapasan yang dapat membawa virus.
Kemenkes juga memasukkan etika batuk dan bersin sebagai salah satu langkah pencegahan influenza di masyarakat.
Gunakan Masker Saat Sakit atau Berada di Situasi Berisiko
Masker dapat menjadi salah satu lapisan perlindungan tambahan terhadap penularan virus pernapasan. Penggunaan masker dapat membantu mengurangi penyebaran virus dari orang yang terinfeksi sekaligus memberikan perlindungan kepada pemakainya dari partikel infeksius di sekitarnya.
Kemenkes secara khusus mengimbau masyarakat yang mengalami gejala seperti batuk dan pilek untuk menggunakan masker. Masker juga dapat dipertimbangkan ketika berada di tempat ramai, terutama ketika risiko penularan penyakit pernapasan sedang meningkat.
Pastikan Sirkulasi Udara Baik
Kualitas udara di dalam ruangan juga berperan dalam mengurangi risiko paparan virus pernapasan. Tingkatkan pertukaran udara di dalam ruangan dan udara segar dari luar.
Gunakan sistem pemurnian udara (air purifier) bila diperlukan atau lakukan aktivitas di ruang terbuk. Langkah tersebut dapat membantu mengurangi konsentrasi partikel virus di udara sehingga risiko paparan dapat ditekan.
Hindari Kontak dengan Orang yang Sedang Sakit
Jika seseorang sedang mengalami influenza atau gejala penyakit pernapasan, sebaiknya kurangi kontak dekat untuk membantu mencegah penularan. Sebaliknya, orang yang sedang sakit juga dianjurkan untuk tetap berada di rumah dan menghindari kontak dengan orang lain selama mengalami gejala.
Cara sederhana seperti menjaga jarak ketika ada orang yang sedang batuk atau bersin dapat membantu mengurangi risiko penularan melalui udara.
Bersihkan Permukaan yang Sering Disentuh
Selain menjaga kebersihan tangan, permukaan yang sering disentuh juga sebaiknya dibersihkan secara rutin. Misalnya gagang pintu, meja, pegangan, dan benda lain yang digunakan oleh banyak orang.
CDC menyebut pembersihan permukaan yang sering disentuh sebagai bagian dari kebiasaan menjaga kebersihan untuk membantu mencegah penyebaran penyakit.
Jaga Tubuh Tetap Sehat
Pencegahan influenza juga dapat dilakukan dengan menerapkan kebiasaan hidup sehat. CDC menyarankan tidur yang cukup, aktif secara fisik, mengelola stres, mencukupi kebutuhan cairan, serta mengonsumsi makanan bergizi sebagai bagian dari kebiasaan sehat untuk membantu menjaga kondisi tubuh.
Meski kebiasaan tersebut bukan pengganti vaksinasi atau langkah pencegahan penularan lainnya, menerapkan pola hidup sehat tetap menjadi bagian penting dari upaya menjaga kesehatan.
(Vira Farhatul Maula)
(ANN)