FITNESS & HEALTH
Waspadai Penyakit Jantung Bawaan, Bisa Hambat Tumbuh Kembang Anak
A. Firdaus
Rabu 08 April 2026 / 19:35
- Pada anak dengan penyakit jantung bawaan, tubuh membutuhkan kalori lebih tinggi.
- Deteksi dini menjadi kunci utama dalam penanganan penyakit jantung bawaan.
- Gejala penyakit jantung bawaan bisa muncul sejak bayi.
Jakarta: Tumbuh kembang anak menjadi indikator penting dalam menilai kondisi kesehatannya. Namun, tidak sedikit orang tua merasa khawatir ketika berat badan anak sulit naik atau perkembangan terlihat lebih lambat dibandingkan teman seusianya. Salah satu penyebab yang perlu diwaspadai adalah penyakit jantung bawaan.
Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah di Bethsaida Hospital Gading Serpong, dr. Putri Reno Indrisia, Sp.JP, FIHA, CCK, menjelaskan bahwa kondisi ini dapat memengaruhi tumbuh kembang anak karena kebutuhan energi tubuh yang lebih tinggi.
“Pada anak dengan penyakit jantung bawaan, tubuh membutuhkan kalori lebih tinggi untuk membantu kerja jantung dan proses pernapasan. Hal ini sering menyebabkan berat badan sulit naik dan pertumbuhan terhambat,” jelas dr. Putri.
Penyakit jantung bawaan merupakan kelainan struktur atau fungsi jantung yang sudah terjadi sejak bayi dalam kandungan. Kondisi ini muncul akibat proses pembentukan jantung janin yang tidak sempurna, sehingga kemampuan jantung dalam memompa darah menjadi terganggu.
Secara umum, penyakit ini terbagi menjadi dua kelompok utama:
Jenis ini paling sering ditemukan. Kadar oksigen dalam darah masih cukup baik sehingga anak tidak tampak kebiruan. Contohnya adalah kelainan sekat jantung seperti ASD (Atrial Septal Defect) dan VSD (Ventricular Septal Defect).
Jenis ini lebih serius karena terjadi pencampuran darah kaya oksigen dan rendah oksigen. Akibatnya, tubuh kekurangan oksigen.
“Biasanya ditandai dengan bibir, lidah, atau ujung jari yang tampak kebiruan, terutama saat anak menangis atau kelelahan,” tambah dr. Putri.
Contohnya termasuk Tetralogy of Fallot (ToF) dan transposisi pembuluh darah besar.
Gejala penyakit jantung bawaan bisa muncul sejak bayi, namun ada juga yang baru terlihat saat anak bertambah usia.
Pada bayi:
- Menyusu terputus-putus atau berkeringat saat menyusu.
- Berat badan sulit naik.
- Infeksi saluran pernapasan berulang, termasuk pneumonia.
- Bibir atau ujung jari tampak kebiruan.
Pada anak yang lebih besar:
- Mudah lelah saat bermain.
- Pertumbuhan lebih lambat.
- Nyeri dada atau jantung berdebar.
- Ujung jari membulat (clubbing finger).
- Bibir tampak kebiruan saat kelelahan.
Deteksi dini menjadi kunci utama dalam penanganan penyakit jantung bawaan. Untuk memastikan diagnosis, dokter akan melakukan serangkaian pemeriksaan seperti auskultasi (mendengarkan suara jantung), pulse oximetry, elektrokardiogram (EKG), rontgen dada, hingga echocardiography atau USG jantung sebagai standar utama.
Pemeriksaan lanjutan seperti CT scan, MRI jantung, hingga kateterisasi jantung juga dapat dilakukan untuk mendapatkan gambaran yang lebih detail.
Jika diagnosis telah ditegakkan, penanganan dilakukan sesuai kondisi pasien, mulai dari terapi obat, tindakan intervensi non-bedah seperti pemasangan balon atau stent, hingga operasi untuk memperbaiki struktur jantung.
Direktur Bethsaida Hospital Gading Serpong, dr. Margareth Aryani Santoso, MARS, menegaskan komitmen pihaknya dalam menghadirkan layanan jantung yang komprehensif.
“Kami berkomitmen menghadirkan pelayanan jantung yang terintegrasi, mulai dari deteksi dini hingga penanganan yang tepat, didukung teknologi modern dan tim dokter berpengalaman,” pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
(FIR)
Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah di Bethsaida Hospital Gading Serpong, dr. Putri Reno Indrisia, Sp.JP, FIHA, CCK, menjelaskan bahwa kondisi ini dapat memengaruhi tumbuh kembang anak karena kebutuhan energi tubuh yang lebih tinggi.
“Pada anak dengan penyakit jantung bawaan, tubuh membutuhkan kalori lebih tinggi untuk membantu kerja jantung dan proses pernapasan. Hal ini sering menyebabkan berat badan sulit naik dan pertumbuhan terhambat,” jelas dr. Putri.
Apa Itu Penyakit Jantung Bawaan?
Penyakit jantung bawaan merupakan kelainan struktur atau fungsi jantung yang sudah terjadi sejak bayi dalam kandungan. Kondisi ini muncul akibat proses pembentukan jantung janin yang tidak sempurna, sehingga kemampuan jantung dalam memompa darah menjadi terganggu.
Secara umum, penyakit ini terbagi menjadi dua kelompok utama:
1. PJB Non-Sianotik (Tidak Biru)
Jenis ini paling sering ditemukan. Kadar oksigen dalam darah masih cukup baik sehingga anak tidak tampak kebiruan. Contohnya adalah kelainan sekat jantung seperti ASD (Atrial Septal Defect) dan VSD (Ventricular Septal Defect).
2. PJB Sianotik (Tipe Biru)
Jenis ini lebih serius karena terjadi pencampuran darah kaya oksigen dan rendah oksigen. Akibatnya, tubuh kekurangan oksigen.
“Biasanya ditandai dengan bibir, lidah, atau ujung jari yang tampak kebiruan, terutama saat anak menangis atau kelelahan,” tambah dr. Putri.
Contohnya termasuk Tetralogy of Fallot (ToF) dan transposisi pembuluh darah besar.
Gejala yang Perlu Diwaspadai
Gejala penyakit jantung bawaan bisa muncul sejak bayi, namun ada juga yang baru terlihat saat anak bertambah usia.
Pada bayi:
- Menyusu terputus-putus atau berkeringat saat menyusu.
- Berat badan sulit naik.
- Infeksi saluran pernapasan berulang, termasuk pneumonia.
- Bibir atau ujung jari tampak kebiruan.
Pada anak yang lebih besar:
- Mudah lelah saat bermain.
- Pertumbuhan lebih lambat.
- Nyeri dada atau jantung berdebar.
- Ujung jari membulat (clubbing finger).
- Bibir tampak kebiruan saat kelelahan.
Pentingnya Deteksi Dini
Deteksi dini menjadi kunci utama dalam penanganan penyakit jantung bawaan. Untuk memastikan diagnosis, dokter akan melakukan serangkaian pemeriksaan seperti auskultasi (mendengarkan suara jantung), pulse oximetry, elektrokardiogram (EKG), rontgen dada, hingga echocardiography atau USG jantung sebagai standar utama.
Pemeriksaan lanjutan seperti CT scan, MRI jantung, hingga kateterisasi jantung juga dapat dilakukan untuk mendapatkan gambaran yang lebih detail.
Jika diagnosis telah ditegakkan, penanganan dilakukan sesuai kondisi pasien, mulai dari terapi obat, tindakan intervensi non-bedah seperti pemasangan balon atau stent, hingga operasi untuk memperbaiki struktur jantung.
Direktur Bethsaida Hospital Gading Serpong, dr. Margareth Aryani Santoso, MARS, menegaskan komitmen pihaknya dalam menghadirkan layanan jantung yang komprehensif.
“Kami berkomitmen menghadirkan pelayanan jantung yang terintegrasi, mulai dari deteksi dini hingga penanganan yang tepat, didukung teknologi modern dan tim dokter berpengalaman,” pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(FIR)