FITNESS & HEALTH

Gak Cuma Kebutuhan Finansial, Time Abundance Juga Kunci Hidup Bebas Stres!

A. Firdaus
Selasa 28 Juli 2026 / 09:13
Ringkasnya gini..
  • Tidak sedikit orang rela mengorbankan waktu istirahat, waktu bersama keluarga, hingga waktu untuk diri sendiri, demi mengejar target pekerjaan atau penghasilan yang lebih besar.
  • Perasaan selalu kekurangan waktu menjadi salah satu penyebab utama menurunnya kesejahteraan.
  • Menggunakan uang untuk mendapatkan kembali waktu, justru dapat memberikan manfaat yang lebih besar.
Jakarta: Kesibukan sering dianggap sebagai tanda produktivitas dan kesuksesan. Tidak sedikit orang rela mengorbankan waktu istirahat, waktu bersama keluarga, hingga waktu untuk diri sendiri, demi mengejar target pekerjaan atau penghasilan yang lebih besar.

Padahal, berbagai penelitian menunjukkan bahwa memiliki banyak waktu luang, yang berkualitas juga berperan penting dalam menciptakan kebahagiaan. 

Ketika seseorang terus-menerus merasa dikejar waktu, dampaknya bukan hanya kelelahan fisik, tetapi juga dapat menurunkan kesehatan mental dan kepuasan hidup secara keseluruhan.

Dilansir dari Psychology Today, menurut Mark Travers, Ph.D., seorang psikolog Amerika, para peneliti kini menilai bahwa cara seseorang mengelola waktu, sama pentingnya dengan cara mengelola keuangan. 

Perlu kamu ketahui, time abundance adalah pola pikir atau keyakinan bahwa waktu yang tersedia itu cukup dan berlimpah.
Waktu bukan sekadar sumber daya yang terus berkurang setiap hari, tetapi juga menjadi faktor yang menentukan kualitas hidup, keseimbangan emosi, dan kesejahteraan jangka panjang. 
 

Jaga waktu seperti menjaga aset berharga


Salah satu temuan penting dalam ilmu perilaku selama beberapa tahun terakhir, adalah bahwa perasaan selalu kekurangan waktu menjadi salah satu penyebab utama menurunnya kesejahteraan.

Perasaan terus terburu-buru, jadwal yang padat, serta sulit mengendalikan aktivitas sehari-hari, dapat membuat seseorang lebih mudah mengalami stres dan kehilangan kepuasan dalam hidup.

Ashley Whillans dari Harvard Business School telah banyak meneliti fenomena tersebut. Hasil penelitiannya menunjukkan bahwa orang yang secara terus-menerus merasa kekurangan waktu, cenderung memperoleh skor lebih rendah dalam berbagai indikator kesejahteraan, mulai dari kepuasan hidup, emosi positif, hingga kesehatan mental. 

Dengan kata lain, memiliki banyak aktivitas belum tentu membuat seseorang merasa lebih bahagia, apabila seluruh waktunya terasa habis tanpa kendali.

Sebaliknya, penelitian menunjukkan bahwa menggunakan uang untuk mendapatkan kembali waktu, justru dapat memberikan manfaat yang lebih besar, dibandingkan membeli barang-barang baru. 

Contohnya adalah membayar jasa untuk membantu pekerjaan rumah, menggunakan layanan yang membuat aktivitas sehari-hari menjadi lebih praktis, atau mengurangi berbagai kewajiban yang menghabiskan banyak waktu.

Cara-cara tersebut memungkinkan seseorang memiliki lebih banyak waktu untuk beristirahat, berkumpul dengan orang terdekat, atau melakukan kegiatan yang benar-benar bermakna.

Temuan tersebut juga diperkuat oleh sebuah studi penting tahun 2017 yang diterbitkan di PNAS. Penelitian itu menemukan bahwa orang, yang lebih memilih menggunakan uang untuk "membeli waktu", dibandingkan membeli barang material melaporkan tingkat kepuasan hidup yang lebih tinggi. 

Meski demikian, para peneliti juga menemukan bahwa masih sedikit orang yang mengambil keputusan seperti ini. Banyak orang justru lebih memilih menambah kepemilikan barang, meskipun harus mengorbankan waktu yang mereka miliki.

Oleh karena itu, sebelum mengambil keputusan besar yang berkaitan dengan pekerjaan, karier, atau keuangan, penting untuk tidak hanya mempertimbangkan keuntungan yang akan diperoleh. 

Waktu yang harus dikorbankan serta kebebasan dalam mengatur aktivitas sehari-hari, juga perlu menjadi pertimbangan. 

Rasa memiliki cukup waktu dan kemampuan mengendalikan bagaimana waktu digunakan, merupakan salah satu sumber kebahagiaan yang tidak bisa dibeli secara langsung, meskipun dalam beberapa situasi dapat diperoleh kembali melalui keputusan finansial yang lebih bijaksana.

Secillia Nur Hafifah

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(FIR)

MOST SEARCH