FITNESS & HEALTH

Biar Gak Kena Zonk, Ini Cara Bedakan Beras Fortifikasi Asli & Palsu

Yatin Suleha
Rabu 16 September 2026 / 13:48
Ringkasnya gini..
  • Beras fortifikasi lagi hits banget karena diklaim punya tambahan nutrisi kayak vitamin dan mineral.
  • Tapi di balik popularitasnya, mulai bermunculan produk beras fortifikasi abal-abal yang gak terdaftar di lembaga resmi.
  • Biar gak rugi dan tetep dapet nutrisi yang beneran, kamu wajib tahu cara membedakannya.
Jakarta: Beras fortifikasi lagi hits banget karena diklaim punya tambahan nutrisi kayak vitamin dan mineral. 

Tapi di balik popularitasnya, mulai bermunculan produk beras fortifikasi abal-abal yang gak terdaftar di lembaga resmi. 

Biar gak rugi dan tetep dapet nutrisi yang beneran, kamu wajib tahu cara membedakannya.
   

Kenapa gak ada daftar merek resmi yang dirilis


Banyak yang nyari daftar merek spesifik, tapi sebenarnya lembaga kayak BPOM atau Kementerian Pertanian gak merilis daftar merek "palsu" secara permanen. 

Karena apa? Soalnya, produsen nakal sering banget ganti kemasan dan nama merek dalam waktu singkat. 

Daripada hafalin nama merek yang selalu berubah, jauh lebih efektif kalau kamu paham ciri-ciri beras fortifikasi asli dan cara cek keabsahannya.
 

Ciri-ciri beras fortifikasi palsu yang wajib kamu tahu

 

1. Kemasan gak punya nomor izin edar BPOM atau Kementan


Beras fortifikasi yang sah wajib punya izin edar resmi. Kalau di kemasannya gak ada kode registrasi seperti BPOM RI MD/ML atau PSAT, besar kemungkinan produk itu abal-abal.
 

2. Klaim kesehatan yang terlalu berlebihan



beras fortifikasi adalah (1)
(Produk bodong rawan terkontaminasi bahan kimia berbahaya atau logam berat. Jika dikonsumsi terus-menerus, ginjal dan hati harus bekerja ekstra keras untuk menawar racun tersebut, yang berisiko merusak organ dalam. Foto: Ilustrasi/Pexels.com)

Kalau ada kemasan yang klaim bisa menyembuhkan penyakit tertentu secara instan, kamu layak curiga. Beras fortifikasi sifatnya memperkaya gizi harian, bukan obat ajaib.
 

3. Gak ada keterangan kandungan gizi yang jelas


Produk asli pasti mencantumkan daftar fortifikan (seperti asam folat, zat besi, vitamin B12) beserta takarannya secara detail di tabel informasi nilai gizi.
 

4. Bentuk dan warna bulir yang gak wajar


Beberapa beras fortifikasi menggunakan bulir buatan (kernel) yang dicampur. Kalau bulirnya berbau kimia menyengat, warnanya aneh, atau hancur saat dicuci, bisa jadi itu produk tiruan berkualitas buruk.
 

5. Cara gampang cek keaslian merek beras fortifikasi


- Cek nomor registrasi lewat aplikasi BPOM Mobile

Kamu tinggal memasukkan nomor izin edar yang tertera di kemasan. Kalau mereknya gak terdaftar atau kodenya gak cocok sama produk di aplikasi, jelas itu produk bodong.

- Beli dari produsen atau ritel terpercaya

Pastikan beli di toko resmi atau supermarket yang bekerja sama dengan produsen beras fortifikasi berizin.
 

- Periksa logo SNI pada kemasan

Produk beras fortifikasi standar biasanya memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI) yang menjamin kualitas serta keamanan konsumsinya.

Jangan sampai niat sehat malah bikin rugi gara-gara tergiur harga murah tanpa cek legalitasnya. 

Selalu periksa izin edar sebelum beli biar kamu dapet manfaat nutrisi yang asli!

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(TIN)

MOST SEARCH