FITNESS & HEALTH

Spill Life Hack Kebahagiaan! Traktir Orang Lain Ternyata Efeknya Bikin Mental Auto-Fresh

A. Firdaus
Sabtu 25 Juli 2026 / 16:15
Ringkasnya gini..
  • Meski hal tersebut memang dapat memberikan rasa senang, berbagai penelitian menunjukkan bahwa efeknya sering kali hanya berlangsung sementara.
  • Kebahagiaan tidak hanya berasal dari apa yang dimiliki, tetapi juga dari apa yang dapat diberikan kepada orang lain.
  • Kebiasaan ini tidak harus dimulai dengan tindakan yang besar.
Jakarta: Banyak orang mengira kebahagiaan akan bertambah, ketika berhasil membeli barang yang diinginkan atau memenuhi kebutuhan pribadi. 

Meski hal tersebut memang dapat memberikan rasa senang, berbagai penelitian menunjukkan bahwa efeknya sering kali hanya berlangsung sementara.

Sebaliknya, tindakan sederhana seperti membantu orang lain, memberikan hadiah, atau menyisihkan waktu untuk berbuat baik, justru mampu menciptakan kepuasan yang lebih mendalam dan bertahan lebih lama. 
 

Dilansir dari Psychology Today, menurut Mark Travers, Ph.D., seorang psikolog Amerika, hal ini menunjukkan bahwa kebahagiaan tidak hanya berasal dari apa yang dimiliki, tetapi juga dari apa yang dapat diberikan kepada orang lain.

Para peneliti kini semakin banyak menemukan bahwa perilaku prososial atau tindakan, yang bertujuan memberi manfaat bagi orang lain, memiliki hubungan erat dengan kesejahteraan psikologis. 

Berbagi, dalam bentuk apa pun, tidak hanya membawa manfaat bagi penerimanya, tetapi juga memberikan dampak positif bagi orang yang melakukannya.
 

Sisihkan sebagian rezeki dan waktu untuk membantu orang lain


Sebuah tinjauan sistematis tahun 2023, yang menganalisis data dari puluhan penelitian di berbagai negara, menyimpulkan bahwa membelanjakan uang untuk orang lain secara konsisten, berkaitan dengan meningkatnya kesejahteraan subjektif. 

Dampak positif tersebut ditemukan pada berbagai kelompok pendapatan, latar belakang budaya, maupun bentuk pemberian yang berbeda. Manfaat tersebut tidak hanya muncul, ketika seseorang memberikan sumbangan atau membeli hadiah bagi orang lain.

Menghabiskan waktu sebagai sukarelawan, membantu orang yang membutuhkan, atau memberikan perhatian kepada orang terdekat, juga memberikan efek yang serupa terhadap kebahagiaan dan kepuasan hidup.

Para peneliti menjelaskan bahwa manusia berkembang dalam lingkungan yang saling bergantung satu sama lain. Oleh karena itu, ketika seseorang membantu atau memberi kepada orang lain, otak akan mengaktifkan sistem penghargaan yang berkaitan dengan perasaan positif. 

Selain itu, tindakan memberi juga mempererat hubungan sosial, menumbuhkan rasa memiliki tujuan, serta meningkatkan keyakinan bahwa diri sendiri mampu memberikan manfaat, bagi lingkungan sekitar.

Dengan kata lain, manusia tidak hanya memperoleh kepuasan dari menerima sesuatu, tetapi juga dari kesempatan untuk memberi. Pengalaman tersebut sulit digantikan oleh kebiasaan mengonsumsi barang, atau layanan hanya untuk kepentingan pribadi.

Menerapkan kebiasaan ini tidak harus dimulai dengan tindakan yang besar. Menyisihkan sebagian rezeki untuk berdonasi, membelikan makanan bagi orang yang membutuhkan, membantu teman tanpa mengharapkan balasan, atau meluangkan waktu untuk menjadi sukarelawan, merupakan contoh sederhana yang dapat dilakukan secara rutin. 

Jika dilakukan secara konsisten, berbagai tindakan kecil tersebut dapat memberikan dampak positif yang terus bertambah, baik bagi orang lain maupun bagi kesejahteraan diri sendiri.

Secillia Nur Hafifah

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(FIR)

MOST SEARCH