FITNESS & HEALTH

Penyebab Terjadinya Kanker Prostat Serta Penanganannya

Raka Lestari
Kamis 09 September 2021 / 19:00
Jakarta: Data di dunia, kanker prostat merupakan salah satu kanker terbanyak pada pria. Menurut data dari Global Burden of Cancer (GLOBOCAN) pada tahun 2020, di Indonesia kanker prostat  menempati urutan ke-5 jenis kanker yang paling banyak diderita oleh pria.

“Kanker prostat dapat terjadi pada seseorang karena faktor usia, ras, riwayat keluarga, perubahan gen, sindrom metabolik seperti diabetes, kolesterol dan juga obesitas," ujar dr. Agus Rizal Ardy Hariandy Hamid, Sp.U(K) Ph.D., Ketua Prostate Cancer Awareness Month, dalam acara Virtual Media Briefing.

Selain itu, gaya hidup yang tidak sehat seperti kebiasaan merokok, pola diet yang tidak baik serta kurangnya seseorang dalam berolahraga dapat meningkatkan risiko terkena kanker prostat pada pria.

“Sebagian besar pasien dengan kanker prostat stadium awal tidak menyadari adanya gejala. Gejala terkadang baru dirasakan pasien saat kanker sudah menyebar ke organ lainnya," ujar dr. Agus.

Gejala yang dikeluhkan meliputi gangguan berkemih, adanya darah pada urine atau air mani, disfungsi ereksi, sakit pada pinggang, punggung dan tulang iga, kelemahan pada tungkai/kaki dan ketidakmampuan mengontrol kandung kemih.


kanker
(Setelah melakukan diagnosa pada pasien dengan kanker prostat, pasien yang terdiagnosa mengidap kanker prostat harus menjalani beberapa terapiFoto: Ilustrasi/Pexels.com)


"Kanker prostat juga dapat menyebar ke organ-organ terdekat, seperti kandung kemih, tulang atau organ lain. Kanker prostat yang menyebar ke tulang dapat menyebabkan nyeri dan patah tulang,” jelas dr. Agus.

"Skrining untuk kanker prostat dapat mulai dilakukan bagi pria berusia di atas 45 tahun dengan riwayat kanker prostat pada keluarganya dan pria berusia di atas 50 tahun yang memiliki keluhan gangguan berkemih,” ujar dr. Agus.

Setelah melakukan diagnosa pada pasien, pasien yang terdiagnosa mengidap kanker prostat harus menjalani beberapa terapi tergantung pada stadium apa kanker ini terdiagnosa. Pada kanker prostat stadium rendah dapat dilakukan pemantauan ketat, operasi dan radioterapi.

Untuk kasus kanker prostat stadium lanjut yang terlokalisir akan dilakukan radioterapi pada pasien. Sedangkan untuk kasus kanker prostat yang sudah menyebar, dilakukan terapi Hormonal dan juga kemoterapi.

"Agar menurunkan risiko kanker prostat, masyarakat dapat melakukan beberapa tindakan pencegahan seperti dengan melakukan diet sehat tinggi buah dan sayuran,  memilih makanan sehat dibandingkan supplemen, melakukan olahraga secukupnya, menjaga berat badan, dan dengan melakukan konsultasi dengan dokter,” tutup dr. Agus.



Hi Sobat Medcom, terima kasih sudah menjadikan Medcom.id sebagai referensi terbaikmu. Kami ingin lebih mengenali kebutuhanmu. Bantu kami mengisi angket ini yuk https://tinyurl.com/MedcomSurvey2021 dan dapatkan saldo Go-Pay/OVO @Rp50 ribu untuk 20 pemberi masukan paling berkedan. Salam hangat. 
(TIN)

MOST SEARCH