FITNESS & HEALTH

Komplikasi Distosia Bahu pada Bayi & Ibu Pas Melahirkan

Yatin Suleha
Senin 05 Oktober 2026 / 09:05
Ringkasnya gini..
  • Pernah denger istilah distosia bahu pas persalinan?
  • Btw, ini tuh kondisi medical emergency di mana bahu si baby malah nyangkut di panggul ibu setelah kepalanya keluar.
  • Alhasil, tubuh si baby gak bisa turun dan bikin jalan lahir jadi tersumbat.
Jakarta: Pernah denger istilah distosia bahu pas persalinan? Btw, ini tuh kondisi medical emergency di mana bahu si baby malah nyangkut di panggul ibu setelah kepalanya keluar. Alhasil, tubuh si kecil gak bisa turun dan bikin jalan lahir jadi tersumbat.

Kondisi ini bikin si baby gak bisa bernapas bebas dan berisiko mengalami cedera serius kalau gak ditangani secara sat-set. Tapi tenang dulu, jangan langsung overthinking! 

Sebagian besar baby yang ngalamin distosia bahu tetap bisa lahir dengan selamat kok, asal tim medis bertindak cepat. Cuma ya memang, proses recovery-nya butuh extra time dan perawatan khusus, kayak fisioterapi buat si baby atau perawatan luka intensif buat sang ibu.
 
Dilansir dari BabyCenter, ini dia beberapa komplikasi yang mungkin muncul biar para calon orang tua makin aware dan prepared pas hari-H persalinan:
 

1. Komplikasi buat si baby


- Kerusakan saraf pleksus brakhial: Saraf yang nyambung dari leher ke lengan bisa terganggu (baik sementara maupun permanen). Efeknya, pergerakan lengan si baby jadi agak terbatas, kayak kesulitan ngangkat tangan.

- Patah tulang: Tulang selangka atau lengan si baby yang masih fragile bisa aja retak atau patah pas dokter ngelakuin manuver penanganan.

- Kekurangan oksigen ke otak: Tali pusat bisa kejepit (compressed), yang bikin aliran oksigen terhambat. Walau kasus cedera otak atau risiko terburuk ini tergolong rare case, tali pusat kejepit tetap jadi risiko paling serius yang wajib ditangani fast response.
 

2. Komplikasi buat ibu


bayi biang keringet (2)
(Distosia bahu adalah kondisi darurat pas bahu bayi tersangkut panggul ibu. Foto: Ilustrasi/Pexels.com)

- Robekan serius: Terjadi robekan cukup dalam di area perineum, serviks, rahim, atau vagina yang butuh tindakan operasi atau jahitan khusus.

- Pendarahan pasca persalinan (postpartum hemorrhage): Kehilangan darah dalam jumlah cukup banyak setelah proses melahirkan.

- Robekan rahim (uterine rupture): Kejadian ini terbilang langka banget, tapi sifatnya super bahaya dan butuh intervensi medis darurat.
 
Bottom line-nya, berbagai komplikasi di atas sebenarnya jarang terjadi selama penanganannya dilakukan dengan cepat dan tepat.

Walau pemulihannya makan waktu—si baby mungkin butuh fisioterapi dan ibu butuh perawatan luka ekstra—kuncinya adalah tetap tenang dan percayain penuh prosesnya ke dokter atau bidan penanggung jawab!



Secillia Nur Hafifah

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(TIN)

MOST SEARCH