FITNESS & HEALTH
Pernah Alami Bayangan Tipis saat Melihat? Kenali Floaters Lebih Jauh
Aulia Putriningtias
Kamis 16 April 2026 / 19:30
- Floaters adalah bayangan benda kecil seperti titik atau garis.
- Mata memiliki Vitreus atau gel bening di antara bagian depan dan belakang mata.
- Gangguan pada vitreus dapat menyebabkan timbulnya bayangan yang tampak sebagai floaters.
Jakarta: Sobat Medcom, apa kamu pernah melihat bayangan tipis melayang di depan mata saat di ruang terang atau menghadap langit? Ini disebut floaters, loh.
Floaters adalah bayangan benda kecil seperti titik atau garis yang dapat dilihat 'mengambang' dan 'melayang-layang' pada lapang area pandang di mata. Ini dapat terjadi tiba-tiba dan sering membuat fokus penglihatan terganggu.
Mata memiliki Vitreus atau gel bening di antara bagian depan dan belakang mata. Vitreus ini berisi air, kolagen, dan hyaluronan. Fungsinya adalah untuk mempertahankan bentuk bola mata dan menvalurkan cahava ke retina.
Pada mata normal, cahaya masuk melewati lensa, kornea, dan vitreus, menuju retina yang terletak di bagian belakang mata. Gangguan pada vitreus dapat menyebabkan timbulnya bayangan yang tampak sebagai floaters.
Menurut dr. Dearaini, Sp.M, Spesialis Mata Eka Hospital Permata Hijau, floaters mata ditandai dengan munculnya bayangan kecil yang tampak mengambang di dalam bidang penglihatan. Bentuk dan intensitasnya bisa berbeda pada setiap orang.
Ada beberapa gejala lainnya yang patut diperhatikan oleh kita, antara lain:
- Terlihat titik hitam atau abu-abu berukuran kecil.
- Muncul garis, benang, atau bentuk menyerupai cacing dan jaring laba-laba.
- Titik-titik bergerak saat mata digerakkan dan sulit untuk kamu fokuskan.
- Titik tersebut terlihat ielas saat dilihat di latar terang, seperti dinding putih polos.
- Perlahan titik-titik tersebut menghilang dari bidang pandang, tetapi bisa muncul kembali.
Dalam banyak kasus, floaters pada mata merupakan hal normal dan umum terjadi seiring proses penuaan. Floaters pun dapat diobati, jadi penting untuk melakukan pemeriksaan mata secara rutin.
Melihat perihal gejala di atas dan masalah mata floaters ini, tentu rasanya ingin mencegahnya. Menurut dr. Dearaini, tidak ada cara spesifik untuk mencegah floaters yang muncul akibat proses penuaan alami.
Seiring bertambahnya usia, memang cairan ini vitreus mulai mengerut dan menciptakan bayangan kecil di retina yang terlihat. Mulai dari bintik, serat, atau sarang laba-laba.
"Meski begitu, tetap bisa meminimalkan risikonya dan mencegah perburukan dengan menjaga kesehatan mata dan menghindari faktor-faktor vang mempercepat kerusakan jaringan mata," paparnya.

Adapun beberapa caranya, antara lain:
Pemeriksaan dilakukan 1-2 tahun sekali. Untuk yang memiliki faktor risiko tinggi seperti diabetes, rabun jauh (miopia tinggi), atau riwayat operasi/cedera mata, pemeriksaan disarankan setahun sekali atau lebih sering sesuai anjuran dokter.
Beberapa penyakit kronis dapat mempercepat munculnya floaters atau memperburuk kondisinya. Penyakitnya seperti diabetes miletus dan hipertensi.
Sinar ultraviolet dari matahari dapat mempercepat penuaan struktur mata, termasuk vitreous dan retina. Gunakan kacamata hitam dengan perlindungan UV 100 persen saat beraktivitas di luar ruangan.
Rokok dapat mempercepat degenerasi makula dan mengurangi aliran darah ke retina. Nikotin dan radikal bebas dalam asap rokok juga mempercepat degradas kolagen vitreous, sehingga memicu pembentukan floaters lebih cepat.
Menatap layar komputer atau ponsel dalam waktu ama dapat meningkatkan kelelahan mata (eye strain). Terapkan aturan 20-20-20; setiap 20 menit, istirahatkan mata selama 20 detik Pandang objek sejauh 20 kaki (sekitar 6 meter).
Cek Berita dan Artikel yang lain di
(FIR)
Floaters adalah bayangan benda kecil seperti titik atau garis yang dapat dilihat 'mengambang' dan 'melayang-layang' pada lapang area pandang di mata. Ini dapat terjadi tiba-tiba dan sering membuat fokus penglihatan terganggu.
Mata memiliki Vitreus atau gel bening di antara bagian depan dan belakang mata. Vitreus ini berisi air, kolagen, dan hyaluronan. Fungsinya adalah untuk mempertahankan bentuk bola mata dan menvalurkan cahava ke retina.
Pada mata normal, cahaya masuk melewati lensa, kornea, dan vitreus, menuju retina yang terletak di bagian belakang mata. Gangguan pada vitreus dapat menyebabkan timbulnya bayangan yang tampak sebagai floaters.
Apa saja gejala pada floaters?
Menurut dr. Dearaini, Sp.M, Spesialis Mata Eka Hospital Permata Hijau, floaters mata ditandai dengan munculnya bayangan kecil yang tampak mengambang di dalam bidang penglihatan. Bentuk dan intensitasnya bisa berbeda pada setiap orang.
Ada beberapa gejala lainnya yang patut diperhatikan oleh kita, antara lain:
- Terlihat titik hitam atau abu-abu berukuran kecil.
- Muncul garis, benang, atau bentuk menyerupai cacing dan jaring laba-laba.
- Titik-titik bergerak saat mata digerakkan dan sulit untuk kamu fokuskan.
- Titik tersebut terlihat ielas saat dilihat di latar terang, seperti dinding putih polos.
- Perlahan titik-titik tersebut menghilang dari bidang pandang, tetapi bisa muncul kembali.
Dalam banyak kasus, floaters pada mata merupakan hal normal dan umum terjadi seiring proses penuaan. Floaters pun dapat diobati, jadi penting untuk melakukan pemeriksaan mata secara rutin.
Bagaimana terhindar dari floaters?
Melihat perihal gejala di atas dan masalah mata floaters ini, tentu rasanya ingin mencegahnya. Menurut dr. Dearaini, tidak ada cara spesifik untuk mencegah floaters yang muncul akibat proses penuaan alami.
Seiring bertambahnya usia, memang cairan ini vitreus mulai mengerut dan menciptakan bayangan kecil di retina yang terlihat. Mulai dari bintik, serat, atau sarang laba-laba.
"Meski begitu, tetap bisa meminimalkan risikonya dan mencegah perburukan dengan menjaga kesehatan mata dan menghindari faktor-faktor vang mempercepat kerusakan jaringan mata," paparnya.

Adapun beberapa caranya, antara lain:
1. Lakukan pemeriksaan mata secara rutin
Pemeriksaan dilakukan 1-2 tahun sekali. Untuk yang memiliki faktor risiko tinggi seperti diabetes, rabun jauh (miopia tinggi), atau riwayat operasi/cedera mata, pemeriksaan disarankan setahun sekali atau lebih sering sesuai anjuran dokter.
2. Kendalikan penyakit sistemik yang memengaruhi
Beberapa penyakit kronis dapat mempercepat munculnya floaters atau memperburuk kondisinya. Penyakitnya seperti diabetes miletus dan hipertensi.
3. Lindungi mata dari paparan sinar UV
Sinar ultraviolet dari matahari dapat mempercepat penuaan struktur mata, termasuk vitreous dan retina. Gunakan kacamata hitam dengan perlindungan UV 100 persen saat beraktivitas di luar ruangan.
4. Hindari kebiasaan merokok
Rokok dapat mempercepat degenerasi makula dan mengurangi aliran darah ke retina. Nikotin dan radikal bebas dalam asap rokok juga mempercepat degradas kolagen vitreous, sehingga memicu pembentukan floaters lebih cepat.
5. Atur waktu istirahat untuk mata
Menatap layar komputer atau ponsel dalam waktu ama dapat meningkatkan kelelahan mata (eye strain). Terapkan aturan 20-20-20; setiap 20 menit, istirahatkan mata selama 20 detik Pandang objek sejauh 20 kaki (sekitar 6 meter).
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(FIR)