FITNESS & HEALTH
Para Ahli Ortopedi Dunia Berkumpul di Jakarta, Bahas Inovasi Medis Terbaru
Elang Riki Yanuar
Senin 13 April 2026 / 19:04
Jakarta: Simposium internasional bertema Global Best Practices in Advancing Total Knee Replacement digelar di Grand Ballroom Kempinski Hotel, Jakarta. Acara ini menghadirkan diskusi mendalam seputar perkembangan prosedur penggantian sendi lutut atau Total Knee Replacement (TKR) yang kini semakin berkembang seiring kemajuan teknologi medis.
Forum yang diadakan Mayapada Healthcare tersebut mempertemukan dokter spesialis dan subspesialis ortopedi dari berbagai negara, termasuk Amerika Serikat, India, Singapura, dan Indonesia. Sejumlah pakar ortopedi dari tiga benua hadir untuk membahas praktik terbaik dalam penanganan kasus gangguan lutut, terutama yang berkaitan dengan osteoartritis.
Dalam beberapa tahun terakhir, kebutuhan layanan ortopedi di Indonesia terus meningkat. Namun, kecenderungan sebagian pasien untuk mencari penanganan di luar negeri masih menjadi tantangan tersendiri, terutama karena anggapan bahwa prosedur ortopedi tertentu lebih maju dilakukan di negara lain.
Berbagai materi yang dibahas dalam simposium mencakup penanganan prosedur TKR kompleks, termasuk kasus deformitas lutut yang membutuhkan akurasi tinggi. Salah satu sorotan utama adalah pemanfaatan teknologi modern, termasuk sistem robotik, yang mulai diterapkan dalam operasi ortopedi untuk meningkatkan presisi tindakan.
Selain teknologi, simposium juga membahas perkembangan desain implan modern. Implan kini dirancang semakin personal agar sesuai dengan anatomi pasien, dengan tujuan meningkatkan stabilitas sendi, daya tahan, serta fungsi lutut dalam jangka panjang.
Pembahasan juga menekankan pentingnya pemulihan pascaoperasi melalui protokol Enhanced Recovery After Surgery (ERAS). Pendekatan ini melibatkan kolaborasi lintas disiplin, seperti ortopedi, anestesi, rehabilitasi medik, hingga nutrisi klinik, sehingga pasien dapat pulih lebih cepat dan masa rawat inap dapat dipersingkat.
Presiden Direktur dan CEO Mayapada Healthcare, Navin Sonthalia, menyebut simposium ini sebagai bentuk kerja sama internasional yang dapat memperluas akses masyarakat terhadap standar perawatan ortopedi global.
“Dengan menghadirkan kolaborasi internasional, kami ingin memastikan pasien di Indonesia dapat merasakan standar perawatan ortopedi terbaik dunia tanpa harus ke luar negeri. Ini adalah komitmen kami untuk terus menghadirkan inovasi dan kualitas layanan setara global, sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap layanan berstandar dunia melalui dukungan teknologi canggih, tim multidisiplin, dan jejaring internasional," katanya.
Sebagai keynote speaker, Prof. DR. dr. Dwikora Novembri Utomo, Sp.OT(K) menjelaskan bahwa perkembangan teknologi telah membawa perubahan besar dalam prosedur TKR.
“Kemajuan teknologi mendorong perubahan signifikan dalam tindakan Total Knee Replacement, sehingga prosedur kini semakin presisi berkat dukungan teknologi modern, termasuk sistem berbasis robotik. Hal ini memungkinkan tindakan yang lebih akurat sekaligus mendukung proses pemulihan pasien yang lebih optimal," ujarnya.
Pakar ortopedi internasional Prof. Nicolaas C. Budhiparama, MD, PhD (LUMC, NL), PhD (UGM, ID), Sp.OT(K), FICS menambahkan bahwa tren layanan ortopedi saat ini tidak hanya berfokus pada keberhasilan operasi, tetapi juga kenyamanan pasien setelah tindakan.
“Pasien tidak lagi hanya mencari hasil operasi yang baik, tetapi juga pemulihan yang cepat dan minim nyeri. Dengan teknologi seperti VELYS Robotic-Assisted Solution serta desain implan yang tepat, kita dapat memberikan hasil yang lebih konsisten dan optimal bagi pasien,” jelasnya.
Dari sisi pendekatan klinis, Brigjen TNI dr. Sunaryo Kusumo, M.Kes, Sp.OT(K) menekankan pentingnya kerja sama tim dalam penanganan pasien ortopedi.
“Praktik ortopedi modern selalu meningkatkan kolaborasi tim multidisiplin agar pasien bisa pulih lebih cepat, dengan melibatkan berbagai spesialis dalam menentukan penanganan terbaik. Pendekatan ini terbukti meningkatkan akurasi diagnosis serta hasil klinis pasien, terutama pada kasus-kasus kompleks.”
Sementara itu, Kevin Perry, MD dari Mayo Clinic USA menyampaikan bahwa kasus penggantian sendi lutut kini juga meningkat pada kelompok usia lebih muda. Ia menilai desain implan memiliki peran penting untuk memastikan kualitas sendi dalam jangka panjang.
“Di Amerika Serikat, kami melihat peningkatan signifikan kasus penggantian sendi lutut, termasuk pada pasien usia lebih muda yang tetap aktif. Dalam konteks ini, desain implan menjadi sangat krusial, tidak hanya untuk keberhasilan operasi, tetapi juga untuk daya tahan, stabilitas, dan fungsi sendi jangka panjang,” ujarnya.
Dr. Liow Ming Han Lincoln dari Singapore General Hospital menyoroti perkembangan penggunaan teknologi robotik di kawasan Asia Tenggara.
“Pengalaman awal penggunaan VELYS Robotic-Assisted Solution untuk prosedur penggantian sendi lutut sebagian di Asia Tenggara menunjukkan peningkatan presisi dan hasil klinis yang lebih konsisten. Ini menjadi langkah penting dalam mendorong standar ortopedi yang lebih maju di kawasan.”
Simposium ini sekaligus menunjukkan semakin luasnya kolaborasi lintas negara dalam bidang ortopedi. Diskusi para ahli diharapkan dapat menjadi referensi penting bagi dokter di Indonesia untuk memperkuat standar prosedur TKR, baik dari sisi teknologi, desain implan, hingga sistem pemulihan pasien yang lebih cepat dan efektif.
Simposium internasional di Jakarta membahas standar global operasi penggantian lutut, menghadirkan pakar ortopedi dari 4 negara dan 3 benua.
Teknologi robotik dan desain implan modern jadi sorotan utama untuk membuat prosedur Total Knee Replacement lebih presisi dan hasil lebih konsisten.
Forum ini menekankan pemulihan cepat lewat protokol ERAS dan kolaborasi multidisiplin agar pasien minim nyeri serta rawat inap lebih singkat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
(ELG)
Forum yang diadakan Mayapada Healthcare tersebut mempertemukan dokter spesialis dan subspesialis ortopedi dari berbagai negara, termasuk Amerika Serikat, India, Singapura, dan Indonesia. Sejumlah pakar ortopedi dari tiga benua hadir untuk membahas praktik terbaik dalam penanganan kasus gangguan lutut, terutama yang berkaitan dengan osteoartritis.
Dalam beberapa tahun terakhir, kebutuhan layanan ortopedi di Indonesia terus meningkat. Namun, kecenderungan sebagian pasien untuk mencari penanganan di luar negeri masih menjadi tantangan tersendiri, terutama karena anggapan bahwa prosedur ortopedi tertentu lebih maju dilakukan di negara lain.
Berbagai materi yang dibahas dalam simposium mencakup penanganan prosedur TKR kompleks, termasuk kasus deformitas lutut yang membutuhkan akurasi tinggi. Salah satu sorotan utama adalah pemanfaatan teknologi modern, termasuk sistem robotik, yang mulai diterapkan dalam operasi ortopedi untuk meningkatkan presisi tindakan.
Selain teknologi, simposium juga membahas perkembangan desain implan modern. Implan kini dirancang semakin personal agar sesuai dengan anatomi pasien, dengan tujuan meningkatkan stabilitas sendi, daya tahan, serta fungsi lutut dalam jangka panjang.
Pembahasan juga menekankan pentingnya pemulihan pascaoperasi melalui protokol Enhanced Recovery After Surgery (ERAS). Pendekatan ini melibatkan kolaborasi lintas disiplin, seperti ortopedi, anestesi, rehabilitasi medik, hingga nutrisi klinik, sehingga pasien dapat pulih lebih cepat dan masa rawat inap dapat dipersingkat.
Presiden Direktur dan CEO Mayapada Healthcare, Navin Sonthalia, menyebut simposium ini sebagai bentuk kerja sama internasional yang dapat memperluas akses masyarakat terhadap standar perawatan ortopedi global.
“Dengan menghadirkan kolaborasi internasional, kami ingin memastikan pasien di Indonesia dapat merasakan standar perawatan ortopedi terbaik dunia tanpa harus ke luar negeri. Ini adalah komitmen kami untuk terus menghadirkan inovasi dan kualitas layanan setara global, sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap layanan berstandar dunia melalui dukungan teknologi canggih, tim multidisiplin, dan jejaring internasional," katanya.
Baca Juga :
Alat Bedah Kesehatan Karya Dokter Ortopedi dari Indonesia Raih Penghargaan Internasional
Sebagai keynote speaker, Prof. DR. dr. Dwikora Novembri Utomo, Sp.OT(K) menjelaskan bahwa perkembangan teknologi telah membawa perubahan besar dalam prosedur TKR.
“Kemajuan teknologi mendorong perubahan signifikan dalam tindakan Total Knee Replacement, sehingga prosedur kini semakin presisi berkat dukungan teknologi modern, termasuk sistem berbasis robotik. Hal ini memungkinkan tindakan yang lebih akurat sekaligus mendukung proses pemulihan pasien yang lebih optimal," ujarnya.
Pakar ortopedi internasional Prof. Nicolaas C. Budhiparama, MD, PhD (LUMC, NL), PhD (UGM, ID), Sp.OT(K), FICS menambahkan bahwa tren layanan ortopedi saat ini tidak hanya berfokus pada keberhasilan operasi, tetapi juga kenyamanan pasien setelah tindakan.
“Pasien tidak lagi hanya mencari hasil operasi yang baik, tetapi juga pemulihan yang cepat dan minim nyeri. Dengan teknologi seperti VELYS Robotic-Assisted Solution serta desain implan yang tepat, kita dapat memberikan hasil yang lebih konsisten dan optimal bagi pasien,” jelasnya.
Dari sisi pendekatan klinis, Brigjen TNI dr. Sunaryo Kusumo, M.Kes, Sp.OT(K) menekankan pentingnya kerja sama tim dalam penanganan pasien ortopedi.
“Praktik ortopedi modern selalu meningkatkan kolaborasi tim multidisiplin agar pasien bisa pulih lebih cepat, dengan melibatkan berbagai spesialis dalam menentukan penanganan terbaik. Pendekatan ini terbukti meningkatkan akurasi diagnosis serta hasil klinis pasien, terutama pada kasus-kasus kompleks.”
Sementara itu, Kevin Perry, MD dari Mayo Clinic USA menyampaikan bahwa kasus penggantian sendi lutut kini juga meningkat pada kelompok usia lebih muda. Ia menilai desain implan memiliki peran penting untuk memastikan kualitas sendi dalam jangka panjang.
“Di Amerika Serikat, kami melihat peningkatan signifikan kasus penggantian sendi lutut, termasuk pada pasien usia lebih muda yang tetap aktif. Dalam konteks ini, desain implan menjadi sangat krusial, tidak hanya untuk keberhasilan operasi, tetapi juga untuk daya tahan, stabilitas, dan fungsi sendi jangka panjang,” ujarnya.
Dr. Liow Ming Han Lincoln dari Singapore General Hospital menyoroti perkembangan penggunaan teknologi robotik di kawasan Asia Tenggara.
“Pengalaman awal penggunaan VELYS Robotic-Assisted Solution untuk prosedur penggantian sendi lutut sebagian di Asia Tenggara menunjukkan peningkatan presisi dan hasil klinis yang lebih konsisten. Ini menjadi langkah penting dalam mendorong standar ortopedi yang lebih maju di kawasan.”
Simposium ini sekaligus menunjukkan semakin luasnya kolaborasi lintas negara dalam bidang ortopedi. Diskusi para ahli diharapkan dapat menjadi referensi penting bagi dokter di Indonesia untuk memperkuat standar prosedur TKR, baik dari sisi teknologi, desain implan, hingga sistem pemulihan pasien yang lebih cepat dan efektif.
Simposium internasional di Jakarta membahas standar global operasi penggantian lutut, menghadirkan pakar ortopedi dari 4 negara dan 3 benua.
Teknologi robotik dan desain implan modern jadi sorotan utama untuk membuat prosedur Total Knee Replacement lebih presisi dan hasil lebih konsisten.
Forum ini menekankan pemulihan cepat lewat protokol ERAS dan kolaborasi multidisiplin agar pasien minim nyeri serta rawat inap lebih singkat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ELG)