FITNESS & HEALTH
Perbedaan Mata Minus dan Plus, Kenali Gejala dan Cara Atasinya
Muhammad Syahrul Ramadhan
Jumat 06 November 2026 / 14:09
- Mata minus dan plus memiliki karakteristik dan kebutuhan lensa yang berbeda.
- Myopia terjadi karena bola mata yang cenderung memanjang sementara hypermetropia karena bola mata yang memendek.
- Kebutuhan lensa yang digunakan pun berbeda, cekung untuk minus dan cembung untuk plus.
Jakarta: Gangguan penglihatan seperti mata minus dan plus cukup sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari. Keduanya dapat membuat seseorang kesulitan melihat objek dengan jelas, tetapi memiliki karakteristik yang berbeda.
Mata minus umumnya membuat objek yang jauh terlihat buram, sedangkan mata plus berkaitan dengan kesulitan memfokuskan penglihatan pada objek dekat.
Mata minus dan plus termasuk kelainan refraksi, yaitu kondisi ketika cahaya yang masuk ke mata tidak terfokus dengan tepat pada retina. Retina merupakan jaringan peka cahaya di bagian belakang mata yang berperan penting dalam proses penglihatan.
Menurut National Eye Institute (NEI), kelainan refraksi dapat terjadi karena bentuk bola mata, kornea, atau kemampuan lensa mata dalam memfokuskan cahaya.
Mata Minus vs Plus
Perbedaan utama mata minus dan plus terletak pada kemampuan mata memfokuskan cahaya serta jarak objek yang dapat terlihat jelas.
Sumber: Wavikar Eye Institute
Mata Minus (Miopia)
Mata minus atau miopia merupakan kelainan refraksi yang menyebabkan objek berjarak jauh terlihat buram.
Kondisi ini terjadi ketika cahaya terfokus di depan retina, bukan tepat pada permukaan retina. Salah satu penyebabnya adalah bola mata yang terlalu panjang dari depan ke belakang atau kornea yang terlalu melengkung.
Menurut American Academy of Ophthalmology (AAO), beberapa gejala miopia meliputi:
- Kesulitan melihat tulisan di papan dari jarak jauh.
- Objek yang jauh terlihat buram.
- Sering menyipitkan mata untuk melihat lebih jelas.
- Mata terasa lelah.
- Sakit kepala pada sebagian orang.
Miopia sering mulai terdeteksi pada masa kanak-kanak dan dapat berubah selama masa pertumbuhan.
Mata Plus (Hipermetropia)
Mata plus atau hipermetropia merupakan kelainan refraksi yang membuat mata kesulitan memfokuskan objek dekat. Kondisi ini terjadi ketika cahaya cenderung terfokus di belakang retina.
Penyebabnya dapat berupa bola mata yang relatif terlalu pendek atau kornea yang terlalu datar. Pada sebagian orang, terutama anak-anak dan dewasa muda, kemampuan akomodasi mata dapat membantu mengompensasi kondisi tersebut sehingga penglihatan tetap terasa jelas.
Gejala mata plus dapat meliputi:
- Tulisan atau objek dekat terlihat buram.
- Mata terasa lelah setelah membaca atau melihat layar dalam waktu lama.
- Sakit kepala setelah melakukan aktivitas yang membutuhkan penglihatan dekat.
- Kesulitan mempertahankan fokus ketika membaca.
Gejala dan tingkat gangguan penglihatan dapat berbeda pada setiap orang, bergantung pada usia dan tingkat hipermetropia.
Perbedaan Lensa Kacamata Minus dan Plus
Perbedaan mata minus dan plus juga dapat dilihat dari jenis lensa yang digunakan untuk membantu mengoreksi penglihatan.
Lensa minus memiliki kekuatan optik negatif dan membantu mengarahkan fokus cahaya agar jatuh tepat pada retina. Lensa ini digunakan untuk mengoreksi miopia dan biasanya berbentuk cekung (divergen).
Sementara itu, lensa plus memiliki kekuatan optik positif dan membantu mengarahkan fokus cahaya ke posisi yang tepat pada retina. Lensa dengan bentuk cembung (konvergen) digunakan untuk mengoreksi hipermetropia.
Kekuatan lensa kacamata umumnya diukur dalam satuan dioptri (D). Pada resep kacamata, tanda minus (−) menunjukkan koreksi untuk miopia, sedangkan tanda plus (+) menunjukkan koreksi untuk hipermetropia pada kolom sferis.
Besarnya angka dioptri menunjukkan kekuatan koreksi yang dibutuhkan, bukan ukuran langsung seberapa sehat mata seseorang secara keseluruhan.
Selain itu, seseorang juga dapat mengalami astigmatisme atau mata silinder bersamaan dengan mata minus maupun plus. Astigmatisme berkaitan dengan kelengkungan kornea atau lensa yang tidak merata sehingga penglihatan dapat terlihat buram atau terdistorsi.
Cara Mengatasi Mata Minus dan Plus
Mata minus dan plus dapat dikoreksi dengan beberapa pilihan penanganan, bergantung pada kondisi dan kebutuhan masing-masing orang.
Menggunakan Kacamata
Kacamata merupakan salah satu cara paling umum untuk mengoreksi kelainan refraksi. Jenis dan kekuatan lensa perlu disesuaikan dengan hasil pemeriksaan mata agar penglihatan menjadi lebih jelas.
Menggunakan Lensa Kontak
Lensa kontak juga dapat membantu mengoreksi miopia maupun hipermetropia. Namun, penggunaannya perlu mengikuti petunjuk tenaga profesional, termasuk menjaga kebersihan dan cara perawatan lensa untuk mengurangi risiko infeksi mata.
Menjalani Pemeriksaan Mata
Pemeriksaan mata diperlukan untuk mengetahui jenis dan tingkat kelainan refraksi secara tepat. Pemeriksaan juga membantu memastikan apakah keluhan penglihatan disebabkan oleh kelainan refraksi atau kondisi mata lainnya.
Pada orang dewasa tertentu, operasi refraktif dapat menjadi pilihan untuk mengoreksi kelainan refraksi setelah melalui evaluasi oleh dokter mata. Prosedur ini tidak cocok untuk semua orang dan perlu mempertimbangkan kondisi mata masing-masing.
Menurut National Eye Institute, kelainan refraksi umumnya dapat dikoreksi menggunakan kacamata, lensa kontak, atau operasi pada kasus tertentu. Meski demikian, pemilihan penanganan sebaiknya dilakukan berdasarkan hasil pemeriksaan profesional.
Mata minus dan plus memiliki perbedaan pada cara cahaya difokuskan dan jarak pandang yang mengalami gangguan.
Miopia umumnya membuat penglihatan jarak jauh buram, sedangkan hipermetropia berkaitan dengan kesulitan memfokuskan objek dekat. Keduanya dapat dikoreksi dengan alat bantu penglihatan yang sesuai.
Jika penglihatan mulai buram atau sering mengalami kelelahan mata, pemeriksaan ke dokter mata atau tenaga profesional perawatan mata dapat membantu menentukan penyebab dan koreksi yang tepat.
(Vira Farhatul Maula)
(RUL)