FITNESS & HEALTH

Apakah Keputihan Berwarna Pink Itu Normal selama Kehamilan?

A. Firdaus
Sabtu 03 Januari 2026 / 19:13
Jakarta: Keputihan berwarna pink selama kehamilan sering kali terjadi karena pendarahan ringan yang bercampur dengan cairan vagina. Pada banyak kasus, kondisi ini tidak perlu terlalu dikhawatirkan.

Namun ada beberapa situasi yang harus diperhatikan karena bisa menjadi tanda masalah yang lebih serius. Keputihan berwarna pink dapat muncul karena berbagai alasan dan kebanyakan dari hal ini adalah hal yang normal.

Selama kehamilan, hormon yang meningkat menyebabkan tubuh memproduksi lebih banyak cairan vagina. Ketika cairan tersebut bercampur dengan sedikit darah, warna cairannya bisa menjadi pink.

Jika darah yang bercampur dengan cairan vagina sudah lebih lama, maka warna darah tersebut bisa berubah menjadi cokelat karena darah yang sudah mengering. Keputihan berwarna cokelat juga sering terjadi selama kehamilan dan hal ini umumnya dianggap normal.
 
Keputihan yang berwarna pink ini bisa muncul pada berbagai waktu selama masa kehamilan. Misalnya, saat proses implantasi atau penempelan sel telur yang sudah dibuahi di dinding rahim.

Selain itu, keputihan berwarna pink juga bisa muncul setelah berhubungan seksual atau setelah melakukan pemeriksaan panggul.

Menjelang waktu persalinan, cairan pink bisa muncul ketika sumbat lendir terlepas atau bahkan ketika air ketuban pecah. Semua hal tersebut umumnya merupakan bagian dari proses kehamilan yang normal.

Namun, meskipun keputihan berwarna pink ini sering kali tidak berbahaya, ada kalanya cairan pink yang persisten atau berlangsung lama bisa menandakan masalah yang lebih serius.

“Cairan pink biasanya tidak perlu dikhawatirkan, tetapi cairan pink yang persisten mungkin menandakan masalah mendasar,” kata Layan Alrahmani, M.D., seorang dokter kandungan dan spesialis kedokteran maternal-fetal yang bersertifikat, staf klinis dan asisten profesor di Loyola University di Chicago, serta anggota Dewan Penasihat Medis BabyCenter.

Beberapa masalah yang mungkin terjadi dan perlu diwaspadai termasuk infeksi, kehamilan ektopik (kehamilan yang terjadi di luar rahim), kehamilan molar (kehamilan yang tidak berkembang secara normal), atau keguguran.

Pada tahap kehamilan yang lebih lanjut, perdarahan berwarna pink juga bisa menjadi tanda adanya masalah dengan plasenta atau bisa juga menandakan persalinan prematur.

Oleh karena itu, penting untuk tetap memantau kondisi tubuh selama kehamilan dan berkonsultasi dengan dokter jika ada kekhawatiran mengenai perubahan atau ketidaknormalan dalam keputihan. 

Secillia Nur Hafifah

Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News

(FIR)

MOST SEARCH