FITNESS & HEALTH

Kemenkes: Kategori Varian Deltacron Masih Under Monitoring

Mia Vale
Kamis 17 Maret 2022 / 10:05
Jakarta: Seperti kita tahu, beberapa hari ini kabar covid-19 diramaikan denagn hadirnya varian baru, Deltacron. Varian ini disinyalir merupakan mutasi persilangan antara Delta dan Omicron. 

Namun, sebenarnya sejauh mana varian baru ini perkembangannya. Berikut kutipan jawaban Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan, dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid kepada Medcom.id.

Awalnya Deltacron ditemukan pada sampel orang yang positif korona. Pada tubuh orang tersebut ditemukan ada mutasi pada protein spike, di mana didapatkan mutasi dari Delta dan pada protein yang nonspesifik ada protein Omicron. Jadi diperkirakan bahwa kombinasi Omicron dan Delta tersebut ada pada satu virus. 


deltacron adalah
(Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan, dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid mengatakan Deltacron masih menjadi varian under monitoring. Foto: Ilustrasi/Pexels.com)


Namun menurut penjelasan dr. Nadia, WHO sendiri pun belum mengategorikan virus ini sebagai Varian of Concern. Sementara CDV Eropa, juga masih mengategorikan varian ini sebagai varian under monitoring. 

"Seperti kita tahu, awalnya ada dua negara yang melaporkan kasus ini tapi jumlahnya masih sangat kecil, yakni Inggris dan Prancis. Dan saat ini ada lagi tiga negara Denmark, Jerman, dan Belanda, sudah melaporkan adanya kasus ini, di mana jumlah kasusnya juga kecil. Jadi masih harus dimonitor," papar Nadia. 

Itulah mengapa, ujar dr. Nadia, kita belum bisa melihat apakah ada dampak epidemiloginya. Artinya, belum diketahui apakah varian Deltacron (Varian BA.1) ini lebih cepat menular seperti Omicron, apakah meningkatkan tingkat keparahan seperti Delta.

Dan apakah varian ini bisa mengelabui vaksin atau imunitas, ada dampaknya pada pengobatan atau diagnostik, semuanya belum cukup informasi. Itulah mengapa varian Deltacron ini masih dikategorikan varian under monitoring, terutama di Eropa.

(TIN)

MOST SEARCH